Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Unik Salton Sea, Surga Liburan yang Kini Jadi Bencana
Salton Sea (commons.wikimedia.org/
  • Salton Sea terbentuk tidak sengaja pada 1905 setelah saluran irigasi Sungai Colorado jebol, membanjiri Salton Sink selama dua tahun dan menciptakan danau terbesar di California.
  • Pada 1950-an hingga 1960-an, Salton Sea menjadi destinasi glamor berjuluk Salton Riviera, dengan hotel, klub yacht, serta kunjungan selebriti seperti Frank Sinatra dan The Beach Boys.
  • Tanpa aliran keluar, danau menumpuk garam serta polutan pertanian; keasinan ekstrem memicu kematian massal satwa, sementara penyusutan danau menyebarkan debu beracun yang mengancam kesehatan warga sekitar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di era 1950-an, ada sebuah tempat di California yang sinarnya menyaingi kemewahan Palm Springs gitu, bahkan lebih populer dari Taman Nasional Yosemite. Tempat itu adalah Salton Sea, sebuah "oasis gurun" glamor yang jadi surga bagi para selebriti seperti Frank Sinatra dan The Beach Boys untuk bermain ski air dan berpesta. Tapi kini, citra "Riviera di tengah gurun" itu telah lenyap, digantikan oleh pemandangan yang lebih mirip neraka pasca-apokaliptik. Di mana pantai yang dipenuhi bangkai ikan, kota-kota hantu yang terbengkalai, dan udara yang dipenuhi debu beracun.

Ironisnya, surga yang hilang ini lahir dari sebuah kecelakaan. Salton Sea modern terbentuk pada tahun 1905 akibat jebolnya saluran irigasi Sungai Colorado yang membanjiri cekungan gurun selama dua tahun. Namun, danau buatan ini punya satu cacat fatal sejak lahir. Ia tuh tidak memiliki aliran keluar. Setiap tetes air yang masuk, beserta garam dan polutan dari lahan pertanian, akan terperangkap di sana selamanya. Inilah awal dari sebuah bencana ekologis yang berjalan lambat. Penasaran dengan kisah lengkapnya? Simak artikel ini sampai tuntas, yuk!

1. Terbentuk Secara Tidak Sengaja Akibat Jebolnya Saluran Irigasi

Salton Sea (commons.wikimedia.org/LyndonB.Johnson)

Berbeda dengan danau-danau lain yang terbentuk secara alami, Salton Sea modern adalah sebuah "kecelakaan" rekayasa manusia. Pada tahun 1905, saat para pekerja sedang membangun saluran irigasi dari Sungai Colorado, terjadi banjir besar yang menyebabkan air sungai menjebol tanggul dan mengalir tanpa henti ke sebuah cekungan gurun kering bernama Salton Sink. Air terus mengalir selama dua tahun hingga akhirnya berhasil dihentikan, menciptakan danau terbesar di California secara tidak sengaja.

2. Pernah Menjadi "Riviera"-nya California dan Surga bagi Selebriti

Salton Sea (commons.wikimedia.org/GregManninLB)

Di era 1950-an dan 60-an, Salton Sea adalah destinasi wisata yang super glamor, bahkan disebut-sebut lebih populer daripada Taman Nasional Yosemite. Tempat ini dijuluki "Salton Riviera", sebuah oasis gurun yang dilengkapi dengan hotel-hotel mewah, klub yacht, dan menjadi tempat favorit para selebriti legendaris seperti Frank Sinatra dan The Beach Boys untuk berlibur, bermain ski air, dan memancing.

3. Danau Tanpa "Pintu Keluar" yang Semakin Asin

Salton Sea (commons.wikimedia.org/Bamsb900)

Bencana ekologis Salton Sea dimulai dari karakteristik geografisnya: ia adalah sebuah danau endoreik, yang berarti tidak memiliki aliran keluar menuju laut. Satu-satunya cara air bisa berkurang adalah melalui penguapan. Selama bertahun-tahun, air limpasan dari lahan pertanian di sekitarnya yang kaya akan pupuk dan pestisida terus mengalir masuk ke danau. Karena airnya menguap tetapi garam dan polutan tetap tertinggal, tingkat keasinan danau ini terus meningkat hingga kini 50% lebih asin daripada Samudra Pasifik.

4. Menjadi Lokasi Kematian Massal Ikan dan Burung

Salton Sea (commons.wikimedia.org/Gentle)

Tingkat keasinan yang ekstrem dan polusi dari pupuk menyebabkan ledakan alga yang menghabiskan oksigen di dalam air (eutrofikasi). Kondisi "air beracun" ini memicu serangkaian kematian massal hewan yang mengerikan. Pada tahun 1990-an, pantai-pantai yang dulunya dipenuhi turis kini dipenuhi oleh bangkai ikan. Dalam satu insiden di musim panas 1999, diperkirakan delapan juta ikan tilapia mati dalam satu hari. Burung-burung pemakan ikan pun menjadi korban, dengan puluhan ribu ekor mati akibat wabah botulisme unggas setelah memakan ikan yang terinfeksi.

5. Debu Beracunnya Menyebabkan Krisis Kesehatan

Salton Sea (commons.wikimedia.org/

Seiring waktu, danau ini terus menyusut, meninggalkan hamparan dasar danau kering yang luas. Masalahnya, dasar danau ini bukanlah pasir biasa, melainkan debu yang mengandung racun seperti arsenik dan selenium yang terakumulasi selama puluhan tahun dari limpasan pertanian. Saat angin gurun bertiup, debu beracun ini terbang ke udara dan menyebabkan krisis kesehatan di komunitas sekitar. Wilayah Imperial County di dekat Salton Sea kini memiliki salah satu kualitas udara terburuk di AS dan tingkat penderita asma pada anak-anak yang sangat tinggi.

Kisah Salton Sea ini adalah sebuah pelajaran tragis tentang bagaimana surga buatan manusia bisa berubah jadi mimpi buruk secara ekologis. Mulai dari yang tadinya merupakan oasis glamor para selebriti, danau ini kini jadi monumen kelam dari ambisi dan kelalaian manusia. Bahkan, bangkai-bangkai ikan yang melapisi pantainya dan debu beracun yang mengancam kesehatan penduduknya adalah saksi bisu dari sebuah tragedi lingkungan yang berjalan lambat. Ngeri banget, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article