Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Air Terjun Victoria, Lebih Besar dari Air Terjun Niagara!

5 Fakta Air Terjun Victoria, Lebih Besar dari Air Terjun Niagara!
Air Terjun Victoria di Sungai Zambezi, yang terletak di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe. (unsplash.com/Sammy Wong)
  • Air Terjun Victoria di Sungai Zambezi, perbatasan Zambia-Zimbabwe, terbentuk lewat pengikisan aliran air pada retakan tanah; selama setengah juta tahun, proses ini menciptakan delapan air terjun berurutan.
  • Warga lokal menyebutnya Mosi-oa-Tunya atau “Asap yang Bergemuruh”; penjelajah Inggris David Livingstone menamainya Victoria pada 1855 untuk menghormati Ratu Inggris.
  • Lebarnya sekitar 1,7 kilometer dan tingginya 108 meter, melebihi Niagara; situs ini menjadi Warisan Dunia UNESCO sejak 1989, dengan debit serta panorama yang berubah mengikuti musim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada banyak keajaiban alam di dunia, dan Air Terjun Victoria adalah salah satu yang paling spektakuler. Selain pemandangannya yang indah, tempat ini punya banyak fakta menarik yang belum banyak orang tahu.

Yuk, simak fakta-faktanya di artikel ini! 

  1. 1. Terbentuk dari pengikisan tanah dan retakan alami oleh aliran air sungai

    Air Terjun Victoria di Sungai Zambezi, yang terletak di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe.
    Air Terjun Victoria di Sungai Zambezi, yang terletak di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe. (commons.wikimedia.org/lumoplank)

    Air Terjun Victoria terletak di Sungai Zambezi, tepat di perbatasan Zambia dan Zimbabwe. Dilansir Britannica, air terjun ini terbentuk karena aliran sungai bertemu dengan retakan tanah yang cukup lebar. Seiring berjalannya waktu, air mengikis bagian yang lunak hingga membentuk parit yang sangat dalam.

    Proses pengikisan ini terus terjadi secara alami dalam jangka waktu yang sangat lama. Bahkan, sungai ini sudah berulang kali berpindah dan menciptakan air terjun baru di lokasi tersebut. Tercatat ada delapan air terjun berturut-turut yang terbentuk selama setengah juta tahun terakhir.

  2. 2. Nama aslinya adalah mosi-oa-tunya

    Air Terjun Victoria di Sungai Zambezi, yang terletak di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe.
    Air Terjun Victoria di Sungai Zambezi, yang terletak di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe. (unsplash.com/Datingscout)

    Nama asli air terjun ini adalah Mosi-oa-Tunya, yang artinya "Asap yang Bergemuruh". Nama tersebut diberikan oleh warga lokal karena suara airnya sangat kencang dan kabutnya terlihat jelas dari jauh. Namun, penjelajah asal Inggris bernama David Livingstone menjadi orang Eropa pertama yang datang ke sini pada 16 November 1855.

    Dilansir Siyabona Africa, merasa kagum dengan ukuran air terjun yang sangat besar tersebut, David Livingstone lalu menamainya Air Terjun Victoria untuk menghormati Ratu Inggris. Ia bahkan menulis di jurnalnya bahwa keindahan tempat ini benar-benar luar biasa. Menurutnya, pemandangan sekagum ini pasti pernah dilihat oleh para malaikat saat mereka terbang.

  3. 3. Lebih besar dari air terjun niagara

    Air Terjun Victoria di Sungai Zambezi, yang terletak di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe.
    Air Terjun Victoria di Sungai Zambezi, yang terletak di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe. (unsplash.com/Tanner Marquis)

    Dilansir Britannica, Air Terjun Victoria punya ukuran yang jauh lebih besar dibanding Air Terjun Niagara. Lebar air terjun ini mencapai sekitar 1,7 kilometer dengan ketinggian mencapai 108 meter. Setiap detiknya, ada sekitar 935 meter kubik air yang jatuh melewati tebing curam tersebut.

    Air terjun ini langsung jatuh ke dalam jurang sempit yang lebarnya hanya 25–75 meter. Setelah itu, seluruh air sungai bakal mengalir melewati celah yang jauh lebih sempit lagi. Aliran air ini kemudian menuju ke area yang dinamakan Boiling Pot sebelum lanjut ke Ngarai Batoka.

  4. 4. Ditetapkan sebagai situs warisan dunia unesco

    Air Terjun Victoria di Sungai Zambezi, yang terletak di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe.
    Air Terjun Victoria di Sungai Zambezi, yang terletak di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe. (unsplash.com/Peter Brooker)

    Dilansir UNESCO World Heritage, Air Terjun Victoria resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1989. Gelar ini diberikan karena keindahan alamnya yang luar biasa serta bentuk geologinya yang sangat unik. Tempat ini juga menjadi hamparan air terjun terbesar di seluruh dunia.

    Bentuk daratan di sekitar air terjun ini masih terus terbentuk secara alami sampai sekarang. Keunikan lainnya terpancar dari percikan air, kabut tebal, dan pelangi yang sering muncul di sekitarnya. Semua hal tersebut membuat air terjun ini terasa makin mengagumkan.

  5. 5. Keindahan pemandangannya sangat dipengaruhi oleh musim

    Wisatawan berenang di Devil's Pool yang terkenal di tepi Air Terjun Victoria.
    Wisatawan berenang di Devil's Pool yang terkenal di tepi Air Terjun Victoria. (unsplash.com/Vince Russell)

    Pada akhir tahun 1990-an, hampir 400.000 orang datang mengunjungi air terjun ini setiap tahunnya. Tempat wisata ini bisa diakses dengan bus dan kereta api, jadi biaya perjalanannya lumayan terjangkau. Dilansir Adventure World Travel, keindahan pemandangan di sini sangat dipengaruhi oleh musim saat kamu berkunjung.

    Saat musim hujan dari Januari sampai April, debit airnya sangat kencang dan semburan airnya terlihat memukau. Di bulan-bulan kering dari Mei sampai Oktober, pemandangannya jauh lebih jelas sehingga cocok untuk safari dan aktivitas menantang. Sementara itu, bulan November dan Desember menawarkan suasana yang lebih tenang bagi para pengunjung.

    Sampai saat ini, Air Terjun Victoria tetap mengalir deras sebagai salah satu keajaiban alam terbesar di dunia. Keindahan dan kemegahan alamnya terbukti tak pernah lekang oleh waktu. Tidak heran kalau tempat ini selalu bikin siapa saja yang melihatnya merasa kagum.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More