Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Lowell, Kota Industri Pelopor Revolusi Tekstil Amerika Serikat

5 Fakta Lowell, Kota Industri Pelopor Revolusi Tekstil Amerika Serikat
Lowell, Massachusetts (commons.wikimedia.org/Quintin Soloviev)
  • Lowell, Massachusetts, berkembang pada abad ke-19 sebagai pusat tekstil setelah Francis Cabot Lowell dan Boston Associates membangun kawasan industri terintegrasi di East Chelmsford.
  • Jaringan kanal dari Sungai Merrimack memasok tenaga air bagi turbin pabrik, sementara pekerja perempuan mill girls membentuk kehidupan sosial dan melakukan mogok saat upah dipotong serta jam kerja bertambah.
  • Perkembangan industri menarik imigran dari Irlandia, Kanada Prancis, Eropa Selatan-Timur, hingga Asia Tenggara; Lowell juga menjadi tempat kelahiran Jack Kerouac dan James Abbott McNeill Whistler.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lowell berada di Massachusetts, Amerika Serikat. Kota ini berkembang pesat pada abad ke-19 setelah sejumlah pabrik tekstil dibangun di sepanjang Sungai Merrimack. Aliran sungai tersebut dimanfaatkan sebagai sumber tenaga untuk mengoperasikan mesin-mesin pabrik.

Pertumbuhan industri kemudian membawa perubahan besar bagi Lowell. Pabrik-pabrik membutuhkan banyak pekerja sehingga penduduk dari berbagai wilayah datang dan menetap di kota ini. Lowell juga menjadi tempat lahir sejumlah tokoh terkenal, termasuk penulis Jack Kerouac dan pelukis James Abbott McNeill Whistler. Berikut lima fakta tentang Lowell.

  1. 1. Lowell dirancang sebagai kota industri tekstil

    Potret Francis Cabot Lowell
    Potret Francis Cabot Lowell (commons.wikimedia.org/unknown author)

    Pembangunan Lowell berawal dari gagasan pengusaha Francis Cabot Lowell pada awal abad ke-19. Dilansir laman Forgotten New England, Francis mempelajari teknologi mesin tekstil saat berkunjung ke Inggris sebelum menerapkannya di Amerika Serikat. Bersama kelompok investor Boston Associates, ia mendirikan pabrik tekstil di Waltham sebelum mengembangkan kawasan industri baru di East Chelmsford pada 1820-an.

    Nama Lowell kemudian digunakan untuk kota tersebut sebagai penghormatan kepada Francis Cabot Lowell yang meninggal pada 1817. Kawasan baru ini dirancang dengan pabrik, kanal, jalan, dan tempat tinggal pekerja dalam satu wilayah. Lowell kemudian berkembang menjadi salah satu pusat produksi tekstil terbesar di Amerika Serikat.

  2. 2. Pabrik menggunakan tenaga air dari jaringan kanal

    Sungai Merrimack
    Sungai Merrimack (commons.wikimedia.org/Parkerjh)

    Pabrik-pabrik tekstil di Lowell membutuhkan sumber energi dalam jumlah besar. Dilansir laman Neighborhood Parcel, para pengembang membangun jaringan kanal untuk mengalirkan air dari Sungai Merrimack ke kawasan pabrik. Aliran air tersebut digunakan untuk menggerakkan turbin yang terhubung dengan mesin-mesin di dalam pabrik.

    Jaringan kanal terus diperluas seiring bertambahnya jumlah pabrik. Saluran air tersebut memungkinkan beberapa kompleks manufaktur beroperasi menggunakan sumber tenaga yang sama. Sistem ini menjadi bagian penting dari perkembangan industri Lowell pada abad ke-19.

  3. 3. Kehidupan sosial dan pergerakan tenaga kerja perempuan

    Potret Dua mill girls yang bekerja di pabrik tekstil Lowell
    Potret Dua mill girls yang bekerja di pabrik tekstil Lowell (commons.wikimedia.org/Unknown author)

    Pabrik tekstil Lowell merekrut banyak perempuan muda dari daerah pedesaan di Massachusetts dan wilayah sekitarnya. Dilansir laman Britannica, para pekerja perempuan tersebut kemudian dikenal sebagai mill girls. Mereka tinggal di asrama yang disediakan perusahaan dan harus mengikuti sejumlah aturan selama bekerja di pabrik.

    Para pekerja perempuan memperoleh penghasilan sendiri dan sebagian menggunakan uangnya untuk membantu keluarga atau membiayai pendidikan. Mereka juga menerbitkan majalah The Lowell Offering yang berisi tulisan para pekerja. Ketika upah dipotong dan jam kerja bertambah, para pekerja melakukan aksi mogok dan menyampaikan tuntutan kepada pihak perusahaan.

  4. 4. mengalami perubahan jumlah penduduk akibat imigrasi

    Lowell, Massachusetts
    Lowell, Massachusetts (commons.wikimedia.org/Emw)

    Jumlah pekerja di Lowell berubah seiring perkembangan industri tekstil. Masih dari laman Britannica, imigran asal Irlandia mulai datang dalam jumlah besar pada pertengahan abad ke-19. Pada dekade 1860-an, pekerja asal Kanada keturunan Prancis juga menjadi bagian dari tenaga kerja pabrik.

    Menjelang akhir abad ke-19, imigran dari Eropa Selatan dan Timur, termasuk Yunani, Polandia, dan Lituania, ikut menetap di Lowell. Kelompok-kelompok tersebut membangun gereja, tempat usaha, dan pusat komunitas di sejumlah kawasan kota, termasuk The Acre. Pada abad ke-20, Lowell kembali menerima banyak pendatang dari Asia Tenggara, terutama komunitas Kamboja.

  5. 5. Menjadi tempat kelahiran Jack Kerouac

    Potret Jack Kerouac
    Potret Jack Kerouac (commons.wikimedia.org/Tom Palumbo)

    Lowell juga memiliki kaitan dengan perkembangan sastra Amerika Serikat pada abad ke-20. Merujuk kembali pada laman Neighborhood Parcel, kota ini merupakan tempat kelahiran Jack Kerouac, penulis yang menjadi salah satu tokoh utama gerakan Beat Generation. Beberapa novel Kerouac juga mengambil Lowell sebagai salah satu latar tempat dalam ceritanya.

    Nama Kerouac kemudian digunakan untuk taman peringatan di Bridge Street. Di area tersebut terdapat prasasti batu granit yang memuat kutipan dari karya-karyanya. Lowell juga menjadi tempat kelahiran pelukis James Abbott McNeill Whistler, sementara rumah masa kecilnya kini digunakan sebagai museum.

    Itulah lima fakta tentang Lowell, kota yang tumbuh sebagai salah satu pusat industri tekstil Amerika Serikat pada abad ke-19. Sejumlah bangunan dan kawasan industrinya masih dipertahankan hingga sekarang, sementara sejarah kota ini juga berkaitan dengan perkembangan sastra dan budaya Amerika.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More