Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Unik Tabel Periodik, Ditemukan Dmitri Mendeleev Lewat Mimpi

5 Fakta Unik Tabel Periodik, Ditemukan Dmitri Mendeleev Lewat Mimpi
ilustrasi tabel periodik (pexels.com/Polina Tankilevitch)
Intinya Sih
  • Dmitri Mendeleev menemukan konsep tabel periodik modern pada tahun 1869 setelah mendapat inspirasi dari mimpi yang menampilkan susunan unsur-unsur kimia secara teratur dan logis.
  • Mendeleev menyempurnakan upaya ilmuwan sebelumnya dengan menciptakan sistem prediktif, bahkan meramalkan keberadaan unsur yang belum ditemukan seperti Gallium, Scandium, dan Germanium.
  • Tabel periodik terus berkembang hingga kini, menjadi panduan penting dalam riset material, teknologi semikonduktor, serta penemuan unsur baru yang mencerminkan sejarah dan kreativitas manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa yang tak kenal tabel periodik? Poster berisi kotak-kotak penuh huruf dan angka yang sering jadi ‘hiasan’ wajib di setiap laboratorium atau kelas kimia. Di balik tampilannya yang ilmiah dan terstruktur, ternyata tabel ini menyimpan kisah penemuan yang unik, salah satunya berawal dari sebuah mimpi.

Adalah Dmitri Mendeleev, seorang ahli kimia asal Rusia yang menjadi tokoh sentral di balik tabel periodik modern. Pada tahun 1869, ia berhasil menyusun 63 elemen yang dikenal saat itu ke dalam sebuah sistem yang logis dan prediktif. Penemuannya ini merevolusi cara para ilmuwan memahami materi dan menjadi fondasi bagi kimia modern, membuktikan bahwa bahkan dari tidur pun, sebuah mahakarya bisa tercipta.

1. Konsep tabel periodik modern lahir dari sebuah mimpi

ilustrasi bermimpi saat tidur
ilustrasi bermimpi saat tidur (pexels.com/John-Mark Smith)

Kisah ini terdengar seperti fiksi, tetapi tercatat dalam sejarah. Dilansir The Marginalian, setelah berhari-hari bekerja tanpa henti untuk menemukan pola yang bisa mengelompokkan unsur-unsur kimia, Mendeleev akhirnya kelelahan dan jatuh tertidur di meja kerjanya. Dalam tidurnya, ia mengaku melihat sebuah visi atau mimpi yang sangat jelas.

Dalam mimpi tersebut, semua elemen yang sebelumnya acak-acakan di benaknya, tiba-tiba tersusun rapi dalam sebuah tabel yang teratur. Begitu terbangun, Mendeleev tidak membuang waktu dan segera menuliskan semua yang ia lihat di secarik kertas. "Saya melihat dalam mimpi sebuah tabel di mana semua elemen jatuh ke tempatnya sesuai kebutuhan," tulisnya dalam buku hariannya. Momen inilah yang menjadi cikal bakal dari tabel periodik yang kita kenal sekarang.

2. Mendeleev bukanlah orang pertama yang mencoba menyusun unsur kimia

Dmitri Mendeleev
Dmitri Mendeleev (Unknown author, Public Domain, via Wikimedia Commons)

Meskipun Mendeleev diakui sebagai bapak tabel periodik, ia sebenarnya berdiri di atas pundak para ilmuwan sebelumnya. Upaya untuk mengklasifikasikan elemen sudah dimulai jauh sebelum era Mendeleev. Pada tahun 1789, misalnya, ahli kimia Prancis Antoine Lavoisier mencoba mengelompokkan unsur-unsur sebagai logam dan non-logam, seperti yang dijelaskan dalam artikel dari American Society for Biochemistry and Molecular Biology.

Puluhan tahun kemudian, para ilmuwan lain seperti Johann Wolfgang Döbereiner dengan konsep "triad" dan John Newlands dengan "hukum oktaf" juga mencoba menemukan keteraturan di antara unsur-unsur. Namun, sistem yang mereka kembangkan masih memiliki banyak kelemahan dan belum bisa diterima secara luas. Mendeleev berhasil menyempurnakan dan menggabungkan ide-ide ini menjadi sebuah kerangka kerja yang jauh lebih komprehensif dan akurat.

3. Kejeniusan Mendeleev adalah meramalkan unsur yang belum ditemukan

Dmitri Mendeleev with Clemens Winkler
Dmitri Mendeleev with Clemens Winkler (https://pixel17.com, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Apa yang membuat tabel periodik Mendeleev begitu revolusioner dibandingkan upaya-upaya sebelumnya? Jawabannya terletak pada keberaniannya untuk meninggalkan ruang-ruang kosong. Menurut Khan Academy, Mendeleev sangat yakin dengan polanya sehingga ia sengaja menyediakan slot kosong untuk unsur-unsur yang ia yakini ada tetapi belum ditemukan pada masanya.

Ia tidak hanya mengosongkan tempat, tetapi juga meramalkan sifat-sifat dari unsur-unsur hipotetis tersebut, seperti massa atom dan densitasnya. Ia menamai prediksi unsurnya dengan awalan "eka" yang berarti "satu" dalam bahasa Sansekerta. Sebagai contoh, ia meramalkan keberadaan "eka-aluminium" yang kelak ditemukan pada tahun 1875 dan diberi nama Gallium. Penemuan Gallium, Scandium, dan Germanium yang cocok dengan prediksinya menjadi bukti tak terbantahkan atas kebenaran tabel periodiknya.

4. Sempat ada kekeliruan kecil yang baru terpecahkan puluhan tahun kemudian

ilustrasi tabel periodik
ilustrasi tabel periodik (pexels.com/RDNE Stock project)

Mendeleev menyusun tabelnya berdasarkan kenaikan massa atom. Namun, ia menemukan beberapa anomali. Agar unsur dengan sifat kimia yang mirip bisa berada di kolom yang sama, ia terpaksa menukar posisi beberapa elemen, seperti Telurium dan Yodium, meskipun urutan massa atomnya menjadi tidak sesuai. Keputusan ini murni didasarkan pada intuisinya sebagai seorang kimiawan, dan ia tidak bisa menjelaskan mengapa hal itu terjadi.

Misteri ini baru terpecahkan pada tahun 1913, puluhan tahun setelah tabel Mendeleev dipublikasikan. Seorang fisikawan Inggris bernama Henry Moseley menemukan bahwa sifat unsur lebih ditentukan oleh nomor atom (jumlah proton) daripada massa atom. Dilansir ASBMB, Moseley kemudian menyusun ulang tabel berdasarkan kenaikan nomor atom, dan semua anomali yang ditemukan Mendeleev pun hilang. Ini membuktikan bahwa intuisi Mendeleev benar, meskipun landasan teoritisnya baru ditemukan di kemudian hari.

5. Tabel periodik terus berkembang dan relevan hingga kini

ilustrasi tabel periodik
ilustrasi tabel periodik (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Jauh dari sekadar poster di kelas kimia, tabel periodik adalah alat yang hidup dan terus digunakan dalam berbagai inovasi modern. Seperti yang dijelaskan oleh National Institute of Standards and Technology (NIST), para insinyur material menggunakan tabel ini untuk menciptakan paduan logam baru untuk implan medis atau komponen pesawat terbang. Di industri semikonduktor, kombinasi unsur-unsur dari kolom yang berbeda menghasilkan material seperti galium nitrida (GaN) yang penting untuk layar ponsel pintar.

Bahkan, penamaan unsur-unsur baru sering kali mencerminkan budaya dan sejarah, dengan nama yang diambil dari nama ilmuwan, tempat, atau bahkan tokoh mitologi. Misalnya, unsur Tennessine (Ts) dinamai berdasarkan negara bagian Tennessee di Amerika Serikat, lokasi laboratorium yang berperan penting dalam penemuannya. Hal ini menunjukkan bahwa tabel periodik bukan hanya tentang sains, tetapi juga tentang sejarah, geografi, dan kreativitas manusia.

Tabel periodik adalah bukti nyata bagaimana rasa penasaran, kerja keras, dan bahkan sentuhan intuisi dapat melahirkan sebuah karya yang mengubah dunia. Dari sebuah mimpi di Rusia abad ke-19, tabel ini terus menjadi peta jalan bagi para ilmuwan dan insinyur untuk menjelajahi dan membentuk dunia di sekitar kita.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More