Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ilmuwan temukan Sungai Kuno di Bawah Permukaan Mars

Ilmuwan temukan Sungai Kuno di Bawah Permukaan Mars
Ilustrasi mars, si planet merah (unsplash.com/BoliviaInteligente)
Intinya Sih
  • Perseverance rover menemukan sistem delta sungai purba di Jezero Crater, menunjukkan bahwa Mars memiliki aliran air kompleks dan lebih tua dari perkiraan sebelumnya.
  • Data geologi mengungkap lapisan mineral kaya karbonat dan olivin berusia sekitar 3,7 miliar tahun, menandakan proses erosi serta pengendapan intens di masa lalu Mars.
  • Radar RIMFAX mendeteksi struktur bawah permukaan seperti saluran dan endapan kipas, membuktikan adanya sistem sungai besar yang pernah mengalir di Mars miliaran tahun lalu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Penjelajahan Perseverance rover di Mars mengungkap adanya bekas delta sungai purba brenama Jezero Crater. Para ilmuwan menemukan bukti bahwa sistem aliran air di Planet Merah ternyata jauh lebih kompleks dan lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya.

Melalui instrumen RIMFAX, rover ini berhasil menembus lapisan bawah permukaan dan mengungkap adanya sistem delta besar yang terkubur, terbentuk dari aliran air miliaran tahun lalu. Temuan ini menunjukkan bahwa air mengalir di permukaan Mars dalam jangka waktu yang lebih lama, membuka kemungkinan baru tentang potensi kelayakhunian planet tersebut di masa lalu.

1. Mars pernah dipenuhi air

Selama bertahun-tahun eksplorasi, para ilmuwan kini semakin yakin bahwa Mars tidak selalu menjadi planet kering dan berdebu seperti yang kita lihat saat ini. Berbagai bukti menunjukkan bahwa air pernah mengalir melimpah di permukaannya, mulai dari lanskap yang terukir oleh aliran air hingga keberadaan mineral yang hanya bisa terbentuk di lingkungan dengan air cair.

Temuan-temuan ini memunculkan pertanyaan penting, terutama terkait berapa lama air cair bertahan di permukaan Mars. Durasi ini sangat krusial, karena semakin lama air tersedia, semakin besar peluang munculnya kehidupan mikroba. Ini menjadi bentuk kehidupan yang dianggap paling mungkin pernah ada di Planet Merah.

2. Jejak geologi Mars

ilustrasi Mars (pixabay.com/Aynur_zakirov)
ilustrasi Mars (pixabay.com/Aynur_zakirov)

Permukaan Mars diketahui relatif terjaga selama miliaran tahun karena tidak mengalami aktivitas tektonik dan cuaca ekstrem seperti di Bumi. Di Jezero Crater, delta yang kini dieksplorasi oleh Perseverance rover diperkirakan berusia sekitar 3,7 miliar tahun, berasal dari periode Noachian akhir hingga Hesperian awal, masa ketika Mars diyakini masih memiliki air yang mengalir di permukaannya.

Namun, kondisi tersebut juga berarti terjadi proses erosi dan pengendapan sedimen yang cukup intens. Salah satu yang membingungkan para ilmuwan adalah keberadaan lapisan mineral kaya karbonat dan olivin yang dikenal sebagai “Margin”. Untuk memahami bagaimana lapisan ini terbentuk, para peneliti memanfaatkan instrumen RIMFAX pada Perseverance guna menyelidiki struktur bawah permukaan untuk membuka petunjuk baru tentang sejarah air dan proses geologi di Mars.

3. Radar ungkap lanskap sungai purba

Selama 78 kali lintasan antara September 2023 hingga Februari 2024, Perseverance rover secara rutin menggunakan radar penembus tanah (RIMFAX) untuk mengumpulkan data sepanjang jalur sejauh 6,1 kilometer. Pengukuran ini mampu menembus hingga kedalaman lebih dari 35 meter, memberikan gambaran detail tentang struktur bawah permukaan di Jezero Crater.

Dari data tersebut, para peneliti berhasil merekonstruksi lanskap tersembunyi berupa sistem delta kuno. Lapisan batuan yang terdeteksi tersusun miring, pola yang di Bumi biasanya terbentuk akibat endapan sedimen dari aliran air menuju cekungan luas. Selain itu, ditemukan pula struktur seperti saluran, endapan berbentuk kipas (lobe), hingga jejak erosi dan bongkahan batu yang terkubur. Semuanya menjadi bukti kuat bahwa wilayah ini dahulu dialiri air dalam skala besar.

Temuan ini memperkuat gambaran bahwa Mars pernah menjadi planet yang jauh lebih “basah” dan dinamis dibandingkan kondisinya saat ini. Dengan bukti adanya sistem sungai kuno yang tersembunyi di bawah permukaan, para ilmuwan kini memiliki petunjuk baru untuk memahami sejarah air di Mars dan kemungkinan bahwa planet ini pernah mendukung kehidupan di masa lalu.

Referensi

Emily L. Cardarelli, Uni Árting, et al. “Ground Penetrating Radar Observations of Ancient Large-scale Deltaic Structures in Jezero Crater, Mars.” Science Advances 12, no. 12 (March 18, 2026): eadz6095.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More