Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta White-tailed Tropicbird, Ritual Penerbangannya Sangat Rumit

5 Fakta White-tailed Tropicbird, Ritual Penerbangannya Sangat Rumit
White-tailed tropicbird (commons.m.wikimedia.org/Max Aliaga, Nature Seychelles)
Intinya Sih
  • White-tailed tropicbird merupakan spesies burung penghuni lautan dengan tubuh ramping, sayap hitam, dan habitat di perairan pelagis dan pesisir laut.
  • Mereka mencari makan dengan terjun ke air untuk memburu ikan terbang, cumi-cumi kecil, kepiting, dan siput.
  • Ritual pertunjukan penerbangan white-tailed tropicbird sangat rumit, mereka memiliki sistem perkawinan monogami dan berada dalam koloni perkembang biakan longgar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

White-tailed tropicbird merupakan spesies burung penghuni lautan yang ritual penerbangannya sangat rumit. Mereka berada dalam famili Phaethontidae dan memiliki nama ilmiah Phaethon lepturus. Panjang tubuhnya mencapai 71--80 sentimeter, beratnya 220--410 gram dan lebar kepakan sayapnya 89--96 sentimeter. Tubuhnya ramping dan warnanya putih. Mereka punya ekor tengah yang panjangnya dua kali dari total panjang tubuhnya.

White-tailed tropicbird punya sayap dalam berwarna hitam, topeng mata hitam dan paruh yang warnanya oranye-kuning hingga oranye-merah. Baik jantan dan betina terlihat mirip, sehingga tidak bisa membedakan keduanya dengan mudah. Walaupun begitu, jantan punya ekor tengah yang biasanya lebih panjang dari betina. Yuk, kenalan lebih jauh melalui fakta berikut ini.

1. Wilayah penyebaran white-tailed tropicbird

White-tailed tropicbird (commons.m.wikimedia.org/Francesco Veronesi)
White-tailed tropicbird (commons.m.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

Penyebaran white-tailed tropicbird berada di area Atlantic Tropical, bagian barat Pasifik dan Samudra Hindia. Mereka berkembang baik di beberapa pulau Karibia dan baru-baru ini berada bersarang di Little Tobago, bergabung dengan koloni red-billed tropicbird. Animalia menginformasikan bahwa white-tailed tropicbird bersarang hingga utara di Bermuda. Habitatnya ialah perairan pelagis dan pesisir laut.

2. Suka makan ikan

White-tailed tropicbird (commons.m.wikimedia.org/Lizot Pierrick)
White-tailed tropicbird (commons.m.wikimedia.org/Lizot Pierrick)

Spesies tropicbird ini mencari makan dengan terjun ke air saat terbang, menyelam sebentar dan terkadang hanya menukik ke permukaan tanpa menyentuh air. White-tailed tropicbird lebih aktif mencari makan saat pagi dan sore hari. Berdasarkan informasi dari National Audubon Society, menu makannya kebanyakan terdari dari ikan.

Mereka memangsa berbagai jenis ikan kecil, makanan kesukaannya adalah ikan terbang. Selain itu, white-tailed tropicbird juga melengkapi dietnya dengan cumi-cumi kecil, kepiting dan siput.

3. Pola migrasi white-tailed tropicbird

White-tailed tropicbird (commons.m.wikimedia.org/Ron Knight)
White-tailed tropicbird (commons.m.wikimedia.org/Ron Knight)

Sebagai burung yang bermigrasi, white-tailed tropicbird mengunjungi perairan Amerika Utara saat musim semi dan musim panas. Mereka hanya menetap di Bermuda saat musim panas. Terkadang, white-tailed tropicbird bisa menjangkau jauh ke pedalaman Amerika Utara karena dibawa oleh badai.

4. Ritual pertunjukannya sangat rumit

White-tailed tropicbird (commons.m.wikimedia.org/Ron Knight)
White-tailed tropicbird (commons.m.wikimedia.org/Ron Knight)

Ritual pertunjukan white-tailed tropicbird sangat rumit, penerbangannya melibatkan kelompok besar yang terdiri dari 20 pasang burung. Mereka terbang dalam lingkaran dan polanya vertikal sehingga membuat ekor putihnya berayun dari sisi ke sisi. Setelah jantan berhasil mendapatkan pasangan, mereka memisahkan diri dari kelompok tersebut lalu melakukan penerbangan zigzag yang tampak harmonis.

Melansir American Bird Concervancy, keduanya terbang bersama ke sarangnya yang berada di tebing atau tempat aman di tanah. Dari pertunjukan hingga perburuannya, bisa dikatakan bahwa white-tailed tropicbird adalah penerbang yang baik, tapi mereka tidak begitu pandai berenang.

5. Sistem perkawinan white-tailed tropicbird

White-tailed tropicbird (commons.m.wikimedia.org/Dreizung)
White-tailed tropicbird (commons.m.wikimedia.org/Dreizung)

Sistem perkawinan white-tailed tropicbird adalah monogami, membentuk ikatan dengan satu pasangan yang berlangsung seumur hidupnya. Saat memasuki musim kawin, mereka melakukan ritual pertunjukan yang berupa penerbangan berkelompok untuk memikat pasangan kawin. Mereka bisa kawin sepanjang tahun tergantung pada iklim dan ketersediaan area bersarang yang sesuai.

White-tailed tropicbird berada dalam koloni perkembang biakan longgar di mana setiap pasangan melindungi sarangnya dari pasangan tetangga. Betina menempatkan satu telur yang dierami oleh keduanya secara bergantian selama 40--42 hari. Mereka siap terbang pada usia 70--85 hari dan tidak lama kemudian sudah bisa hidup mandiri.

White-tailed tropicbird ternyata penerbang yang baik, bisa dilihat dari ritual penerbangannya saat musim kawin dan teknik berburunya. Saat ini, mereka diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN dengan total populasi 400,000 individu dewasa. Tren populasinya bahkan mengalami peningkatan. Ekor panjangnya sangat ikonik, bukan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nur Aulia Safira
EditorNur Aulia Safira
Follow Us

Latest in Science

See More