Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Burung dengan Sarang Gantung, Masing-Masing Punya Keunikan

5 Burung dengan Sarang Gantung, Masing-Masing Punya Keunikan
sarang burung penduline tit, salah satu sarang burung dengan posisi mengantung (commons.wikimedia.org/tcager)
Intinya Sih
  • Lima spesies burung membangun sarang gantung sebagai tempat bertelur, membesarkan anak, dan perlindungan dari predator, dengan bentuk serta strategi yang berbeda.
  • Montezuma oropendola membuat kantong sepanjang 1–2 meter dalam koloni besar, sedangkan manyar tempua menganyam sarang berlorong panjang untuk menarik betina.
  • Penduline tit memakai pintu palsu, burung-madu sriganti memanfaatkan bahan alami berlapis, sementara kepodang menggantung sarang di ranting tipis agar sulit dijangkau predator.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sarang burung tidak selalu berbentuk mangkuk sederhana di atas dahan. Beberapa spesies burung mampu membuat sarang gantung dengan bentuk yang unik dan kokoh. Selain menjadi tempat bertelur dan membesarkan anak, sarang juga membantu melindungi telur serta anak burung dari predator.

Menariknya, setiap burung memiliki cara dan ciri khas tersendiri dalam membuat sarang gantung. Ada yang menganyamnya dengan rapi, ada yang menyamarkannya dengan bahan alami, hingga ada yang membangunnya dalam jumlah banyak pada satu pohon. Yuk, simak lima burung dengan sarang gantung berikut ini!

1. Montezuma oropendola

sarang montezuma oropendola
sarang montezuma oropendola (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Burung montezuma oropendola (Psarocolius montezuma) dikenal karena sarang gantungnya yang berukuran sangat besar. Burung yang hidup di Amerika Tengah ini membuat sarang berbentuk kantong memanjang dengan panjang sekitar 1 hingga 2 meter. Sarang-sarang tersebut digantung di ujung dahan pohon yang tinggi sehingga terlihat mencolok dari kejauhan.

Keunikan montezuma oropendola juga terlihat dari kebiasaannya bersarang secara berkoloni. Dalam satu pohon, burung ini dapat membangun rata-rata sekitar 24 sarang, bahkan pada koloni besar jumlahnya bisa mencapai lebih dari 100 sarang. Penempatan sarang dalam jumlah besar di satu pohon diduga membantu meningkatkan keamanan koloni dari ancaman predator.

2. Manyar tempua

sarang manyar tempua
sarang manyar tempua (pixabay.com/Pavan Prasad)

Manyar tempua (Ploceus philippinus) merupakan burung yang hidup di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Burung ini biasanya ditemukan di daerah terbuka, seperti padang rumput, lahan pertanian, dan kawasan yang dekat dengan perairan. Manyar tempua dikenal karena kemampuannya menganyam sarang dengan sangat rapi. Burung jantan menyusun rumput dan serat tumbuhan hingga membentuk sarang yang kuat dengan lorong masuk yang panjang di bagian bawah.

Menariknya, sarang ini dibuat oleh burung jantan untuk menarik perhatian betina. Jantan akan membangun sarang terlebih dahulu sebagai bukti kemampuannya. Jika betina tertarik dengan bentuk dan kualitas sarang tersebut, sarang itu akan digunakan sebagai tempat bertelur dan membesarkan anak.

3. Penduline tit

sarang penduline tit
sarang penduline tit (commons.wikimedia.org/Ivanbuki)

Penduline tit (Remizidae) merupakan burung yang hidup di kawasan Eurasia, Afrika, dan sebagian Amerika Utara. Burung ini dikenal karena sarang gantungnya yang berbentuk kantong menyerupai buah pir. Sarangnya dibuat dari bahan-bahan lembut, seperti serat tumbuhan, biji berbulu, bulu, rambut hewan, dan jaring laba-laba. Perpaduan bahan tersebut membuat sarang terasa hangat dan nyaman untuk telur maupun anak burung.

Keunikan dari sarang penduline tit adalah adanya "pintu palsu" pada beberapa spesies. Pintu ini dibuat menyerupai pintu masuk, tetapi hanya mengarah ke ruang kosong. Sementara itu, pintu masuk yang sebenarnya tersembunyi dan dapat ditutup setelah burung masuk ke dalam sarang. Desain cerdas ini diduga membantu mengelabui predator, sehingga sarang menjadi lebih aman.

4. Burung-madu sriganti

sarang burung-madu sriganti
sarang burung-madu sriganti (commons.wikimedia.org/Graham Winterflood)

Burung-madu sriganti (Cinnyris jugularis) merupakan burung kecil yang hidup di berbagai habitat, mulai dari hutan, mangrove, kebun, hingga taman. Burung ini membuat sarang gantung berbentuk kantong oval dengan pintu masuk di bagian samping. Sarangnya biasanya digantung pada ranting atau tanaman dengan ketinggian yang tidak terlalu jauh dari permukaan tanah.

Sarang burung-madu sriganti dibuat oleh burung betina menggunakan berbagai bahan alami, seperti rumput, serat tumbuhan, lumut, lumut kerak, potongan daun, dan jaring laba-laba. Bagian dalamnya dilapisi kulit kayu atau bulu agar tetap nyaman untuk telur dan anak burung.

5. Kepodang

sarang kepodang
sarang kepodang (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Berbeda dari burung lainnya, kepodang (Oriolus) memilih lokasi yang cukup unik untuk membangun sarangnya. Burung ini biasanya membuat sarang gantung berbentuk mangkuk di ujung percabangan ranting yang tipis pada pohon-pohon tinggi. Sekilas, lokasi tersebut tampak kurang kokoh, tetapi justru menjadi tempat yang aman untuk meletakkan telur dan membesarkan anak burung.

Keunikan sarang kepodang terletak pada pemilihan lokasinya. Ranting yang tipis membuat predator, seperti ular atau mamalia pemanjat, lebih sulit mencapai sarang. Dengan menempatkan sarang di bagian ujung pohon, kepodang dapat menjaga telur dan anak burungnya dari berbagai ancaman. Strategi sederhana ini menjadi salah satu cara burung kepodang meningkatkan peluang hidup anak-anaknya.

Setiap burung memiliki cara yang berbeda dalam membangun sarangnya. Ada yang mengandalkan ukuran, kemampuan menganyam, desain yang cerdas, maupun pemilihan lokasi yang aman. Beragam keunikan tersebut menunjukkan bahwa sarang bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga hasil adaptasi yang membantu burung melindungi telur dan membesarkan anak-anaknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More