Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Angsa Trompet, Unggas Air Terbesar yang Hampir Punah

5 Fakta Angsa Trompet, Unggas Air Terbesar yang Hampir Punah
angsa trompet (commons.wikimedia.org)
Intinya Sih
  • Angsa trompet (Cygnus buccinator) di Amerika Utara menghasilkan suara rendah mirip trompet berkat trakea panjang yang berputar di rongga dada.
  • Spesies ini merupakan unggas air terbesar dunia; jantan dewasa berbobot 12–15 kilogram, rentang sayap hingga 3 meter, dan perlu berlari sambil mengepak untuk lepas landas.
  • Populasinya pernah tersisa kurang dari 70 ekor pada 1930-an akibat perburuan, lalu pulih stabil melalui penemuan populasi Alaska dan program penangkaran pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Amerika Utara menjadi rumah bagi spesies unggas yang sangat fenomenal, namanya adalah angsa trompet (Cygnus buccinator). Dari namanya saja sudah membuat banyak orang penasaran. Secara visual angsa ini adalah salah satu yang tercantik dengan warna bulu yang didominasi oleh warna putih, kecuali paruhnya berwarna hitam yang menyambung hingga matanya. Kakinya juga memiliki warna hitam penuh ketika dewasa.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai angsa satu ini, kali ini akan dibahas lima fakta unik yang dimiliki oleh angsa trompet. Penasaran ada apa saja? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

1. Suara yang menyerupai instrumen trompet

angsa trompet
angsa trompet (commons.wikimedia.org/Forest Service Alaska Region, USDA/CC BY 2.0)

Seperti namanya, kata "trompet" yang dimiliki oleh angsa ini memang berasal dari suara mereka yang menyerupai tiupan trompet, seperti yang dikatakan pada laman Trumpeter Swan Society. Suara yang dihasilkan oleh angsa trompet bukanlah suara teriakan yang melengking, melainkan lebih rendah dan berat sehingga menghasilkan suara yang unik. Hal ini juga didukung karena angsa trompet memiliki trakea yang panjang dan lentur.

Seperti kebanyakan hewan lainnya yang memiliki trakea lurus dari leher ke paru-paru, trakea yang dimiliki oleh angsa trompet ini berputar-putar lebih dulu di rongga dada sebelum menuju ke paru-paru. Karena trakea mereka terlipat dan melingkar di sana, hal inilah yang menciptakan suara yang berbeda. Rongga dada yang mereka miliki menciptakan fenomena suara yang ketika dikeluarkan bahkan bisa terdengar hingga jarak yang jauh secara jelas.

2. Unggas air terbesar di dunia

angsa trompet
angsa trompet (commons.wikimedia.org/Rhododendrites/CC BY-SA 4.0)

Dilansir All About Birds dan Forest Preserve District of Will County, angsa trompet adalah spesies unggas air terbesar di dunia. Seekor individu jantan dewasa angsa trompet dapat mencapai berat sekitar 12 hingga 15 kilogram. Mereka memiliki struktur tulang yang sangat besar dan kuat. Mereka juga mampu menopang massa otot yang jauh lebih besar dibandingkan unggas lainnya.

Secara perbandingan dengan angsa lainnya, bisa dibilang angsa trompet memiliki ukuran dua hingga tiga kali lipat lebih besar. Satu-satunya kerabat mereka yang dapat bersaing secara ukuran berat tubuh, yaitu angsa bisu yang tidak jauh berbeda dengan angsa trompet ukurannya.

3. Rentang sayap yang sangat besar

angsa trompet
angsa trompet (commons.wikimedia.org/The Cosmonaut/CC BY-SA 2.5 ca)

Meskipun angsa trompet masuk dalam kategori unggas air, rentang sayap mereka bisa ditandingi oleh burung-burung laut besar, lho. Pasalnya, sayap mereka bisa tumbuh maksimal mencapai hingga 3 meter atau sekitar 10 kaki. Ukuran ini membuat angsa trompet masuk dalam jajaran burung dengan rentang sayap terbesar di dunia, termasuk burung albatros, kondor andes, dan pelikan.

Keberadaan sayap besar yang dimiliki oleh angsa trompet membawa banyak keuntungan ketika mereka terbang di udara. Namun, hal itu harus berbanding terbalik ketika mereka ingin terbang. Mereka membutuhkan daya dorong lebih dulu agar bisa menerbangkan tubuhnya, yaitu dengan cara berlari kencang sambil mengepakkan sayapnya.

4. Sarang super besar

angsa trompet
angsa trompet (commons.wikimedia.org)

Karena ukuran untuk seekor unggas ini dikatakan sangat besar, angsa trompet juga memiliki ukuran sarang yang tak kalah besar. Mereka mampu membuat sarang raksasa mencapai 1,5 hingga 3 meter, yang terbuat dari rumput, alang-alang, dan tanaman air lainnya. Tinggi sarangnya bahkan tercatat dapat mencapai hampir 1 meter di atas permukaan air.

Biasanya angsa trompet menggunakan struktur dasar dari sarang bekas spesies tikus karena memiliki pondasi yang kuat. Hal ini dilakukan mereka untuk memastikan kondisi sarang tetap aman dari serangan badai, gelombang air, maupun serangan predator.

5. Hampir punah pada masa lalu

angsa trompet
angsa trompet (commons.wikimedia.org/USFWS Mountain-Prairie/CC BY 2.0)

Awal abad ke-20 adalah masa paling kelam yang mengancam kepunahan angsa trompet, yang juga dijelaskan oleh National Audubon Society dan All About Birds. Apa penyebabnya? Kerakusan manusia untuk keuntungan pribadi selalu saja membuat kekayaan fauna di ambang lenyap dari dunia, termasuk angsa trompet ini. Mereka sengaja diburu untuk dimanfaatkan tubuhnya menjadi barang mewah, termasuk bantalan bedak wanita yang saat itu adalah produk top di Eropa dan Amerika Serikat.

Tak hanya itu, bulu-bulu angsa ini juga digunakan untuk pembuatan bulu pena. Ya, akibat perburuan massal ini, populasi angsa liar dinyatakan menurun drastis pada tahun 1930-an. Bahkan tercatat dalam sejarah, populasi mereka hanya tersisa kurang dari 70 ekor. Kabar baik datang ketika ditemukannya populasi tersembunyi angsa di Alaska dan gerakan dari pemerintah melalui program penangkaran, akhirnya mengembalikan populasi angsa trompet yang stabil hingga detik ini.

Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh angsa trompet. Gimana, jadi sudah tahu, kan? Mulai dari namanya yang memang diambil karena suara mirip terompet hingga pernah tersisa kurang dari 70 ekor karena keserakahan manusia untuk kepentingan industri global. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More