Kompleks Masjid Al-Aqsa, yang juga dikenal sebagai Al-Haram Asy-Syarif atau Bukit Bait Suci (Temple Mount), adalah area suci yang luas dan berisi beberapa bangunan serta situs penting. (commons.wikimedia.org/Godot13/Andrew Shiva)
Saat ini, administrasi Masjid Al-Aqsa berada di bawah pengawasan Lembaga Wakaf Islam yang didukung oleh Yordania, meskipun Israel memegang kendali keamanan di wilayah tersebut. Status kepemilikan kompleks ini tetap menjadi isu paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina, di mana Palestina menginginkan kedaulatan penuh atas Yerusalem Timur. Untuk menjaga ketertiban, Israel sering menerapkan pembatasan akses masuk berdasarkan usia dan domisili bagi warga Palestina, sementara umat Yahudi umumnya dilarang berdoa secara terang-terangan di dalam kompleks demi menjaga status quo dan menghindari ketegangan yang lebih luas.
Kondisi di lapangan sering kali memanas akibat berbagai insiden, seperti kunjungan tokoh politik yang provokatif dan proyek penggalian arkeologi di sekitar fondasi masjid. Peristiwa besar seperti Intifadah Al-Aqsa pada tahun 2000 menunjukkan betapa cepatnya ketegangan di area ini bisa berubah menjadi perlawanan rakyat berskala besar. Bagi umat Islam, proyek penggalian yang dilakukan Israel di bawah tanah kompleks dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas bangunan masjid, sehingga Al-Aqsa terus menjadi simbol perjuangan yang krusial bagi rakyat Palestina dan dunia Islam hingga hari ini.
Masjid Al-Aqsa adalah simbol keteguhan iman dan identitas bangsa Palestina yang sangat dalam. Dari sejarahnya yang panjang hingga arsitekturnya yang megah, seluruh area suci ini menyimpan pesan tentang keberkahan yang diakui oleh berbagai peradaban dunia. Menjaga kelestarian dan memahami nilai penting Al-Aqsa adalah bentuk penghormatan kita terhadap warisan suci yang tak ternilai harganya ini.