6 Jenis Burung Crossbill Genus Loxia, Spesialis Biji Konifer

- Genus Loxia dikenal dengan paruh menyilang yang berfungsi untuk mengambil biji dari buah konifer, menjadikannya spesialis pemakan biji pinus di berbagai wilayah dunia.
- Terdapat enam spesies utama yaitu Loxia curvirostra, Loxia leucoptera, Loxia megaplaga, Loxia pytyopsittacus, Loxia scotica, dan Loxia sinesciuris dengan ciri fisik serta persebaran habitat berbeda.
- Keberlangsungan hidup burung crossbill bergantung pada kelestarian hutan konifer; fragmentasi habitat dan perubahan iklim dapat mengancam populasi mereka di masa depan.
Genus Loxia merujuk pada paruh silang yang ada pada burung dalam keluarga Fringillidae. Sebagai alasan bentuk paruh yang menyilang, jenis burung dalam genus ini disebut crossbill. Bentuk paruh yang demikian sangat berfungsi sebagai tuas atau alat untuk mengeluarkan biji pinus.
Burung crossbill akan menyelipkan paruh di antara sisik buah pinus atau konifer. Lalu, paruh tersebut akan membuka paksa buah untuk mengambil biji dari dalam. Keunikan burung crossbill dalam mendapatkan makanan sangat menarik perhatian, karena tampilannya pun beragam. Yuk mengenal lebih, siapa saja spesies burung crossbill yang ada dalam genus Loxia? Simak ulasannya sebagai berikut.
1. Loxia curvirostra

Spesies burung yang disebut juga crossbill merah (Loxia curvirostra) ini, menghuni hutan konifer di Eurasia dan Amerika Utara. Dilansir Inaturalist, mereka spesies burung yang bermigrasi, berpindah-pindah tempat sesuai ketersediaan buah yang dihasilkan dari hutan konifer. Burung ini memiliki warna cerah, dengan jantan berwarna merah atau oranye. Sedangkan burung betina berwarna hijau atau kuning, sehingga di Amerika Utara, mereka dikenal red crossbill dan di Eropa disebut common crossbill. Sedangkan sayapnya berwarna cokelat tanpa ada corak garis. Umumnya memiliki panjang tubuh 20 cm dengan berat sekitar 40-53 g.
Burung crossbill merah (Loxia curvirostra), diidentifikasi secara resmi oleh naturalis Swedia Carl Linnaeus tahun 1758. Genus Loxia berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berati silang dan curvirostra merupakan bahasa Latin yang berati paruh melengkung. Mereka sering berada dalam kelompok kecil dengan kicauan bervariasi. Biasanya teridentifikasi dengan panggilan "chip" satu nada.
2. Loxia leucoptera

Spesies burung ini juga disebut crossbill bergaris dua atau bersayap putih (Loxia leucoptera). Burung crosbill bersayap putih ini, dapat ditemukan berkembangbiak di hutan konifer yang ada di Alaska, Kanada, bagian paling utama Amerika Serikat. Selain itu, juga di Palearktik hingga Eropa timur laut. Di hutan konifer ini, mereka juga membuat sarang di pohon konifer. Inaturalist menyebutkan, sebagian besar spesies ini menetap, namun akan bermigrasi secara tidak teratur ke selatan selama sumber makanan tidak ada. Crossbill bersayap putih punya tampilan yang hampir mirip dengan crossbill merah. Namun, keduanya dapat dibedakan dari sayap yaitu terdapat garis putih di sayap, sedangkan crossbill merah tidak ada.
Umumnya, ukuran crossbill bersayap putih (Loxia leucoptera) punya panjang 14,5-17 cm dengan berat 25-40 g. Selain paruh menyilang, mereka punya kaki pendek, ekor bercabang dan skapula warna hitam atau cokelat kehitaman dengan tepi berwarna merah muda. Ekor bagian atas terdapat penutup warna hitam dengan pinggiran putih. Sedangkan pada burung betina, kepala dan bagian atas berwarna kuning kehijauan. Selain memakan biji kerucut konifer, burung ini juga memakan buah beri rowan dan cemara putih.
3. Loxia megaplaga

Spesies selanjutnya yang juga disebut dengan nama crossbill Hispaniola (Loxia megaplaga) merupakan endemik pulau Hispaniola. Yaitu keberadaannya terdapat di Haiti dan Republik Dominika yang mendiami hutan pinus Hispaniola. Mereka memakan biji dari buah kerucut pinus terutama pada pohon yang telah tua.
Crossbill Hispaniola (Loxia megaplaga) memiliki ukuran yang tergolong kecil yaitu sekitar 15-16 cm dengan berat 28 g. Ciri khas yang dimiliki sama seperti burung crossbill lainnya yang memiliki paruh menyilang. Burung jantan lebih berwarna daripada burung betina. Dilansir eBird, burung jantan punya warna cokelat kusam dengan bercak kemerahan hingga merah jingga. Terutama pada bagian punggung dan dada atas serta tengkuk. Pada sayap berwarna hitam dengan dua garis putih cerah. Sedangkan betina lebih berwarna cokelat kusam. Paruhnya lebih tebal dengan ekor pendek berlekuk.
Burung crossbill ini, memiliki suara keras dengan nyanyian getaran lembut serta serangkaian kicauan "djit, djit". Jika suara tersebut hampir tidak terdengar, maka sulit ditemukan keberadaannya. Meskipun mereka disebut sering berkelompok hingga berjumlah dua puluh ekor.
4. Loxia pytyopsittacus

Spesies burung ini juga disebut parrot crossbill (Loxia pytyopsittacus), yang hidup dan berkembangbiak pada hutan pinus di Eropa barat laut hingga Rusia barat. Sebagian besar burung ini menetap, namun juga bermigrasi ke seletan dan barat ketika sumber makanan berkurang. Burung jantan tampak berwarna lebih cerah daripada burung betina. Dilansir BirdID Nord University, jantan berwarna merah atau oranye sedangkan burung betina berwarna hijau atau kuning. Spesies ini disebut mirip dengan crosbill merah dan crosbill Skotlandia, karena perbedaannya sangat kecil. Ukurannya sedikit lebih besar dari burung crosbill lain, yaitu sekitar 16-18 cm. Mereka cukup besar dengan berat 44-58 g, dengan ukuran kepala lebih besar serta paruh lebih besar dan tebal. Sehingga, bentuk paruhnya yang menyilang tidak terlihat.
5. Loxia scotica

Spesies ini biasa disebut crossbill Skotlandia (Loxia scotica) yang merupakan burung crosbill endemik Skotlandia. Dilansir eBird, mereka hidup dan berkembangbiak di hutan pinus Skotlandia asli, selain itu juga di hutan konifer. Biasanya ditemukan berpasangan maupun dalam kelompok, berkicau dengan gembira, lompat ke sana sini sebelum akhirnya terbang. Burung yang menetap dan tidak terlihat bermigrasi, terkadang juga berkumpul dengan burung crosbill lainnya.
Spesies burung crossbill ini juga sangat sulit dibedakan dengan crossbill merah dan parrot crossbill. Karena burung jantan juga memiliki warna merah keseluruhan dan betina berwarna hijau keabu-abuan secara keseluruhan. Namun, mungkin dapat menjadi indikator tepat ketika mengenali suaranya "jip" yang metalik. Tetapi perlu identifikasi secara pasti meskipun menggunakan suara tersebut.
6. Loxia sinesciuris

Selanjutnya ada burung Cassia crosbill (Loxia sinesciuris) yang merupakan burung endemik. Keberadaannya terbatas di South Hills dan Pegunungan Albion, Idaho selatan, Amerika Serikat. Dilansir Ornitologi, sebutan nama bagi burung crossbill ini mengacu pada makanannya pinus lodgepole. Di mana pada tempat tersebut tidak ada predator biji mamalia utama, seperti tupai merah. Sehingga, burung Cassia crosbill ini menempati hutan pinus lodgepole yang tidak dihuni atau ditinggalkan tupai. Maka, ini menjadikan hal unik yang membedakannya dengan burung crossbill merah. Selain itu, mereka juga bersifat menetap atau tidak melakukan migrasi.
Tampilan Cassia crossbill (Loxia sinesciuris) memiliki kesamaan dengan crossbill merah. Cassia crossbill disebut punya paruh yang lebih dalam dan tebal. Sedangkan warna bulunya hampir sama, yaitu burung jantan merah bata di sepanjang dada, perut dan mahkotanya. Bulu sayapnya warna cokelat, serta burung betina berwarna hijau kusam atau kuning zaitun, dengan sayap warna cokelat. Selain itu, perbedaannya juga dapat diidentifikasi dari suara panggilannya. Nada lebih berdengung, bukan bersiul dengan suku kata yang berulang terus.
Keberadaan burung crossbill dengan spesies yang beragam dari genus Loxia tidak terhindar dari ketersediaan habitat. Yaitu hutan pinus atau konifer yang menghasilkan kerucut yang bisa diambil bijinya sebagai makanannya. Namun, fragmentasi habitat hingga terjadinya perubahan iklim yang mempengaruhi perubahan kondisi habitat. Mungkin bisa berdampak ke populasi burung crossbill, maka sebisa mungkin meminimalisir aktivitas yang bisa memicu kerusakan habitat. Semoga bermanfaat!











![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kamu Bisa Time Travel ke Masa Lalu atau Masa Depan?](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)






