Langit malam sering kali lebih jujur daripada linimasa media sosial. Ia tak pernah benar-benar kosong, hanya kita yang jarang menengadah. Di antara hujan meteor populer, seperti Perseids atau Geminids, ada satu fenomena yang nyaris tak terdengar namanya. Namun, diam-diam melintas di langit selatan, yaitu Gamma Normids. Ia bukan pertunjukan kosmik yang penuh gemuruh, melainkan bisikan cahaya yang muncul saat dunia sibuk dengan rutinitasnya.
Menariknya, Gamma Normids sering aktif di akhir Februari hingga Maret. Periode ini ternyata kerap bersinggungan dengan Ramadan. Jadi, ketika malam-malam puasa terasa lebih panjang dan reflektif, langit sebenarnya sedang “menyala pelan”. Lalu, apa saja fakta unik di balik hujan meteor misterius ini? Yuk, kita kupas satu per satu!
