7 Cara Mengatasi Hairball pada Kucing, Lakukan secara Rutin!

- Hairball terjadi saat kucing menelan bulu mati saat grooming, lalu memuntahkannya karena bulu tidak bisa dicerna dan menumpuk di saluran pencernaan.
- Langkah pencegahan meliputi rutin menyisir, memberi makanan tinggi serat atau suplemen khusus, memangkas bulu, serta mencegah over-grooming akibat stres atau kebosanan.
- Pemeriksaan dokter diperlukan jika hairball muncul terlalu sering atau disertai gejala seperti muntah berulang, kehilangan nafsu makan, dan kelesuan untuk memastikan penanganan yang tepat.
Pernah mendapati kucing muntah, tetapi bukan makanan ataupun cairan? Bisa jadi anabul sedang mengalami muntah bulu atau sering disebut hairball. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan bulu-bulu rontok yang tertelan dan masuk ke pencernaannya.
Meski termasuk wajar, bukan berarti kamu bisa membairkannya begitu saja, lho. Kamu tetap perlu membantu meringankannya dengan cara mengatasi hairball pada kucing berikut ini.
Table of Content
Apa itu hairball pada kucing?

Kucing memang suka banget membersihkan diri dengan cara menjilati bulunya. Tekstur lidahnya memungkinkan kucing untuk menangkap kotoran saat grooming mandiri. Namun, bukan hanya kotoran, bulu-bulu mati juga ikut tersangkut sehingga akhirnya tertelan.
Masalahnya, bulu yang sebagian besar terbuat dari keratin ini tidak bisa tercerna ataupun dipecah oleh enzim pencernaan, melansir PetMD. Bulu-bulu yang tertelan biasanya bisa melewati saluran pencernaan, lalu keluar sebagai kotoran tanpa masalah. Namun, jika tertinggal di perut, maka akan membentuk bola rambut. Alih-alih dikeluarkan bersamaan dengan kotoran, kucing akan memuntahkannya agar keluar dari pencernaan.
FYI, bentuk muntahan hairball tidak selalu berbentuk bulat, lho. Biasanya cenderung lonjong dan lunak ketika disentuh. Beberapa kucing pun menunjukkan gejala gelisah, batuk-batuk, perut kontraksi, sebelum akhirnya memuntahkan bulu tersebut.
Cara mengatasi hairball pada kucing
Muntah bulu memang jadi satu gejala normal pada kucing. Dikatakan demikian selama frekuensinya tidak terlalu sering. Selain itu, kucing pun tampak tidak mengalami perubahan nafsu makan atau menampilkan gejala kelesuan atau hal lainnya.
Namun, kamu tetap bisa membantu mengurangi risiko hairball pada anabul dengan melakukan beberapa hal berikut.
1. Sisir dan grooming secara rutin

Salah satu cara mengatasi hairball pada kucing dengan mudah adalah rutin menyisir bulu anabul. Dengan grooming tambahan ini, kamu dapat mengurangi risiko bulu rontok yang tertelan oleh kucing. Bulu-bulu mati yang rontok akan menempel di sisir dan bisa langsung dibuang.
Lantas, apakah kucing harus disisir setiap hari? Jawabannya tergantung pada jenis anabul, aktivitas yang dilakukan, hingga tingkat rontok bulunya. Namun, sebisa mungkin lakukan dengan rutin, ya.
2. Beri makan khusus bulu dan kulit
Beberapa jenis makanan diformulasikan khusus untuk kesehatan bulu dan kulit anabul. Selain membantunya tidak mudah rontok, makanan khusus hair and skin juga dapat mengeluarkan bulu dari sistem pencernaan kucing, melansir Good RX.
Makanan yang diformulasikan untuk hairball biasanya mengandung serat lebih tinggi. Kandungan tersebut bisa mengurangi frekuensi produksi bola rambut.
3. Berikan suplemen untuk bulu dan kulit

Selain makanan, kamu juga bisa mempertimbangkan suplemen khusus bulu dan kulit sebagai cara mengatasi hairball pada kucing. Suplemen ini dikhususkan untuk meningkatkan kesehatan pencernaan atau menguatkan bulu kucing.
Meski demikian, kamu tidak bisa memberikan sembarang suplemen kepada anabul, ya. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menambahkan apa pun ke dalam makanan anabul.
4. Mencegah kucing agar tidak over-grooming
Kondisi tertentu pada kucing dapat membuatnya terus self grooming. Misalnya, stres atau merasa bosan. Untuk itu, penting buat mengidentifikasi terlebih dahulu apa yang memicu anabul menjadi over-grooming.
Sebisa mungkin bantu kucing mencegahnya melakukan grooming secara berlebihan. Kamu bisa mengonsultasikannya pada dokter untuk mengidentifikasi masalah dan menemukan perawatan yang tepat sesuai kondisi anabul.
5. Potong bulu secara rutin

Memangkas bulu kucing secara rutin bisa membantu mengurangi bulu rontok yang berpotensi tertelan saat grooming. Selain itu, bulu lama yang rusak juga akan tergantikan dengan pertumbuhan bulu baru yang lebih sehat.
Kucing berbulu panjang biasanya lebih rentan mengalami bulu kusut hingga menggimbal jika jarang dirawat. Karena itu, mencukur atau merapikan bulunya sesekali dapat membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan anabul.
6. Membiarkan kucing memakan rumput

Beberapa kucing biasanya akan makan rumput saat merasa ada gumpalan bulu di dalam perutnya. Rumput membantu merangsang kucing untuk memuntahkan hairball sehingga bulu yang tertelan tidak menyumbat saluran pencernaan.
Karena itu, saat anabul terlihat mencoba memakan rumput, pawrents gak perlu langsung panik. Bisa jadi, kucing sedang berusaha mengeluarkan hairball secara alami.
Meski begitu, tetap pastikan rumput yang dimakan aman dan tidak terkena pestisida atau bahan kimia berbahaya lainnya, ya.
7. Pengecekan ke dokter

Kalau hairball sudah terlalu sering muncul atau terlihat menumpuk secara tidak wajar di saluran pencernaan, sebaiknya segera periksakan kucing ke dokter hewan. Normalnya, bulu yang tertelan bisa ikut keluar bersama feses tanpa menimbulkan masalah serius.
Proses pencernaan pada kucing umumnya berlangsung sekitar 7—12 jam. Namun, jika jumlah bulu yang tertelan cukup banyak, proses pengeluarannya bisa memakan waktu hingga 24—48 jam.
Nah, apabila anabul tetap kesulitan mengeluarkan hairball, muntah terus-menerus, kehilangan nafsu makan, atau tampak lemas setelah melewati waktu tersebut, jangan tunda untuk membawanya ke dokter hewan agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Kapan harus ke dokter?

Meski wajar, bukan berarti hairball bisa dibiarkan bergitu saja. Ada kalanya muntah bulu memerlukan perhatian khusus yang tidak cukup dengan cara mengatasi hairball pada kucing seperti di atas. Misalnya, ketika hairball disebabkan karena anabul menelan benda asing, mengalami penyakit radang usus, dan penyakit lain.
Tanda waspada perlu menyala ketika mendapati anabul terlalu sering memuntahkan bulu, bahkan bisa lebih dari sekali sehari. Selain itu, jika ada gejala lain seperti sering tersedak, mual berulang, sembelit dan diare, penurunan berat badan, perubahan nafsu makan, dan sebagainya.
Jika demikian, maka kamu perlu membawa anabul ke dokter hewan, ya. Dokter akan mengidentifikasi masalah kulit, pemeriksaan urine dan tinja, hingga uji coba makanan hipoalergenik. Pengujian tersebut ditujukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan perawatan yang tepat.
Kombinasi cara mengatasi hairball pada kucing mungkin diperlukan untuk hasil lebih efektif. Pastikan kamu melakukannya secara rutin, ya.
FAQ Seputar Cara Mengatasi Hairball pada Kucing
| Apakah hairball lebih sering terjadi pada kucing berbulu panjang? | Ya. Kucing berbulu panjang seperti Persia atau Maine Coon cenderung lebih sering mengalami hairball karena lebih banyak bulu yang tertelan saat grooming. |
| Apakah air minum yang cukup bisa membantu mengurangi hairball? | Bisa. Hidrasi yang baik membantu bulu yang tertelan bergerak lebih lancar melalui saluran pencernaan dan keluar bersama feses. |
| Mengapa makanan basah sering direkomendasikan untuk kucing yang mengalami hairball? | Karena kandungan air pada makanan basah membantu sistem pencernaan bekerja lebih lancar dan memudahkan bulu keluar bersama kotoran. |
















