Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Menarik Tentang Orang Andes yang Berevolusi Karena Pola Makan

5 Fakta Menarik Tentang Orang Andes yang Berevolusi Karena Pola Makan
potret penduduk Andes (wikimedia.commons.org/kuintet)
Intinya Sih
  • Masyarakat Quechua di Pegunungan Andes berevolusi memiliki kemampuan mencerna pati lebih efisien karena ribuan tahun mengonsumsi kentang sebagai makanan utama.
  • Penelitian menemukan masyarakat Andes memiliki lebih banyak salinan gen AMY1 yang menghasilkan enzim amilase, membuat tubuh mereka lebih efektif memecah pati menjadi gula sederhana.
  • Evolusi masyarakat Andes tidak hanya dipengaruhi lingkungan ekstrem, tetapi juga pola makan jangka panjang, menegaskan bahwa kebiasaan konsumsi dapat membentuk adaptasi biologis manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bayangkan jika makanan yang dimakan nenek moyang selama ribuan tahun ternyata bisa memengaruhi cara tubuh bekerja hari ini. Itulah yang ditemukan ilmuan pada masyarakat Quechua yang merupakan penduduk asli dataran tinggi Andes, Amerika Selatan. Mereka diduga memiliki kemampuan mencerna pati lebih baik dibanding banyak populasi lain di dunia karena sejarah panjang konsumsi kentang.

Lalu, bagaimana pola makan masyarakat Andes bisa memengaruhi tubuh mereka selama ribuan tahun dan dampaknya bagi manusia modern? Simak fakta-fakta menariknya dalam artikel berikut.

1. Kentang sudah jadi makanan utama penduduk Andes selama ribuan tahun

Beberapa kentang segar berwarna kuning kecokelatan keluar dari karung goni di atas tanah yang lembap dengan daun hijau di sekitarnya.
ilustrasi kentang (pexels.com/Pixabay)

Masyarakat di wilayah Pegunungan Andes diketahui menjadi salah satu kelompok pertama di dunia yang membudidayakan kentang, bahkan sejak sekitar 10.000 tahun lalu. Di daerah dengan cuaca dingin dan medan pegunungan yang sulit untuk pertanian lain, kentang menjadi sumber makanan utama yang paling mudah ditanam dan dikonsumsi sehari-hari.

Karena dimakan secara terus-menerus selama ribuan tahun dan diwariskan dari generasi ke generasi, para ilmuan menduga tubuh masyarakat Andes perlahan ikut beradaptasi. Salah satunya adalah kemampuan untuk mencerna pati dari kentang dengan lebih efisien dibanding sebagian populasi lain di dunia.

2. Gen AMY1 pada tubuh masyarakat Andes

Peneliti mengenakan sarung tangan biru dan pakaian pelindung sedang memegang tabung reaksi berisi cairan hijau di laboratorium.
ilustrasi penelitian (pexels.com/www.kaboompics.com)

Adaptasi pada sistem pencernaan masyarakat Andes berkaitan dengan gen bernama AMY1, yaitu gen yang berperan menghasilkan enzim amilase. Enzim ini membantu tubuh memecah pati menjadi gula sederhana sejak makanan mulai dikunyah di dalam mulut.

Dalam penelitian, ilmuan menemukan bahwa masyarakat Andes cenderung memiliki lebih banyak salinan gen AMY1 dibandingkan beberapa populasi lain. Secara sederhana, semakin banyak salinan gen ini, semakin efektif tubuh dalam memproses makanan berpati seperti kentang.

3. Evolusi masyarakat Andes dipengaruhi banyak faktor

Pemandangan pegunungan Andes dengan puncak bersalju yang terpantul di permukaan danau tenang di bawah langit berawan.
potret wilayah pegunungan Andes (pexels.com/Jose Luis QE)

Tidak hanya dipengaruhi oleh makanan seperti kentang, penelitian tentang masyarakat Andes menunjukkan sebagian kelompok masyarakat Andes diduga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap kandungan arsenik alami dalam air yang mereka konsumsi.

Paparan arsenik tersebut terjadi dalam waktu yang sangat panjang dan dialami secara turun-temurun, sehingga tubuh mereka perlahan mengembangkan cara untuk menghadapi zat beracun itu lebih baik daripada kelompok manusia lainnya.

4. Miskonsepsi adaptasi manusia: hanya selalu karena lingkungan ekstrem

Permukiman padat di tepi laut dengan rumah-rumah berdiri di atas air biru jernih, menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir.
ilustrasi masyarakat hidup berdampingan dengan laut (pexels.com/Luqman Hakim)

Selama ini, adaptasi manusia lebih sering dikaitkan dengan kondisi lingkungan ekstrem. Salah satu contohnya dapat dilihat pada Suku Bajo, kelompok masyarakat laut di Asia Tenggara yang dikenal memiliki kemampuan menyelam dan menahan napas jauh lebih lama dibanding kebanyakan orang. Kemampuan tersebut berkembang karena nenek moyang mereka hidup berdampingan dengan laut selama ratusan hingga ribuan tahun.

Namun, penelitian tentang masyarakat Andes membuktikan bahwa adaptasi manusia ternyata dapat dipengaruhi juga oleh makanan yang dikonsumsi secara terus-menerus selama ribuan tahun. Ketika suatu kelompok mengandalkan jenis makanan yang sama dalam waktu sangat lama, tubuh mereka perlahan dapat menyesuaikan diri agar lebih efisien dalam mencerna dan memanfaatkan makanan tersebut.

5. Muncul pertanyaan: Bagaimana pengaruh makanan modern bagi masyarakat saat ini?

ilustrasi makan makanan cepat saji
ilustrasi makan makanan cepat saji (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Penelitian ini juga memunculkan pertanyaan menarik tentang pandangan kehidupan modern saat ini. Bagaimana dengan dampak makanan modern yang sekarang dikonsumsi hampir setiap hari?

Saat ini, banyak orang hidup berdampingan dengan makanan ultra-proses, tinggi gula, garam, dan bahan tambahan lain yang belum pernah dikonsumsi manusia dalam skala sebesar sekarang. Meski dampaknya terhadap evolusi manusia belum bisa diketahui dalam waktu singkat, para ilmuan percaya pola makan tetap memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan dan cara tubuh beradaptasi.

Temuan tentang masyarakat Andes menunjukkan bahwa hubungan manusia dan makanan ternyata jauh lebih dalam dari sekadar rasa kenyang. Apa yang dimakan manusia selama ribuan tahun tidak hanya memengaruhi budaya, tetapi juga perlahan dapat memengaruhi tubuh itu sendiri. Tulisan ini bisa menjadi pengingat bahwa kebiasaan makan hari ini mungkin saja ikut membentuk generasi manusia di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More