Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Alasan Mengapa Burung Hantu Tidak Boleh Dipelihara, Bisa Bahaya!
ilustrasi burung hantu (unsplash.com/Jesse Cason)
  • Burung hantu adalah hewan liar dengan kebutuhan spesifik; pemeliharaan rumahan dapat meningkatkan risiko zoonosis, termasuk paparan parasit, bakteri Salmonella, dan virus flu burung melalui kotoran atau kontak.
  • Perawatan jangka panjang dapat menyulitkan burung hantu kembali ke alam karena ketergantungan pada manusia, sementara kebutuhan pakan hidup dan kemampuan berburu harus tetap dipenuhi.
  • Sifat soliter, mudah stres, dan naluri berburu membuat burung hantu berpotensi agresif; pemeliharaannya juga dapat melanggar aturan, terutama bila tanpa izin atau berasal dari perdagangan ilegal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak orang yang berpikir bahwa memelihara burung hantu dinilai sangat menarik, khususnya penampilan mereka yang terlihat eksotis dan juga misterius. Namun, sebetulnya realita dalam memelihara burung hantu justru jauh lebih kompleks dan menuntut perhatian yang lebih, khususnya bagi orang-orang yang mungkin belum pernah mengenal atau pun berinteraksi dengan burung hantu secara langsung.

Burung hantu bukanlah hewan peliharaan biasa, sebab mereka pada dasarnya merupakan hewan liar yang memiliki kebutuhan alami secara spesifik dan jauh sekali dari kondisi rumahan. Jika kamu tetap memaksakan diri untuk memelihara burung hantu, maka ada beberapa bahaya atau pun tantangan berikut ini yang perlu diperhatikan sebelum memelihara burung hantu agar nantinya tidak sampai menyesal.

1. Risiko membawa penyakit zoonosis

ilustrasi burung hantu (unsplash.com/Zdeněk Macháček)

Merupakan salah satu hewan yang berisi kau membawa penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Burung hantu sering kali membawa parasit atau pun bakteri, seperti Salmonella yang biasanya akan tersebar melalui kotoran yang dimilikinya dan ini tentu akan berbahaya.

Burung hantu yang terinfeksi virus seperti Avian Influenza atau flu burung juga dapat membahayakan kesehatan dari pemiliknya. Tidak mengherankan apabila kontak langsung atau pun tidak sengaja menyentuh kotoran. Burung hantu bisa menyebabkan berbagai risiko infeksi serius, sehingga harus menjaga kebersihan kandangnya dengan baik dan juga berusaha meminimalisir kontak fisik dengan hewan tersebut.

2. Tidak bisa kembali ke habitatnya dalam kondisi normal

ilustrasi burung hantu (unsplash.com/Bob Brewer)

Burung hantu merupakan hewan karnivora yang memang memerlukan pakan hidup, seperti burung kecil, tikus, hingga serangga. Bagi banyak orang yang mungkin memelihara burung hantu tentu menjadi tantangan tersendiri untuk bisa memenuhi segala kebutuhannya, sehingga kebutuhan emosional mau pun logistiknya akan tetap aman.

Sayangnya burung hantu yang terlalu lama dirawat oleh manusia justru bisa mengalami kesulitan apabila dikembalikan ke alam liar. Bukan tidak mungkin jika hewan tersebut akan rentan mati karena tidak mampu untuk beradaptasi atau pun mencari makan sendiri, sehingga mereka akan mengalami kesulitan dan pada akhirnya tidak bisa bertahan hidup dengan baik.

3. Mudah stres dan agresif

ilustrasi burung hantu (unsplash.com/Dominik Van Opdenbosch)

Seperti yang diketahui bahwa burung hantu merupakan hewan dengan sifat soliter yang sering kali kurang interaktif. Biasanya hewan soliter yang jarang sekali menunjukkan afeksi terhadap pemiliknya akan lebih senang menyendiri, sehingga hal ini juga akan terlihat pada burung hantu dalam menghabiskan waktunya.

Burung hantu memiliki naluri yang kuat untuk berburu, sehingga bukan tidak mungkin mereka akan cenderung lebih agresif apabila merasa terancam atau pun terganggu. Inilah yang bisa menyebabkan interaksi dengan burung hantu menjadi sangat terbatas atau bahkan berbahaya, khususnya jika burung hantu merasa stres atau pun tertekan dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.

4. Rentan bermasalah dalam urusan legalitas

ilustrasi burung hantu (unsplash.com/Michael Chambers)

Di beberapa negara ternyata memelihara burung hantu sebagai hewan peliharaan justru dianggap sebagai tindakan yang dapat melanggar hukum, apalagi jika tidak berlandaskan izin khusus. Burung hantu justru dianggap dilindungi oleh undang-undang setempat, sebab mereka merupakan bagian penting dari ekosistem alami.

Jika kamu memelihara burung hantu melalui penangkapan atau pun perdagangan ilegal, maka hal ini akan secara otomatis merusak populasinya di alam liar. Selain aspek hukum, tentunya ada pertimbangan etis dalam memelihara burung liar di lingkungan rumah, sehingga bisa saja mengganggu tetangga ataupun orang-orang lain yang ada di sekitar.

Melihara burung hantu ternyata membutuhkan komitmen dan juga pemahaman yang mendalam, sehingga tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Namun, tetap saja hal ini menimbulkan bahaya dan juga risiko tersendiri, sehingga sebaiknya dapat dipertimbangkan lagi. Jangan sembarangan dalam memelihara burung hantu, apalagi tanpa pengetahuan dan persiapan yang memadai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article