5 Peran Penyu bagi Keberlangsungan Ekosistem Laut, Lindungi, yuk!

Penyu menjadi indikator kesehatan laut dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem.
Migrasi dan aktivitas bertelur penyu turut mendistribusikan nutrisi ke lingkungan.
Penyu berperan penting dalam rantai makanan sebagai predator sekaligus mangsa.
Penyu adalah salah satu hewan reptil yang dilindungi di seluruh dunia karena keberadaan mereka yang semakin terancam dan jumlah mereka yang semakin menurun. Selama hidup, penyu melakukan migrasi yang sangat panjang hingga ratusan, bahkan ribuan kilometer setiap tahunnya untuk mempertahankan keberlangsungan hidup. Dari laut, mereka berjalan ke pesisir darat untuk bertelur dan kembali ke laut untuk melanjutkan hidup.
Sayangnya, beberapa aktivitas, terutama aktivitas manusia, kerap kali mengganggu keberlangsungan hidup reptil laut ini. Sebagai contoh, adanya perburuan liar untuk komersial dan rekreasional hilang; rusaknya habitat di darat akibat pembangunan pesisir, polusi, serta perubahan iklim; pembunuhan penyu maupun penangkapan telur penyu; terjerat sampah laut; hingga disebabkan oleh kecelakaan laut. Padahal, penyu laut memiliki peranan yang sangat penting bagi ekosistem laut.
Tanpa adanya penyu, beberapa kehidupan laut bisa terganggu. Apa saja peran penting penyu bagi ekosistem laut? Inilah daftarnya.
1. Sebagai indikator kesehatan laut

ilustrasi penyu berenang (pexels.com/Tom Fisk) Penyu menempati berbagai habitat laut selama siklus hidup, termasuk laut lepas, pesisir, dan terumbu karang. Keberadaan penyu yang sehat menunjukkan bahwa lingkungan laut dan ekosistem mereka masih berfungsi dengan baik. Sebaliknya, ketika keberadaan penyu semakin sedikit, hal ini bisa menjadi indikator bahwa terjadi kerusakan di beberapa tempat di laut. Sebagai contoh, adanya polusi air, kerusakan terumbu karang, ledakan alga berbahaya, atau kerusakan daerah pesisir yang menjadi habitat berkembang biak mereka.
2. Sebagai agen distribusi nutrisi

ilustrasi migrasi penyu (pexels.com/Shaylon Elmore) Penyu bertahan hidup dengan melakukan migrasi yang sangat jauh hingga melintasi hamparan samudra. Pola migrasi penyu ini juga memiliki peran ekologis penting bagi ekosistem laut. Saat penyu berpindah ke daratan untuk bertelur dan kembali ke laut untuk menghabiskan hidup, mereka mengeluarkan limbah organik yang bisa menjadi sumber nutrisi bagi kehidupan organisme lain di sepanjang jalur yang mereka lalui.
Selain itu, saat mereka bertelur di wilayah daratan, telur-telur yang menetas atau pun tidak menetas bisa melepaskan berbagai sumber nutrisi ke lingkungan, seperti fosfor, kalium, dan nitrogen. Nutrisi-nutrisi ini sangat penting untuk kesuburan tanah yang mendukung pertumbuhan vegetasi pantai. Ketika vegetasi berkembang dengan baik, ini bisa menyuplai nutrisi lain bagi makhluk hidup di bawah sehingga mendukung keberlangsungan organisme di pesisir pantai secara umum.
3. Sebagai habitat organisme kecil di laut

ilustrasi penyu dalam laut (pexels.com/Belle Co) Siapa sangka, ternyata tempurung atau cangkang penyu juga bisa menjadi rumah bagi ribuan hewan kecil di laut, seperti epibion, teritip, krustasea kecil, dan alga. Makhluk-makhluk kecil ini menempel pada permukaan cangkang penyu dan menghabiskan seluruh hidup mereka bersama penyu menjelajahi lautan. Di perairan, hewan-hewan kecil ini menjadi makanan bagi hewan lain yang berukuran lebih besar, seperti ikan kecil dan udang.
Selain itu, penyu juga memiliki simbiosis atau hubungan menguntungkan dengan beberapa organisme laut lainnya, seperti ikan remora. Ikan remora berenang dengan menempelkan tubuh mereka pada tempurung penyu karena memiliki kemampuan berenang yang lemah. Dalam hal ini, penyu menjadi alat transportasi gratis serta alat pelindung ikan tersebut dari derasnya perairan dan ancaman predator. Di sisi lain, ikan remora memakan segala kotoran, teritip, kuman, dan parasit yang menempel pada cangkang penyu sehingga memberikan manfaat “pembersihan”.
4. Menyeimbangkan populasi di bawah air

ilustrasi penyu dan terumbu karang (pexels.com/John Cahil Rom) Di Bumi, ada setidaknya tujuh spesies penyu laut, yaitu penyu sisik, penyu belimbing, penyu hijau, penyu tempayan, penyu lekang, penyu pipih, dan penyu Kemp’s ridley. Masing-masing jenis ini memiliki pola makan dan habitat yang bervariasi. Apa yang mereka konsumsi membantu menyeimbangkan jumlah populasi organisme tersebut di dalam laut.
Penyu sisik adalah penyu yang banyak menghabiskan waktu mereka di daerah terumbu karang. Mereka memakan spons laut dan membantu mengendalikan populasi tersebut sehingga tidak menutupi terlalu rapat dan mencekik terumbu karang. Selain itu, diet ini juga memungkinkan beberapa spesies spons laut yang kurang umum bisa tumbuh sehingga dapat meningkatkan keanekaragaman hayati.
Penyu belimbing adalah jenis penyu terbesar dan terberat di antara yang lain. Penyu ini memakan ubur-ubur dan membantu mencegah ledakan ubur-ubur di lautan. Tanpa adanya penyu belimbing, populasi ubur-ubur bisa meledak dan memangsa larva ikan. Ketika tidak ada larva ikan, jumlah ikan bisa menurun atau bahkan tidak ada ikan di laut.
Penyu hijau dewasa memakan rumput laut atau lamun. Mereka bertindak seperti pemangkas atau pemotong rumput di lautan yang mengendalikan pertumbuhan padang lamun. Dengan begitu, cahaya Matahari bisa masuk ke dalam lautan dan membuat rumput-rumput laut ini tetap tumbuh dengan baik.
Penyu tempayan adalah jenis penyu karnivor, tetapi sesekali juga memakan tumbuhan. Mereka memakan invertebrata bercangkang keras, seperti keong laut, moluska, dan kepiting. Penyu lekang memakan spons dan lamun. Penyu pipih memakan cumi-cumi, teripang, karang lunak, ikan, dan rumput laut. Sementara, penyu Kemp’s ridley gemar memakan kepiting.
5. Menjadi mangsa predator puncak

ilustrasi penyu berenang di lautan (pexels.com/Arias Bima) Selain memangsa, penyu juga menjadi mangsa oleh organisme lain yang membuat mereka penting dalam rantai makanan. Saat masih menjadi telur, telur penyu sering kali menjadi mangsa burung, kepiting, ikan, dan mamalia darat. Sementara, penyu dewasa menjadi mangsa predator laut puncak, seperti ikan hiu dan paus pembunuh. Di beberapa pantai, penyu laut betina kadang juga menjadi mangsa jaguar yang berkeliaran di pantai tempat penyu bertelur pada malam hari.
Penyu adalah salah satu hewan laut yang memiliki peran penting dalam ekosistem laut. Mereka bisa menjadi mangsa maupun predator yang penting dalam rantai makanan serta membantu menyeimbangkan populasi bawah air. Punahnya penyu bisa berisiko mengganggu peran ekologis di ekosistem yang berdampak juga pada organisme lain untuk bertahan hidup.




















