Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bagaimana Anjing Bantu Penyandang Autisme Secara Emosional?

Bagaimana Anjing Bantu Penyandang Autisme Secara Emosional?
ilustrasi penyandang autis bermain bersama anjing (pexels.com/Maksim)
Intinya Sih
  • Anjing membantu anak autis meningkatkan keterampilan sosial dan komunikasi melalui interaksi langsung, pelatihan sosial berbantuan hewan, serta menurunkan gejala depresi dan masalah interpersonal.
  • Kehadiran anjing peliharaan atau pemandu terbukti memperbaiki kesehatan mental anak autis dengan mengurangi kecemasan, kemarahan, serta memberikan rutinitas dan rasa tanggung jawab yang positif.
  • Anjing terapi memberi kenyamanan emosional, menenangkan saat tantrum, mendukung kebutuhan sensorik lewat permainan, dan membentuk ikatan mendalam yang membantu anak autis merasa aman serta tidak kesepian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Anjing dikenal sebagai sahabat setia manusia. Hewan berbulu ini mampu memahami dan merespons emosi manusia. Salah satu kelebihan anjing yang luar biasa adalah kemampuannya untuk komunikasi dengan anak peyandang autisme.

Autis merupakan gangguan neurologis yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang disertai dengan kesulitan dalam mengatur emosi dan perilaku. Wah, sudah terbayang kan betapa hebatnya anjing-anjing dalam berinteraksi dengan anak penyandang autis?

Nah, dalam artikel ini kita akan membahas cara anjing bantu penyandang autisme secara emosional. Kita juga akan melihat seberapa penting kehadiran anjing di kehidupan anak-anak autis. Berikut penjelasannya!

1. Anjing membantu meningkatkan keterampilan komunikasi

ilustrasi penyandang autis bersama anjing
ilustrasi penyandang autis bermain bersama anjing (pexels.com/Helena)

Anak-anak autis yang memiliki anjing peliharaan atau anjing penolong menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam situasi sosial. Anak-anak ini mampu menunjukkan ketegasan dan peningkatan perilaku seperti berbagi dan empati.

Dilansir Habri.org, memasukkan anjing tetapi ke dalam pelatihan keterampilan sosial untuk anak-anak autisme lebih bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan sosial dibandingkan dengan pelatihan tanpa anjing. Hal ini juga didukung oleh adanya penelitian tentang 'Peningkatan Keterampilan Sosial dengan Bantuan Hewan untuk Anak-Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme'.

Penelitian tersebut membandingkan anak usia 8-14 tahun di fasilitas perawatan terapeutik yang berpartisipasi dalam pelatihan keterampilan sosial selama 12 minggu dengan atau tanpa kehadiran anjing terapi. Hasilnya, anak-anak yang berada dalam kelompok anjing melaporkan pengurangan gejala yang lebih besar yang diukur dengan Masalah Interpersonal dan Masalah Fungsional dibandingkan dengan anak-anak kelompok tanpa anjing.

Adanya studi ini juga menunjukkan bahwa anak-anak yang menerima intervensi keterampilan sosial dengan bantuan hewan menunjukkan tingkat perubahan dalam hal keterampilan sosial, pengambilan perspektif, teori pikiran, dan penurunan perasaan depresi.

2. Anjing meningkatkan kesehatan mental

ilustrasi penyandang autis bersama anjing
ilustrasi penyandang autis bermain bersama anjing (pexels.com/Helena)

Umumnya, anak-anak autisme sering kali mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Penelitian telah menemukan bahwa hewan peliharaan dianggap sebagai pusat pengelolaan kesehatan mental sehari-hari di antara pemilik hewan peliharaan yang mengelola kesehatan mental jangka panjang.

Adanya hewan peliharaan membantu membangun rutinitas harian yang stabil, memberikan pendampingan tanpa menghakimi, dan menanamkan tujuan dalam kehidupan pemilik hewan peliharaan setelah merawat hewan peliharaan tersebut.

Anjing pemandu adalah pilihan pengobatan populer bagi keluarga yang memiliki anak autis. Penggunaan anjing pemandu dalam keluarga telah terbukti mengurangi kecemasan dan kemarahan serta meningkatkan ketenangan pada anak autis. Studi juga menemukan bahwa anjing dan anjing peliharaan dapat mengurangi stres pengasuh dalam keluarga anak autis.

Adanya penelitian rumah tangga yang memiliki anjing peliharaan dan keluarga dengan anak-anak autisme, ketika orang tua menugaskan anak-anak untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab terhadap anjing peliharaan, anak-anak tersebut mengalami penurunan gejala depresi.

3. Memberikan rasa tenang dan nyaman bagi penyandang autisme

ilustrasi penyandang autis bersama anjing
ilustrasi penyandang autis bermain bersama anjing (pexels.com/Sam Lion)

Anjing terapi dapat memberikan kenyamanan dan stabilitas bagi anak autis. Ketika anak autis mengalami tantrum, anjing secara naluriah merespons dengan menawarkan tindakan lembut atau menenangkan. Tindakan anjing yang biasa dilakukan adalah menjilat atau bersandar pada anak tersebut untuk memberikan kenyamanan.

Kehadiran fisik ini dapat membantu menenangkan anak, mengurangi kecemasan, dan menciptakan efek menenangkan. Anjing terapi ini juga dilatih untuk lebih sabar dan tidak menghakimi ketika anak autis melakukan kesalahan.

4. Meningkatkan sensorik melalui permainan

ilustrasi penyandang autis bersama anjing
ilustrasi penyandang autis bermain bersama anjing (pexels.com/Selcen)

Anjing terapi biasanya terlibat dalam aktivitas yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan sensorik yang sehat bagi anak-anak autis. Permainan sensorik ini tentu memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan merasakan tekanan dalam, propriosepsi, keseimbangan vestibular, keterampilan motorik halus, dan kemampuan komunikasi.

Permainan sederhana seperti tarik tambang dan petak umpet mampu mendorong keterlibatan fisik, sementara itu, permainan seperti pijatan lembut dapat menumbuhkan interaksi dan koneksi. Momen bermain ini tidak hanya meningkatkan pemrosesan sensorik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan bebas stres bagi anak-anak autis.

5. Kemampuan membentuk ikatan yang mendalam

ilustrasi penyandang autis bersama anjing
ilustrasi penyandang autis bermain bersama anjing (pexels.com/Blue Bird)

Kehadiran anjing bagi anak autis sangat memengaruhi emosinya. Salah satu manfaat dari kehadiran ini adalah kemampuannya untuk membentuk ikatan yang mendalam dengan anak tersebut. Hubungan istimewa ini memberi anak tersebut pendamping yang selalu ada, tanpa menghakimi, menyalahkan, dan selalu siap memberikan kenyamanan dan dukungan emosional.

Anjing tidak memerlukan komunikasi verbal atau isyarat sosial yang kompleks, sehingga menjadikannya teman yang ideal bagi anak-anak yang mungkin kesulitan dalam interaksi sosial. Kehadiran anjing membantu mengisi kekosongan emosional dan meredakan rasa kesepian pada anak-anak autis.

Dampak anjing bantu penyandang autisme secara emosional sangatlah positif. Kehadiran anjing dapat mengubah hidup mereka menjadi lebih baik. Dengan memberikan dukungan emosional, anjing mampu membantu anak-anak autis mengelola kecemasan, stres, meredakan rasa sepi, dan menjadikan anak-anak penyandang autis untuk lebih tampil percaya diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Science

See More