Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Pant dalam Sistem Pengelolaan Sampah di Denmark?

Apa Itu Pant dalam Sistem Pengelolaan Sampah di Denmark?
ilustrasi mengumpulkan botol plastik bekas (pexels.com/Anna Shvets)
Share Article

Sampah plastik menjadi salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan di seluruh dunia. Menurut data Sustainable Waste Indonesia, menyampaikan bahwa Indonesia menjadi penghasil sampah plastik kedua di dunia setelah China. Hal ini membuat permasalahan sampah plastik tidak boleh dianggap sebelah mata.

Terlebih lagi, penggunaan botol air minum kemasan sekali pakai yang menjadi salah satu sampah plastik yang sering ditemui. Namun, di negara Denmark memiliki langkah serius dalam menggulangi sampah plastik dengan daur ulang yang bernama pant. Di artikel ini akan membahas lebih mendalam mengenai pant dalam sistem pengelolaan sampah di Denmark. Untuk itu, simak penjelasannya di bawah ini.

1. Apa itu pant?

ilustrasi memilah sampah botol plastik (pexels.com/SHVETS production)
ilustrasi memilah sampah botol plastik (pexels.com/SHVETS production)

Mungkin masih belum banyak yang tahu mengenai pant ini. Pant adalah sistem pengeolalan sampah berupa pengembalian deposit botol dan kaleng yang dapat ditukar menjadi uang atau voucher. Sistem ini mengajak seluruh masyarakat Denmark untuk menerapkan sistem daur ulang dan mengurangi sampah yang terus tertambah setiap tahunnya.

Dilansir laman The Local Denmark, menyampaikan dengan adanya sistem pant di negara Denmark berhasil mencatat rekor baru, yaitu sebanyak 200 juta botol dan kaleng dikembalikan lewat sistem pant. Secara tolal, lebih dari 2 milliar botol air minum, jus, soda, bir, dan kaleng minuman dikembalikan sepanjang tahun 2022. Dengan kenaikan sebanyak 3,9 persen dari rekor tahun sebelumnya.

2. Bagaimana sistem kerja pant?

ilustrasi reverse vending machine (Wikipedia Commons/Donald Trung)
ilustrasi reverse vending machine (Wikipedia Commons/Donald Trung)

Cara kerja sistem pengolalan sampah dengan sistem pant ini sangatlah mudah. Tidak hanya itu, lewat hasil pengembalian botol dan kaleng ini para masyarakat bisa mendapatkan uang dan voucher belanja. Beberapa cara kerja sistem pant, sebagai berikut:

  1. Deposit saat pembelian: Ketika seseorang membeli minuman dalam kemasan botol atau kaleng mereka harus membayar deposit tambahan yang disebut pant. Besarnya deposit ini bergantung pada ukuran wadah kemasan yang dibeli.
  2. Proses pengembalian botol atau kaleng: Setelah minuman habis, botol atau kaleng tersebut dapat dikembalikan ke mesin khusus yang bernama pant machine atau dikenal juga dengan reverse vending machine. Mesin ini tersebar banyak supermarket dan tempat umum di Denmark. Sehingga, memudahkan masyarakat di sana mengembalikan botol atau kaleng.
  3. Pengembalian Uang Deposit: Mesin akan memindai botol atau kaleng yang dimasukkan untuuk memastikan bahwa wadah tersebut sesuai dengan sistemnya. Kemudian, mesin akan mengembalikan uang deposit berupa voucher belanja atau uang tunai.

3. Pant terbagi menjadi beberapa kategori

ilustrasi botol plastik (pexels.com/Polina Tankilevitch)
ilustrasi botol plastik (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Sistem pengelolaan sampah dengan sistem pant memiliki beberapa kategori sebelum para masyarakat Denmark mendapatkan pengembalian deposit. Setiap botol dan kaleng juga memiliki memiliki label dan kode khusus yang bertanda bahwa wadah tersebut termasuk dalam sistem pant.

Dilansir laman Dansk Retursystem, terdapat beberapa katerogi penentu jumlah deposit yang harus dibayar saat pembelian minuman dan dapat dikembalikan untuk di daur ulang, sebagai berikut:

  • Pant A (kategori A): DKK 1.00 atau sekitar Rp 2.500, untuk botol kaca dan kaleng aluminium dengan ukuran kurang dari 1 liter.
  • Pant B (kategori B): DKK 1.50 atau sekitar Rp 3.360, untuk botol plastik dengan ukuran kurang dari 1 liter.
  • Pant C (kategori C): DKK 3.00 atau sekitar Rp 6.700, untuk semua botol dan kaleng dengan ukuran 1 sampai 2 liter.

4. Manfaat pant bagi lingkungan

ilustrasi tumpukan sampah botol plastik (pexels.com/mali maeder)
ilustrasi tumpukan sampah botol plastik (pexels.com/mali maeder)

Sudah sangat jelas, jika sistem pengelolaan sampah dengan pant dapat bermanfaat bagi lingkungan. Pemerintah Denmark juga, menghimbau seluruh kalangan masyarakat Denmark untuk melakukan daur ulang sampah secara masif. Pasalnya, dengan sistem pengembalian botol dan kaleng bekas ke reverse vending machine akan mempermudah masyarakat untuk mengumpulkan sampah untuk di daur ulang.

Dilansir laman Stage of Green, menyampaikan negara Denmark sebanyak 92% botol dan kaleng bekas dikembalikan untuk di daur ulang kembali. Terlihat hampir seratus persen masyarakat Denmark berhasil mengumpulkan botol dan kaleng bekas untuk di daur ulang. Langkah ini, menjadi fokus utama dalam pengelolaan sampah dengan sistem pant. Demi menjaga lingkungan bebas dari tumpukan sampah yang terus menerus bertambah setiap harinya di negara bagian Nordik ini.

5. Sudah diimplementasikan di berbagai negara

ilustrasi mengumpulkan botol dan kaleng bekas (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi mengumpulkan botol dan kaleng bekas (pexels.com/Mikhail Nilov)

Sistem pengelolaan sampah dengan pant, juga mulai diimplementasikan oleh negara bagian Nordik lainnya seperti Swedia dan Norwegia. Tidak hanya itu, negara German mulai menggaungkan sistem pant di negara mereka. Banyak negara yang mulai melihat keberhasilan negara Denmark dalam mengeolola sampah dengan sistem pengembalian uang jaminan dari botol dan kaleng ini. 

Dari penjelasan di atas, pant dalam sistem pengelolaan sampah di Denmark sangat berguna bagi masyarakat. Sebab, masyarakat mendapat uang atau voucher dari pengembalian botol dan kaleng minuman yang telah dibeli. Secara tidak langsung juga, mengajarkan masyarakat untuk memberdayakan daur ulang demi menjaga lingkungan bebas dari sampah. Kira-kira, apakah sistem pant ini bisa diterapkan di Indonesia, ya?

Referensi:

Dansk Retursystem. Deposit marks and amounts. Dikases pada tanggal 05 Desember 2024.

The Local Denmark. ‘Pant’: Denmark recycles more cans and bottles than ever before. Diakses pada tanggal 05 Desember 2024.

The local Sweden. That's pant! The story behind Sweden's bottle recycling scheme. Diakses pada tanggal 05 Desember 2024.

Sustainable Waste Indonesia. Darurat Sampah Plastik. Diakses pada tanggal 05 Desember 2024.

State of Green. Record-breaking year for Danish recycling: 92 per cent of bottles and cans returned for recycling. Diakses pada tanggal 05 Desember 2024.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Chand Pangestu
EditorChand Pangestu

Related Articles

See More

4 Tanda Anjing Butuh Check Up Rutin ke Dokter, Jangan Disepelekan!

23 Mei 2026, 20:05 WIBScience