Apa Itu Rudal Patriot, si Pencegat Rudal dan Drone Lawan Buatan Amerika Serikat?

- Sistem rudal Patriot buatan AS digunakan untuk menghadang rudal dan drone, kini diaktifkan negara-negara Teluk akibat serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS.
- Rudal Patriot pertama kali digunakan pada Perang Teluk 1991 dan terus dikembangkan hingga varian tercanggih PAC-3 MSE dengan teknologi hit to kill yang lebih presisi.
- Pada 2023, sistem Patriot Ukraina berhasil menembak jatuh rudal hipersonik Rusia Kinzhal, memperkuat reputasinya sebagai pertahanan udara andalan banyak negara sekutu AS.
Eskalasi konflik militer yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran saat ini ternyata meluas ke negara-negara lain di sekitar teluk. Hingga hari ini Iran melakukan serangan balasan dengan rudal dan drone yang juga menargetkan pangkalan militer AS yang berada di Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara-negara teluk lainnya seperti: Bahrain, Kuwait, Qatar dan Irak. Negara-negara yang menjadi sasaran tersebut mengaktifkan sistem pertahanan anti rudalnya, salah satunya yang dikenal dengan sistem pertahanan anti rudal MIM (Mobile Interceptor Missile)-104 Patriot atau yang lebih dikenal dengan nama rudal Patriot
Nama Patriot berasal dari akronim Phased Array Tracking Radar to Intercept on Target (Patriot). Sistem pertahanan anti rudal dan drone yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan ternama AS Raytheon, Lockheed Martin, dan Boeing ini bersifat modular dan sangat mudah dipindahkan (mobile). Semua komponen dalam sistem rudal tersebut seperti radar, baterai rudal, rudal dan sistem peluncur hingga pembangkit listriknya dapat dipasang dalam waktu kurang dari satu jam di lapangan.
Ingin tahu lebih lanjut mengenai sistem pertahanan rudal Patriot ini? Simak empat fakta menariknya berikut ini, yuk!
1. Pertama kali digunakan di Perang Teluk tahun 1991

Menurut laman Missile Threat, rudal patriot pertama kali digunakan dalam peperangan di tahun 1991 ketika pecah Perang Teluk antara pasukan multi nasional yang dimotori oleh AS dengan Irak di bawah kepemimpinan Presiden Saddam Hussein. Operasi militer bertajuk "Desert Storm" dilakukan oleh pasukan multi nasional untuk mengusir Irak dari wilayah Kuwait yang didudukinya. Dalam perang tersebut sistem rudal Patriot dipasang untuk melindungi aset-aset penting di Arab Saudi, Kuwait dan Israel dari ancaman rudal Scud Irak, namun kinerja rudal Patriot generasi pertama di perang tersebut kurang memuaskan.
Keefektifan rudal Patriot baru terlihat dalam pertempuran selama invasi Irak dalam operasi militer bertajuk "Iraqi Freedom" yang dipimpin AS pada tahun 2003 silam. Dalam operasi militer tersebut rudal Patriot varian PAC-2 dan PAC-3 sukses mencegat sejumlah rudal Scud yang diluncurkan militer Irak. Dalam perang tersebut juga terjadi insiden fatal friendly fire, ketika sistem rudal Patriot menembak jatuh jet tempur AU Inggris Tornado dan jet tempur milik AL AS F/A 18 Hornet yang menewaskan 3 orang pilotnya. Rudal Patriot memiliki jangkuan sekitar 160 km hingga 180 km dengan kecepatan sekitar 3.600 km/jam.
2. Memiliki sejumlah varian dengan hulu ledak berbeda

Dalam perkembangannya, sistem rudal Patriot ini memiliki sejumlah varian yang merupakan perbaikan teknologi dari generasi sebelumnya sehingga varian terbarunya menjadi lebih efektif di medan tempur. Menurut laman Army Recognition terdapat sejumlah varian utama Rudal Patriot antara lain: varian generasi awal: MIM-104A dan MIM-104B (PAC-1) yang digunakan pada akhir tahun 1980-an. Kemudian muncul varian MIM-104C (PAC-2) yang digunakan dalam Perang Teluk di tahun 1991.
Varian MIM-104C (PAC-2) baru menunjukkan kinerja terbaiknya saat "Operation Iraqi Freedom" di tahun 2003 dengan hulu ledak yang lebih kuat dan fragmen yang lebih besar untuk menghancurkan rudal balistik jarak pendek Irak, rudal Scud. Varian tercanggihnya saat ini adalah PAC-3 MSE (Missile Segment Enhancement) yang merupakan evolusi dari PAC-3 yang telah teruji di medan tempur. Menggunakan teknologi hit to kill yang menggunakan mekanisme kinetik dibandingkan menggunakan hulu ledak besar, dengan cara menabrakkan fragmen titanium berkecepatan tinggi ke rudal taktis balistik atau jelajah musuh hingga kemudian melumpuhkannya.
3. Diberitakan pernah merontokkan rudal hipersonik Kinzhal

Pada tahun 2023 silam, sebuah kabar mengejutkan datang dari Ukraina yang sedang berperang dengan Rusia. Militer Ukraina mengklaim bahwa sistem rudal Patriot bantuan AS berhasil menembak jatuh rudal hipersonik Rusia, Kinzhal. Menurut laman The Aviationist dan Reuters, setelah melalui penyelidikan akhirnya pejabat tinggi Pentagon mengakui klaim tersebut. Peristiwa tersebut adalah pertama kalinya rudal hipersonik Kinzhal yang dibanggakan militer Rusia ditembak jatuh sejak digunakan Rusia di Ukraina.
Kemungkinan militer Ukraina menembakkan rudal Patriot secara salvo atau dalam jumlah yang banyak untuk merontokkan sebuah rudal hipersonik tersebut. Rudal Kinzhal adalah rudal hipersonik yang ditembakkan dari udara oleh jet tempur Rusia MIG-31 Foxhound atau Tu-22M3 Backfire. Rudal tersebut memiliki jangkauan sekitar 2.000 km dan kecepatan hingga Mach 10.
4. Dioperasikan oleh sejumlah negara di luar AS

Selain militer AS, sistem rudal Patriot ini dioperasikan oleh sejumlah negara sekutu AS. Dilansir CNN, 6 negara anggota NATO mengoperasikan sistem rudal patriot ini yakni: Jerman, Yunani, Belanda, Polandia, Rumania dan Spanyol. Diluar negara NATO terdapat sejumlah negara sekutu AS yang juga mengoperasikan sistem rudal Patriot ini, yakni: Arab Saudi, Kuwait, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Swis, Swedia dan Ukraina yang dipasok AS dalam menghadapi konflik militernya dengan Rusia.
Banyaknya negara yang mengoperasikan sistem rudal Patriot tersebut membuktikan kehandalan alutsista tersebut saat ini di medan laga. Meski handal rudal Patriot tak ditujukan untuk mencegat rudal balistik antar benua (ICBM) karena rudal ICBM terbang lebih tinggi dan memiliki kecepatan yang sangat tinggi sehingga tak mampu ditangani oleh sistem rudal Patriot, AS memiliki sistem lain untuk menangkal ICBM yaitu sistem pertahanan AEGIS.




![[QUIZ] Dari Kebiasaan Saat Lebaran, Ini Hewan Peliharaan yang Mirip Denganmu](https://image.idntimes.com/post/20231221/pexels-marian-havenga-17551547-1-2c8f1bbcaa89d9b6228fec9cc7e8026d-83aaed906f83efff9a3fa5a38e5bd6b3.jpg)













