Apa yang Terjadi pada Tubuh setelah Lama Terapung di Laut?

Penemuan jenazah salah satu anak buah kapal (ABK) yang membawa sejumlah jurnalis untuk melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian. Kapal tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, sementara jenazah salah satu ABK kemudian ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Setelah melalui pemeriksaan, identitas jenazah dipastikan melalui hasil DNA yang dinyatakan identik.
Berada lama di laut dapat menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh akibat paparan air dan kondisi lingkungan laut. Proses pembusukan juga tetap berlangsung setelah seseorang meninggal dan dapat memengaruhi kondisi tubuh. Lalu, apa saja yang terjadi pada tubuh setelah lama terapung di laut? Yuk, simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini!
1. Kulit menjadi keriput dan mengelupas

ilustrasi tenggelam (unsplash.com/nikko macaspac) Kulit merupakan salah satu bagian tubuh yang paling mudah mengalami perubahan setelah lama berada di dalam air. Kulit, terutama di tangan dan kaki, dapat terlihat lebih pucat maupun keriput karena terlalu lama terkena air. Berdasarkan penelitian yang terbit dalam jurnal Academic Forensic Pathology pada 2019, perubahan tersebut dapat terjadi pada jenazah yang ditemukan setelah berada di dalam air.
Seiring waktu, lapisan kulit paling luar juga dapat melunak dan mulai terlepas dari jaringan di bawahnya. Kondisi ini membuat kulit tampak mengelupas dan bentuk permukaannya tidak lagi seperti saat tubuh masih hidup. Perubahan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh lamanya tubuh berada di air, tetapi juga suhu dan kondisi lingkungan perairan.
Jika tubuh berada di air dalam waktu yang lebih lama, perubahan pada kulit dapat menjadi semakin jelas. Karena itu, kondisi kulit pada jenazah yang ditemukan di laut bisa berbeda jauh dibandingkan ketika pertama kali berada di air. Perubahan ini juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemeriksaan dan identifikasi jenazah.
2. Tubuh mengalami pembusukan dan pembengkakan

ilustrasi tenggelam (unsplash.com/Cristian Palmer) Setelah seseorang meninggal, tubuh tetap mengalami proses pembusukan meski berada di dalam air. Menurut studi yang terbit dalam Canadian Society of Forensic Science Journal pada 2023, proses pembusukan pada tubuh di lingkungan laut dipengaruhi oleh kondisi air dan lingkungan di sekitarnya. Salah satu perubahan yang dapat terjadi ialah tubuh membengkak akibat terbentuknya gas selama proses pembusukan.
Seiring waktu, perubahan warna dan kerusakan jaringan juga dapat membuat kondisi tubuh semakin berubah. Suhu air menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi cepat atau lambatnya proses tersebut. Itulah kenapa, semakin lama tubuh berada di laut, semakin besar pula perubahan fisik yang dapat terjadi.
3. Jaringan tubuh rusak akibat aktivitas biota laut

ilustrasi biota laut (pexels.com/Balazs Simon) Jaringan tubuh yang berada lama di laut juga dapat mengalami kerusakan akibat aktivitas berbagai hewan laut. Berdasarkan penelitian yang terbit dalam jurnal Forensic Science, Medicine and Pathology pada 2017, krustasea atau hewan laut seperti kelompok udang-udangan dapat memakan jaringan tubuh manusia yang berada di perairan. Aktivitas tersebut dapat meninggalkan kerusakan pada jaringan dan membuat kondisi tubuh semakin berubah.
Selain itu, menurut studi yang terbit dalam jurnal PLoS ONE pada 2014, hewan laut juga berperan dalam proses penghancuran jaringan pada bangkai yang berada di lingkungan laut. Jenis dan tingkat kerusakan dapat berbeda tergantung kondisi perairan serta hewan yang berada di sekitar tubuh. Oleh sebab itu, aktivitas biota laut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi tubuh setelah lama berada di laut.
Dari beberapa kasus kecelakaan laut seperti kapal tenggelam, beberapa orang cenderung bertanya-tanya kenapa korban yang sudah lama berada di laut tidak mudah dikenali ketika ditemukan. Selain karena pembusukan, aktivitas biota laut ternyata juga memengaruhi kondisi jasad. Itulah kenapa, tes DNA menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk mengidentifikasi korban yang tidak dikenali.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















![[QUIZ] Apakah Kucingmu Kesepian? Cari Tahu dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20231228/pexels-19492325-0a08b4c2ebe7bfb858f07109adee61c0-fc64a0a9b59fe661bc10ec99b606d8b1.jpg)


![[QUIZ] Dari Hutan Berikut, Kamu Punya Sisi Pelindung atau Penghancur?](https://image.idntimes.com/post/20250407/image-52f653caff12a50da6db8b5cb6e03f2b.jpg)
