3 Fakta Menstruasi di Ruang Angkasa, Bisa Ditunda?

Pernah kebayang, gak, sih, gimana rasanya menstruasi pas lagi jalani misi di ruang angkasa? Di Bumi saja, datang bulan kadang bikin repot karena harus bolak-balik ke toilet, mengganti pembalut, atau menghadapi kram perut. Nah, bagaimana kalau semua itu terjadi di dalam pesawat ruang angkasa yang ruang geraknya terbatas?
Apakah darah menstruasi tetap mengalir seperti biasa ketika tubuh berada dalam kondisi gravitasi mikro? Lalu, bagaimana astronaut perempuan mengelola kebutuhan menstruasi selama menjalankan misi berhari-hari, bahkan berbulan-bulan? Ternyata urusan menstruasi juga menjadi bagian penting dalam persiapan perjalanan ke ruang angkasa.
Mulai dari perlengkapan khusus sampai pilihan untuk mengatur siklus menstruasi, semuanya perlu dipertimbangkan. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, intip tiga fakta menarik tentang menstruasi di ruang angkasa berikut!
1. Menstruasi di ruang angkasa tetap bisa terjadi

ilustrasi astronaut (unsplash.com/NASA Hubble Space Telescope) Pergi ke ruang angkasa tidak otomatis membuat menstruasi berhenti. Meski tubuh astronaut berada dalam kondisi gravitasi mikro, siklus menstruasi tetap bisa berlangsung seperti saat berada di Bumi. Berdasarkan penelitian yang terbit dalam jurnal Aerospace Medicine and Human Performance pada 2021, tidak ada bukti kuat bahwa penerbangan ruang angkasa secara langsung menghentikan menstruasi pada astronaut perempuan.
Artinya, darah menstruasi tetap bisa keluar meski astronaut sedang melayang di dalam pesawat ruang angkasa. Penelitian tersebut juga membahas bagaimana kebutuhan menstruasi perlu diperhitungkan dalam persiapan misi ruang angkasa. Jadi, menstruasi bukan sesuatu yang otomatis hilang hanya karena seseorang meninggalkan Bumi dan terbang ke ruang angkasa.
2. Pembalut bukan satu-satunya pilihan astronaut

ilustrasi pembalut (unsplash.com/Reproductive Health Supplies Coalition) Ternyata astronaut perempuan punya beberapa pilihan untuk mengelola menstruasi selama berada di ruang angkasa. Selain pembalut, mereka juga bisa menggunakan tampon atau cawan menstruasi (menstrual cup). Namun, berbagai produk menstruasi tersebut perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan dan kondisi misi luar angkasa.
Menariknya, menstrual cup mulai dilirik sebagai alternatif untuk perjalanan luar angkasa jangka panjang. Menurut penelitian yang terbit dalam jurnal npj Women's Health pada 2025, peneliti menguji dua jenis menstrual cup dalam penerbangan roket tanpa awak pada 2022. Hasilnya, kedua produk tersebut tidak mengalami kebocoran maupun kerusakan material setelah penerbangan.
Meski begitu, pengujian ini belum membuktikan bahwa menstrual cup sudah siap digunakan dalam misi luar angkasa berawak. Teknologi ini masih perlu diteliti lebih lanjut, terutama untuk memastikan kenyamanan dan keamanannya dalam kondisi mikrogravitasi. So, pembalut bukan satu-satunya pilihan untuk menghadapi menstruasi di luar Bumi.
3. Menstruasi bisa ditunda selama misi ruang angkasa

ilustrasi astronaut (pixabay.com/geralt) Dalam kondisi tertentu, seperti menjalani misi dalam waktu yang lama, astronaut perempuan bisa memilih untuk menunda menstruasi. Salah satu caranya dengan menggunakan kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, untuk menekan perdarahan menstruasi. Menurut laporan NASA, metode lain juga bisa digunakan, termasuk IUD hormonal, suntik hormon, dan hormone patch.
Pilihan ini dipertimbangkan karena mengelola darah menstruasi di pesawat ruang angkasa memiliki tantangan tersendiri, mulai dari penyimpanan pembalut hingga pembuangan limbah. Namun, penggunaan hormon bukan tanpa risiko karena beberapa jenisnya dapat meningkatkan kemungkinan pembekuan darah. Karena itu, metode untuk menekan menstruasi perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan melalui konsultasi dengan tim medis.
Menstruasi tetap menjadi bagian yang perlu diperhitungkan dalam perjalanan manusia ke ruang angkasa. Mulai dari memilih produk menstruasi hingga mengatur siklus bulanan, semuanya membutuhkan persiapan khusus. Kalau suatu hari manusia benar-benar tinggal di Bulan atau Mars, menurutmu inovasi apa lagi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan menstruasi di sana?






















