Burung Albatros (pexels.com/ArcticDesire.com Polarreisen)
Beberapa jenis burung mampu mengembangkan indra penciuman yang sangat kuat setelah berevolusi di habitat yang memprioritaskan aroma daripada penglihatan. Berikut adalah daftar burung dengan indra penciuman terbaik:
Burung nasar Turki sangat bergantung pada indra penciuman karena kebiasaan mereka memakan bangkai. Burung ini mengembangkan indra penciuman mereka untuk menemukan makanan di lingkungan dengan kanopi dedaunan yang lebat. Burung pemakan bangkai dapat menentukan lokasi makanan tanpa harus melihatnya.
Burung kiwi Selandia Baru adalah burung kecil dengan paruh sangat panjang dan tidak bisa terbang. Burung ini memiliki lubang hidung yang sensitif di ujung paruhnya. Karena tidak mampu terbang, maka burung kiwi beradaptasi untuk mengendus makanan yang tersembunyi. Mereka dapat merasakan cacing jauh di dalam tanah dan menangkapnya tanpa perlu membuka paruh.
Burung albatros, shearwater, dan petrel, semuanya merupakan burung laut procellariform yang memiliki bulbus olfaktorius terbesar dibandingkan dengan ukuran otak, di antara spesies burung lainnya.
Kemampuan navigasi mereka yang luar biasa bergantung pada indra penciuman untuk menentukan lokasi dan jarak yang telah mereka tempuh. Adanya sebuah studi yang membandingkan burung camar anosmik dengan burung camar non-anosmik dan menemukan bahwa burung camar yang kehilangan indra penciumannya mengambil rute alternatif selama penerbangan pulang setelah mencari makan. Burung camar yang kehilangan indra penciumannya menggunakan penglihatan mereka untuk mengetahui informasi topografi, terbang lebih dekat ke garis pantai dibandingkan dengan burung camar yang memiliki indra penciuman.
Dalam hal ini, burung albatros dan petrel menunjukkan kemampuan yang serupa pada penciuman untuk tujuan navigasi di lautan lepas. Petrel yang berburu makanan di malam hari dapat menemukan liang mereka dalam gelap hanya dengan mengandalkan aroma. Penciuman juga berperan penting dalam mencari makan. Burung shearwater dapat mengenali aroma makanan seperti cumi-cumi dan krill saat mencarinya di lautan.
Pada tahun 1970, percobaan yang dilakukan pada burung shearwater juga dilakukan pada burung merpati. Setelah menghilangkan indra penciuman sekelompok burung ini, para peneliti menyimpulkan bahwa burung tersebut tidak dapat menemukan jalan pulang setelah dilepaskan di lokas yang berbeda. Dengan mengamati merpati yang dapat dan tidak dapat mencium bau, para peneliti menemukan bahwa burung-burung tersebut melacak bau lingkungan berdasarkan arah angin dan dapat membedakan bau yang familiar di udara untuk membantu menemukan tujuan mereka.
Demikian informasi seputar indra penciuman burung. Sejatinya burung memiliki kemampuan mencium bau, yang mana indra penciuman ini juga digunakan untuk navigasi dan mencari makanan. Burung juga memiliki nares, yang merupakan hidung dan terletak di paruh bagian atas. Beberapa jenis burung justru dianugerahi kemampuan penciuman yang sangat tajam, seperti burung kiwi, albatros, hingga merpati.