Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Manusia Bisa Hidup Bersama Beruang Seperti Masha and the Bear?

Apakah Manusia Bisa Hidup Bersama Beruang Seperti Masha and the Bear?
cuplikan serial kartun masha and the bear episode Hold Your Breath! (dok.Masha and The Bear/Hold Your Breath!)
Intinya Sih

  • Para ahli menegaskan beruang tetap hewan liar yang tak bisa bersahabat dengan manusia, karena kedekatan mereka biasanya hanya terkait sumber makanan.

  • Beruang yang terbiasa dekat manusia bisa kehilangan rasa takut alami dan menjadi berbahaya.

  • Beruang kutub dikenal sebagai spesies paling mematikan dengan kekuatan fisik luar biasa dan kecenderungan menyerang manusia sebagai mangsa di habitat Arktik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Serial Masha and the Bear memperlihatkan hubungan lucu dan akrab antara manusia dengan beruang. Tingkah Bear yang sabar menghadapi Masha juga membuat banyak orang penasaran apakah hubungan seperti itu benar-benar bisa terjadi di dunia nyata. Namun, di balik tampilannya yang menggemaskan, beruang tetap dikenal sebagai hewan liar dengan naluri alami yang kuat.

Sebenarnya apakah manusia bisa hidup bersama beruang? Para ahli satwa liar punya penjelasan menarik soal kemungkinan manusia hidup berdampingan dengan beruang, termasuk risiko dan fakta di balik perilaku hewan ini. Yuk, simak penjelasannya!

Table of Content

1. Apakah manusia bisa hidup bersama beruang?

1. Apakah manusia bisa hidup bersama beruang?

Para ahli sepakat bahwa beruang tetaplah hewan liar, tak peduli seberapa jinak penampilannya. Oded Berger-Tal, profesor ekologi di Ben-Gurion University of The Negev, menekankan bahwa manusia tidak bisa menjalin persahabatan dengan beruang. Beruang yang tampak bersahabat dengan manusia sebenarnya hanya mengasosiasikan manusia dengan sumber makanan, bukan membangun ikatan emosional. Kasus Timothy Treadwell yang tewas dimangsa beruang grizzly di Alaska menjadi contoh tragis akibat kesalahan persepsi ini.

Selain risiko bagi manusia, konsekuensi juga terjadi pada beruang. Beruang yang menempel pada manusia karena makanan sering berakhir dibunuh untuk mencegah potensi bahaya. Berger-Tal menekankan bahwa beruang hanya bertindak sesuai naluri mereka, dan ‘persahabatan’ dengan manusia justru merugikan kedua pihak. Jadi, meskipun terlihat akrab, kehidupan bersama beruang liar bukanlah sesuatu yang realistis atau aman.

2. Beruang yang terbiasa dengan manusia tetap berbahaya

Apakah Manusia Bisa Hidup Bersama Beruang
ilustrasi beruang (unsplash.com/David Gonzales)

Meski begitu, beberapa ahli menilai ikatan tertentu tetap bisa terbentuk, terutama pada beruang yang dibesarkan di penangkaran. Gordon M. Burghardt dari University of Tennessee menyebut, bonding lintas spesies mungkin terjadi dan bahkan bisa bertahan hingga beruang dewasa. Beruang juga dikenal memiliki rasa ingin tahu tinggi, pola makan yang mirip manusia dan kemampuan beradaptasi yang membuat mereka tampak mudah akrab dengan manusia.

Namun, para peneliti tetap mengingatkan bahwa habituasi atau kebiasaan beruang berada dekat manusia bisa memicu risiko besar. Saat beruang mulai merasa nyaman mendekati manusia, mereka dapat kehilangan rasa takut alami dan terus mencari makanan di sekitar manusia. Kondisi ini sering berakhir buruk karena beruang dianggap membahayakan dan akhirnya dibunuh, padahal mereka hanya mengikuti naluri alaminya.

3. Beruang paling mematikan di dunia

Beruang kutub atau polar bear sering disebut sebagai beruang paling mematikan di dunia. Hewan predator puncak ini merupakan spesies beruang terbesar di bumi, dengan tinggi mencapai sekitar 3 meter saat berdiri dan berat lebih dari 770 kilogram. Beruang kutub memiliki cakar sepanjang hampir 10 sentimeter, gigi taring tajam, serta gigitan sangat kuat yang mencapai sekitar 1.200 psi. Kemampuan fisik tersebut membuat mereka menjadi pemburu yang sangat berbahaya di wilayah Arktik.

Tidak seperti sebagian besar beruang lain yang biasanya menyerang karena merasa terancam atau melindungi anaknya, beruang kutub juga dapat menyerang manusia untuk dijadikan mangsa. Hal ini terjadi karena makanan di habitat Arktik cukup sulit ditemukan sehingga mereka akan memburu apa pun yang dianggap sebagai sumber makanan.

Beruang kutub bahkan bisa melacak manusia melalui bau tubuh, mirip seperti saat mereka memburu anjing laut. Karena itulah, orang yang tinggal di wilayah Arktik sering memasang perlindungan khusus di sekitar rumah dan wisatawan yang masuk ke habitat beruang kutub biasanya harus ditemani penjaga bersenjata.

Hubungan manusia dan beruang memang terdengar menarik, apalagi jika melihat karakter Bear di Masha and the Bear. Namun, di dunia nyata, hidup dekat dengan beruang tetap memiliki banyak risiko yang perlu dipahami. Semoga pembahasan tentang apakah manusia bisa hidup bersama beruang ini membantu kamu memahami faktanya dengan lebih jelas, ya.

FAQ seputar apakah manusia bisa hidup bersama beruang

Apakah manusia bisa berteman dengan beruang?

Tidak sepenuhnya. Beruang tetap hewan liar dan perilakunya sulit diprediksi meski terlihat jinak.

Kenapa beruang bisa menyerang manusia?

Beruang biasanya menyerang karena merasa terancam, melindungi anaknya, atau mencari makanan.

Apakah beruang hasil penangkaran lebih aman?

Beruang penangkaran bisa lebih terbiasa dengan manusia, tetapi tetap memiliki naluri liar dan berpotensi berbahaya.

Referensi

"Can You Be Friends With a Bear?". Gizmodo. Diakses Mei 2026.
"What is the Most Dangerous Bear in the World?". Ashland Chronicle. Diakses Mei 2026.

Share Article
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana

Related Articles

See More