Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Gdansk, Kota Bersejarah Saksi Awal Pecahnya Perang Dunia II

5 Fakta Gdansk, Kota Bersejarah Saksi Awal Pecahnya Perang Dunia II
Kota Gdansk, Polandia (commons.wikimedia.org/Aneta p)
Intinya Sih
  • Gdansk di utara Polandia menjadi lokasi awal pecahnya Perang Dunia II saat Jerman menyerang Westerplatte pada 1 September 1939, menyebabkan kehancuran besar di kota tersebut.
  • Kota pelabuhan ini berkembang sejak abad pertengahan dengan bangunan bergaya Gotik dari bata Belanda dan memiliki derek kayu raksasa Żuraw Gdański sebagai simbol kejayaan maritimnya.
  • Gdansk melahirkan ilmuwan Gabriel Fahrenheit serta menjadi tempat lahirnya gerakan buruh Solidarnosc yang dipimpin Lech Walesa, berperan penting dalam runtuhnya rezim komunis di Polandia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kawasan pesisir Laut Baltik menyimpan sebuah kota pelabuhan kuno yang memiliki sejarah penting dalam perkembangan politik modern. Gdansk berada di wilayah utara Polandia dan dikenal dengan deretan bangunan bersejarah yang masih menghiasi pusat kotanya. Letaknya yang strategis membuat kota ini berkali-kali menjadi rebutan berbagai kekuatan di Eropa.

Gdansk juga memiliki peran penting dalam sejumlah peristiwa bersejarah yang berpengaruh hingga tingkat dunia. Dari kota inilah salah satu babak awal Perang Dunia II dimulai, sementara beberapa dekade kemudian Gdansk menjadi tempat lahirnya gerakan Solidarnosc yang turut mendorong runtuhnya rezim komunis di Polandia. Penasaran dengan sejarah dan keunikannya? Berikut lima fakta menarik tentang Gdansk yang patut diketahui.

1. Lokasi pemantik pertempuran pertama Perang Dunia II

Kota Gdansk, Polandia
Kota Gdansk, Polandia (commons.wikimedia.org/kallerna)

Ketegangan politik di Eropa mencapai puncaknya ketika Semenanjung Westerplatte di Gdansk menjadi sasaran serangan militer Jerman. Dilansir laman Rick Steves' Europe, Adolf Hitler mengawali Perang Dunia II dengan memerintahkan penembakan terhadap depot amunisi Polandia di kawasan tersebut pada 1 September 1939. Serangan itu menjadi awal invasi Jerman ke Polandia dan menandai pecahnya Perang Dunia II.

Selama pendudukan Jerman, banyak pekerja lokal dipaksa memproduksi kapal selam untuk kepentingan militer Nazi di galangan kapal Gdansk. Menjelang berakhirnya perang, pertempuran antara pasukan Jerman dan Soviet menyebabkan kerusakan besar di berbagai bagian kota. Akibatnya, sekitar 80 persen wilayah Gdansk hancur dan harus dibangun kembali setelah perang berakhir.

2. Penggunaan bata Belanda sebagai bahan baku bangunan

Basilika Santa Maria, Kota Gdansk, Polandia
Basilika Santa Maria, Kota Gdansk, Polandia (commons.wikimedia.org/Jakub Strzelczyk)

Sejak abad pertengahan, Gdansk telah berkembang sebagai kota pelabuhan penting yang menjalin hubungan dagang dengan berbagai wilayah di Eropa Barat. Dilansir laman Gdańsk Convention Bureau, kapal-kapal dagang asal Belanda membawa batu bata sebagai pemberat selama pelayaran. Setelah tiba di Gdansk, batu bata tersebut diturunkan agar ruang kapal dapat diisi berbagai komoditas lokal untuk dibawa kembali ke negara asal.

Masyarakat kemudian memanfaatkan batu bata itu sebagai bahan bangunan untuk mendirikan berbagai fasilitas bergaya Gotik. Ukurannya yang lebih kecil dibandingkan bata lokal menciptakan pola dinding yang khas pada sejumlah bangunan, termasuk Basilika Santa Maria. Bata peninggalan kapal dagang Belanda juga masih dapat ditemukan pada gerbang-gerbang kuno di kawasan kota tua.

3. Keberadaan alat derek pelabuhan terbesar abad pertengahan

Żuraw Gdański
Żuraw Gdański (commons.wikimedia.org/Lusia57)

Ramainya aktivitas perdagangan membuat Gdansk memiliki berbagai fasilitas pelabuhan yang maju pada masanya. Dilansir laman UNESCO World Heritage Centre, kota ini memiliki derek kayu raksasa bernama Żuraw Gdański yang digunakan untuk mengangkat barang sekaligus berfungsi sebagai gerbang pertahanan di jalur perairan. Alat tersebut digerakkan oleh tenaga manusia yang berjalan di dalam roda kayu berukuran besar.

Dengan sistem katrol manual, derek tersebut mampu mengangkat muatan hingga sekitar empat ton serta membantu pemasangan tiang kapal layar. Bangunan bersejarah yang berada di tepi Sungai Motlawa ini masih berdiri hingga sekarang dan menjadi salah satu peninggalan teknologi maritim abad pertengahan yang paling dikenal di Gdansk.

4. Kelahiran tokoh fisikawan pencipta skala suhu

Potret John Hevelius
Potret John Hevelius (commons.wikimedia.org/Daniel Schultz)

Fasilitas pelabuhan yang maju pada abad pertengahan turut mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan industri kerajinan lokal di lingkungan perkotaan. Merujuk kembali pada laman Gdańsk Convention Bureau, kota pelabuhan ini merupakan tempat lahirnya ilmuwan ternama dunia seperti Gabriel Fahrenheit dan John Hevelius. Fahrenheit lahir dan besar di lingkungan ini sebelum akhirnya dikenal luas berkat penemuan termometer air raksa.

Skala pengukuran suhu yang diciptakannya kini masih digunakan secara resmi oleh beberapa negara di dunia. Selain bidang fisika, kota ini juga berkembang sebagai pusat pembuatan bir berkualitas tinggi berkat keahlian astronom sekaligus pengusaha lokal bernama John Hevelius. Seluruh hasil produksi komoditas tersebut dikelola langsung oleh perserikatan pekerja setempat untuk dikirim ke wilayah Inggris.

5. Tempat lahirnya gerakan buruh peruntuh komunisme

Gdansk, Polandia
Gdansk, Polandia (pexels.com/Piotr Kalinowski)

Gdansk kembali mencatatkan peristiwa penting pada abad ke-20 melalui lahirnya gerakan buruh yang berpengaruh di Eropa. Merujuk kembali pada laman UNESCO World Heritage Centre, Galangan Kapal Gdansk menjadi tempat berdirinya serikat pekerja independen Solidarnosc yang dipimpin oleh Lech Walesa. Organisasi tersebut menggelar aksi mogok kerja secara damai untuk memperjuangkan hak buruh dan kebebasan berserikat.

Perjuangan Solidarnosc membawa perubahan besar bagi Polandia. Gerakan ini menginspirasi munculnya gerakan serupa di berbagai negara Eropa Timur dan menjadi salah satu faktor yang mempercepat runtuhnya rezim komunis. Pengaruhnya juga berkaitan dengan perubahan politik yang berujung pada robohnya Tembok Berlin dan berakhirnya era Perang Dingin.

Gdansk memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan berbagai peristiwa penting di Eropa. Peninggalan bangunan kuno, kawasan pelabuhan, serta jejak gerakan sosial yang pernah berkembang di kota ini menjadi bagian dari perjalanan sejarah Polandia. Beragam warisan tersebut membuat Gdansk tetap dikenal sebagai kota dengan latar sejarah yang kuat hingga saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More