Sumber Referensi :
Walsh, K. J., Morbidelli, A., Raymond, S. N., O'Brien, D. P., & Mandell, A. M. (2011). A low mass for Mars from Jupiter’s early gas-driven migration. Nature, 475(7355), 206-209.
Pierens, A., & Raymond, S. N. (2011). Two phase, inward-then-outward migration of Jupiter and Saturn in the gaseous solar nebula. Astronomy & Astrophysics, 533, A131.
Morbidelli, A., Walsh, K., Raymond, S., O'Brien, D., & Mandell, A. (2011). The Grand Tack scenario: Reconstructing the migration history of Jupiter and Saturn in the disk of gas. AAS/Division for Extreme Solar Systems Abstracts, 2, 8-02.
Bottke, W. F., & Norman, M. D. (2017). The late heavy bombardment. Annual Review of Earth and Planetary Sciences, 45, 619-647.
Apakah Planet-planet di Tata Surya Kita Pernah Bertukar Posisi?

- Tata Surya muda kacau, planet-planet bergerak dan orbitnya mudah berubah.
- Jupiter pernah mendekati Matahari, mengacaukan material pembentuk planet di Tata Surya bagian dalam.
- Saturnus menarik Jupiter kembali ke luar, mengubah arah migrasi mereka dan menata ulang Tata Surya bagian dalam.
Pernah membayangkan Bumi dan Mars saling menukar tempat? Atau Jupiter meluncur mendekati Matahari lalu ditarik mundur Saturnus? Sekilas terdengar seperti fiksi ilmiah, namun penelitian modern menunjukkan bahwa Tata Surya muda pernah melalui fase yang sangat dinamis. Orbit planet raksasa dan planet es tidak selalu berada di posisi yang kita kenal sekarang. Mereka bergerak, berinteraksi, dan ikut menentukan nasib planet berbatu, termasuk Bumi.
Untuk memahami gambaran besarnya, mari kita telusuri bersama perjalanan awal Tata Surya berikut ini!
1. Tata Surya muda masih kacau

Pada masa awal pembentukannya, Tata Surya jauh dari kata stabil. Sistem ini lebih menyerupai lokasi pembangunan kosmik yang dipenuhi tabrakan, tarikan gravitasi, dan objek yang saling berebut lintasan. Planet-planet raksasa masih dalam tahap pertumbuhan, sehingga orbitnya mudah berubah.
Mengutip laman Langit Selatan, sisa gas dan debu pembentuk Matahari membentuk piringan protoplanet. Interaksi antara planet muda dan piringan tersebut menghasilkan gaya gravitasi yang mampu menggeser lintasan planet. Sebagian terdorong ke arah Matahari, sementara yang lain melayang ke wilayah luar. Fenomena ini dikenal sebagai planetary migration dan kini menjadi konsep kunci dalam teori pembentukan sistem planet.
2. Jupiter pernah mendekati Matahari

Jupiter, raksasa gas terbesar di Tata Surya, memainkan peran utama dalam migrasi planet. Berdasarkan Grand Tack Model, Jupiter tidak selalu berdiam di orbitnya sekarang. Planet ini diperkirakan pernah bergerak mendekati Matahari hingga mencapai sekitar 1,5 AU, ke wilayah Mars.
Perjalanan itu mengacaukan material pembentuk planet di Tata Surya bagian dalam. Banyak calon planet tersapu atau terpecah, menyebabkan pasokan materi untuk Mars berkurang drastis. Hal ini menjelaskan mengapa Mars berukuran jauh lebih kecil dibanding Bumi dan Venus.
3. Saturnus menarik Jupiter kembali ke luar

Pergerakan Jupiter tidak berlangsung sendirian. Ketika Saturnus terbentuk, kedua planet raksasa ini memasuki resonansi orbit yang kuat. Hubungan gravitasi tersebut mengubah arah migrasi mereka.
Alih-alih terus mendekati Matahari, Jupiter berbalik arah dan bergerak ke luar, diikuti Saturnus. Interaksi ganda ini berperan besar dalam menata ulang Tata Surya bagian dalam. Tanpa pengaruh Saturnus, Jupiter mungkin akan merusak peluang terbentuknya Bumi.
4. Planet es mengalami perubahan jarak ekstrem

Perubahan posisi tidak hanya dialami planet gas. Uranus dan Neptunus juga pernah berada lebih dekat ke Matahari. Menurut Nice Model, kedua planet es itu terdorong ke wilayah luar akibat interaksi gravitasi dengan Jupiter dan Saturnus, ratusan juta tahun setelah Tata Surya terbentuk.
Peristiwa tersebut memicu kekacauan di Sabuk Kuiper serta mengirimkan hujan asteroid besar-besaran ke Tata Surya bagian dalam. Banyak penelitian mengaitkan fase ini dengan Late Heavy Bombardment, yaitu periode tabrakan intens yang meninggalkan jejak kawah besar di Bulan dan planet berbatu, meskipun detail dan skala fenomena ini masih menjadi perdebatan.
5. Bukan tukar tempat, melainkan migrasi

Planet-planet tidak saling bertukar orbit layaknya permainan kursi. Yang terjadi adalah rangkaian dorongan gravitasi kompleks selama jutaan tahun. Dalam proses itu, sebagian objek gagal bertahan dan terlempar keluar dari sistemnya.
Keberadaan planet liar yang mengembara di galaksi turut memperkuat gagasan ini. Banyak di antaranya diduga berasal dari sistem planet yang terlalu tidak stabil. Syukurnya, Tata Surya kita berhasil menemukan keseimbangan.
Jadi, apakah planet-planet di Tata Surya pernah bertukar posisi? Jawabannya, tidak dalam arti harfiah. Namun mereka jelas pernah berpindah jauh dari tempat awalnya.

















