Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Fenomena Langit Mei 2026, Dari Flower Moon hingga Blue Moon

4 Fenomena Langit Mei 2026, Dari Flower Moon hingga Blue Moon
ilustrasi bulan (unsplash.com/@l2space)
Intinya Sih
  • Bulan Mei 2026 akan dipenuhi empat fenomena langit menarik, termasuk dua fase purnama dan dua hujan meteor yang dapat diamati dengan mata telanjang di bawah langit cerah.
  • Flower Moon muncul pada 2 Mei sebagai purnama musim semi, disusul hujan meteor Eta-Aquariid dan Eta-Lyrid yang mencapai puncaknya pada awal bulan dengan kilatan cahaya menawan.
  • Fenomena Blue Moon menutup Mei pada 31 Mei 2026 sebagai purnama kedua dalam satu bulan kalender, menjadi momen langka yang hanya terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan Mei 2026 akan menjadi periode yang kaya akan fenomena langit menarik, menghadirkan kombinasi indah antara fase Bulan dan aktivitas hujan meteor. Dari kemunculan Flower Moon di awal bulan hingga fenomena langka Blue Moon di penghujung Mei, langit malam akan dipenuhi momen-momen yang sayang untuk dilewatkan.

Tak hanya itu, dua hujan meteor juga akan mencapai puncaknya dan menawarkan pertunjukan kilatan cahaya yang memukau. Dengan kondisi langit yang relatif bersahabat, Mei menjadi waktu yang ideal bagi siapa pun untuk menikmati keindahan alam semesta, bahkan hanya dengan mata telanjang. Melansir laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan sumber lainnya, berikut 4 fenomena langit Mei 2026.

1. Purnama Flower Moon (2 Mei)

Fase Bulan purnama yang dikenal sebagai Flower Moon akan terjadi pada 2 Mei 2026. Penamaan ini berasal dari tradisi di belahan Bumi utara yang mengaitkan purnama bulan Mei dengan musim semi, ketika bunga-bunga mulai bermekaran. Pada fase ini, Bulan berada tepat berseberangan dengan Matahari relatif terhadap Bumi, sehingga seluruh permukaannya yang menghadap Bumi tersinari penuh dan tampak sangat terang.

Kondisi ini membuat Bulan terlihat jelas sepanjang malam, dari Matahari terbenam hingga fajar, terutama jika langit cerah tanpa gangguan awan. Ini menjadikannya momen ideal untuk menikmati keindahan Bulan dengan mata telanjang maupun alat bantu sederhana.

2. Hujan Meteor Eta-Aquariid (6 Mei)

Ilustrasi hujan meteor bootid (unsplash.com/Matt Wang)
Ilustrasi hujan meteor bootid (unsplash.com/Matt Wang)

Hujan meteor Eta-Aquariid akan mencapai puncaknya pada 6 Mei 2026 dan menjadi salah satu fenomena langit paling dinantikan di bulan ini. Meteor-meteor ini berasal dari sisa debu Komet Halley yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. Eta-Aquariid dikenal menghasilkan meteor berkecepatan tinggi yang sering meninggalkan jejak cahaya panjang di langit, sehingga tampak lebih dramatis dibanding hujan meteor lainnya.

Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah menjelang fajar, ketika titik radian di rasi Aquarius berada cukup tinggi di langit, memberikan peluang lebih besar untuk melihat lintasan meteor yang melesat di kegelapan pagi.

3. Hujan Meteor Eta-Lyrid (8 Mei)

Selain Eta-Aquariid, langit Mei juga akan diramaikan oleh hujan meteor Eta-Lyrid yang mencapai puncaknya pada 8 Mei 2026. Dibandingkan hujan meteor besar lainnya, Eta-Lyrid memiliki intensitas yang relatif kecil, sehingga jumlah meteor yang terlihat per jam tidak terlalu banyak.

Meski begitu, fenomena ini tetap menarik untuk diamati, terutama bagi pengamat yang berada di lokasi minim polusi cahaya. Dalam kondisi langit gelap dan cuaca cerah, beberapa meteor masih dapat terlihat melintas, memberikan pengalaman berburu bintang jatuh yang tetap berkesan meski tidak terlalu ramai.

4. Blue Moon (31 Mei)

ilustrasi bulan (pexels.com/Brett Sayles)
ilustrasi bulan (pexels.com/Brett Sayles)

Menutup bulan Mei, akan terjadi fenomena Blue Moon pada 31 Mei 2026, yaitu purnama kedua dalam satu bulan kalender. Peristiwa ini tergolong jarang karena umumnya hanya terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali. Meskipun disebut “Blue Moon,” Bulan tidak benar-benar berubah warna menjadi biru. Istilah ini hanyalah penamaan untuk menandai keunikan siklus fase Bulan tersebut.

Seperti purnama pada umumnya, Blue Moon akan tampak terang dan bulat sempurna di langit malam, menjadi momen menarik untuk diamati sekaligus penutup yang indah bagi rangkaian fenomena langit sepanjang Mei 2026.

Mei 2026 menghadirkan rangkaian fenomena langit yang beragam, mulai dari purnama Flower Moon di awal bulan hingga Blue Moon yang langka di penghujungnya, serta dua hujan meteor yang menghiasi langit malam. Kombinasi peristiwa ini memberikan banyak kesempatan bagi pengamat untuk menikmati keindahan langit, baik dengan mata telanjang maupun alat bantu sederhana.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More