Warna pada awan pelangi terlihat tidak beraturan karena terbentuk dari proses difraksi cahaya oleh jutaan partikel air atau kristal es yang sangat kecil di dalam awan. Berbeda dengan pelangi biasa yang berasal dari tetesan hujan besar dan seragam sehingga membentuk busur rapi, pada awan iridescent setiap partikel bertindak seperti “celah kecil” yang menyebarkan cahaya ke berbagai arah. Mengingat jumlahnya sangat banyak, cahaya yang tersebar ini saling tumpang tindih dan menghasilkan warna-warna yang tampak acak di pinggiran awan, bukan lengkungan yang jelas.
Selain itu, susunan warna juga sangat dipengaruhi oleh ukuran partikel di dalam awan. Kalau ukuran tetesannya tidak seragam, pola difraksi yang terbentuk bisa saling melemahkan bahkan menghapus satu sama lain, sehingga warnanya terlihat pudar atau cenderung putih.
Itulah kenapa awan pelangi biasanya muncul pada awan tipis dengan partikel yang relatif seragam, seperti altokumulus yang baru terbentuk. Saat kondisi atmosfer mendukung, cahaya matahari bisa menembus awan dan menciptakan efek warna yang berkilau meski tetap terlihat tidak beraturan karena proses difraksinya yang kompleks.
Itulah penjelasan mengenai awan pelangi terjadi karena apa yang faktanya berasal dari proses difraksi cahaya matahari di dalam awan tipis. Fenomena ini bukan pertanda badai, melainkan proses alami di atmosfer yang menghasilkan warna indah di langit.
Awan pelangi terjadi karena apa? | Awan pelangi terjadi karena difraksi cahaya matahari oleh partikel air atau kristal es kecil di dalam awan. |
Apakah awan pelangi sama dengan pelangi biasa? | Tidak. Pelangi biasa terbentuk dari pembiasan cahaya, sedangkan awan pelangi dari difraksi cahaya. |
Apakah awan pelangi tanda akan terjadi badai? | Tidak. Fenomena ini bukan tanda badai, tapi menunjukkan adanya proses pembentukan awan dan potensi hujan lokal. |
Referensi
"What Are Rainbow Clouds?". National Environmental Satellite, Data, and Information Service. Diakses Mei 2026.
"Iridescence". Cloud Appreciation. Diakses Mei 2026.
"Awan Pelangi Ramai Diperbincangkan di Media Sosial, Ini Penjelasan Dosen IPB University". IPB University. Diakses Mei 2026.