Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bagaimana Jamur Membantu Pohon Bertahan Hidup?

Bagaimana Jamur Membantu Pohon Bertahan Hidup?
ilustrasi pohon (pexels.com/dumitru B)
Intinya Sih
  • Jamur mikoriza membantu pohon menyerap air dan nutrisi penting melalui jaringan hifa, sementara pohon memberi gula hasil fotosintesis sebagai imbalan dalam hubungan simbiosis mutualisme.
  • Jaringan miselium jamur menghubungkan banyak pohon, memungkinkan pertukaran air, nutrisi, dan sinyal kimia yang memperkuat ketahanan hutan terhadap kekeringan serta serangan hama.
  • Jamur berperan menjaga kesuburan tanah lewat dekomposisi bahan organik dan melindungi akar dari patogen, menjadikan ekosistem hutan lebih sehat dan tangguh menghadapi perubahan lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Ketika mendengar kata jamur, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan organisme yang tumbuh di batang pohon yang lapuk atau di tanah hutan. Padahal, peran jamur di alam jauh lebih besar daripada sekadar menguraikan kayu yang mati. Di balik permukaan tanah, jamur membentuk hubungan yang sangat erat dengan akar pohon dan membantu mereka mendapatkan air, nutrisi, hingga perlindungan dari berbagai ancaman.

Tanpa bantuan jamur, banyak pohon akan kesulitan bertahan hidup, terutama di lingkungan yang kering, miskin unsur hara, atau dipenuhi patogen. Bahkan, para ilmuwan menyebut hubungan antara pohon dan jamur sebagai salah satu fondasi utama kesehatan hutan di seluruh dunia.

1. Jamur membantu pohon menyerap air dan nutrisi

Sebagian besar pohon hidup berdampingan dengan jamur mikoriza, yaitu jamur yang tumbuh di sekitar atau di dalam akar pohon. Hubungan ini bersifat simbiosis mutualisme, artinya kedua belah pihak sama-sama memperoleh keuntungan.

Jamur membentuk benang-benang halus yang disebut hifa atau miselium. Struktur ini menjalar jauh ke dalam tanah sehingga mampu menjangkau pori-pori kecil yang tidak dapat ditembus oleh akar pohon. Melalui jaringan tersebut, jamur membantu menyerap berbagai unsur penting, seperti:

  • Fosfor
  • Nitrogen
  • Kalium
  • Air
  • Berbagai mineral mikro

Sebagai imbalannya, pohon memasok gula dan karbohidrat hasil fotosintesis kepada jamur sebagai sumber energi. Dengan kerja sama ini, pohon tidak perlu mengembangkan akar yang jauh lebih besar untuk memperoleh nutrisi yang sama.

2. Jamur menghubungkan pohon melalui jaringan bawah tanah

Salah satu fakta paling menarik adalah bahwa miselium jamur tidak hanya terhubung dengan satu pohon. Dalam banyak kasus, jaringan jamur menghubungkan banyak pohon sekaligus sehingga membentuk sistem komunikasi bawah tanah yang sangat luas.

Melalui jaringan ini, air dan nutrisi dapat dialirkan dari pohon yang memiliki cadangan berlebih menuju pohon yang sedang mengalami kekurangan. Selain itu, jamur juga membantu menyampaikan sinyal kimia antarpohon.

Sebagai contoh, ketika sebuah pohon diserang serangga atau mengalami kekeringan, pohon tersebut dapat mengirimkan sinyal melalui jaringan jamur. Pohon-pohon di sekitarnya kemudian mulai mengaktifkan mekanisme pertahanan lebih awal sehingga peluang mereka untuk bertahan hidup menjadi lebih besar. Kemampuan berbagi sumber daya dan informasi inilah yang membuat hutan menjadi lebih tangguh menghadapi berbagai tekanan lingkungan.

3. Membantu menyuburkan tanah melalui proses dekomposisi

Permukaan tanah berwarna cokelat dengan tekstur gembur dan sedikit serpihan daun kering di permukaannya.
ilustrasi tanah (pexels.com/Harrison Haines)

Tidak semua jamur hidup berdampingan dengan akar pohon. Banyak jenis jamur berperan sebagai pengurai (decomposer) yang memecah daun gugur, ranting, batang pohon mati, dan sisa organisme lainnya. Proses penguraian ini melepaskan kembali berbagai unsur hara ke dalam tanah, seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan berbagai mineral penting lainnya.

Nutrisi tersebut kemudian dapat diserap kembali oleh akar pohon maupun jamur mikoriza. Siklus alami ini menjaga kesuburan tanah dan memastikan ekosistem hutan tetap produktif dalam jangka panjang. Tanpa jamur pengurai, sebagian besar nutrisi akan terkunci di dalam tumpukan daun dan kayu mati sehingga sulit dimanfaatkan kembali oleh tumbuhan.

4. Melindungi pohon dari penyakit dan kondisi lingkungan ekstrem

Jamur juga berfungsi sebagai pelindung alami bagi akar pohon. Beberapa spesies menutupi permukaan akar sehingga mikroorganisme penyebab penyakit menjadi lebih sulit menginfeksi tanaman.

Selain itu, sejumlah jamur menghasilkan senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri maupun jamur patogen. Peran pelindung ini menjadi semakin penting ketika pohon tumbuh di lingkungan yang kurang ideal, seperti tanah terlalu asin, mengandung logam berat tinggi, terlalu asam atau terlalu basa, dan sering mengalami kekeringan. Dalam kondisi tersebut, jamur membantu meningkatkan efisiensi penyerapan air dan nutrisi sehingga pohon tetap mampu bertahan hidup.

5. Mengapa hubungan jamur dan pohon sangat penting bagi hutan

Hubungan antara jamur dan pohon tidak hanya menguntungkan satu individu, tetapi juga menentukan kesehatan seluruh ekosistem hutan. Jaringan jamur membantu menjaga keseimbangan antarspesies pohon, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta membuat hutan lebih tahan terhadap kekeringan, serangan hama, maupun perubahan iklim.

Karena itulah, keberadaan jamur menjadi faktor penting dalam berbagai program restorasi hutan dan penghijauan. Bibit pohon yang ditanam di tanah yang memiliki komunitas jamur mikoriza umumnya memiliki tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan bibit yang ditanam tanpa dukungan jamur tersebut. Selain itu, menjaga kesehatan tanah dengan mengurangi penggunaan fungisida yang tidak perlu, mempertahankan lapisan mulsa organik, dan meminimalkan gangguan tanah juga membantu menjaga populasi jamur tetap sehat.

Jamur bukan sekadar organisme yang menguraikan kayu mati di lantai hutan. Di bawah permukaan tanah, mereka berperan sebagai mitra penting yang membantu pohon memperoleh air dan nutrisi, melindungi akar dari penyakit, mendaur ulang unsur hara, hingga menghubungkan banyak pohon melalui jaringan bawah tanah yang kompleks. Berkat kerja sama inilah, pohon dapat tumbuh lebih sehat dan hutan menjadi lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, termasuk perubahan iklim.

Referensi

Earth. Diakses pada Juni 2026. How An Invisible Fungal Alliance Helps Forests Thrive
Royal Forestry Society. Diakses pada Juni 2026. Why Do Trees Need Fungi?
Sciencing. Diakses pada Juni 2026. Relationship Of Mutualism Between A Mushroom & A Tree
University of Nebraska-Lincoln. Diakses pada Juni 2026. Beneficial Fungi and Tree Health

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More