Membentang hijau di sepanjang pesisir selatan Laut Kaspia, hutan yang sebagian besar wilayahnya berada di Iran ini bukanlah sekadar rimbunan pepohonan biasa. Hutan Hyrcania dikenal sebagai salah satu “fosil hidup” paling berharga di bumi, karena telah eksis sejak 25 hingga 50 juta tahun yang lalu. Ketika sebagian besar wilayah Belahan Bumi Utara membeku akibat Zaman Es, kawasan unik ini berhasil selamat berkat perlindungan topografi pegunungan dan iklim mikro Laut Kaspia yang hangat, menjaga keanekaragaman hayati purba di dalamnya tetap utuh hingga hari ini.
Fakta Unik Hyrcania, Hutan Purba Jutaan Tahun di Iran dan Azerbaijan

- Hutan Hyrcania membentang sekitar 1.000 kilometer di Iran dan Azerbaijan, menjadi ekosistem hutan hujan purba yang diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia sejak tahun 2019.
- Telah eksis sejak 25 hingga 50 juta tahun lalu, Hyrcania berhasil bertahan dari Zaman Es berkat iklim Laut Kaspia dan topografi pegunungan yang menjaga keanekaragaman hayatinya.
- Kawasan ini menjadi rumah bagi lebih dari 3.200 spesies tumbuhan serta ratusan fauna langka seperti macan tutul persia, beruang cokelat, dan pohon besi persia.
UNESCO bahkan telah menetapkan kawasan hutan ini sebagai laboratorium evolusi yang tak ternilai. Di sini, para peneliti maupun pencinta alam menemukan spesies flora dan fauna langka yang tidak dapat ditemukan di belahan bumi lain, termasuk pohon-pohon purba di tepian Laut Kaspia ini menjadi bukti nyata bagaimana alam menyimpan rahasia masa lalu yang luar biasa. Yuk, simak apa saja fakta unik dari Hutan Hyrcania berikut ini!
1. Membentang di dua negara yaitu Iran dan Azerbaijan

Hutan Hyrcania merupakan sebuah ekosistem hutan hujan purba yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Secara geografis, ukuran wilayah hutan membentang sepanjang kurang lebih 1.000 kilometer yang berhadapan langsung dengan fluktuasi iklim Laut Kaspia. Kemudian wilayah hutan juga terbagi di antara dua negara yaitu Iran dan Azerbaijan.
Dilansir laman Times of Israel, bagian terbesar Hyrcania berada di negara Iran yaitu sepanjang pesisir selatan Laut Kaspia dan menyusuri lereng utara Pegunungan Alborz. Bagian ujung utara dari ekosistem hutan ini melintasi perbatasan dan masuk ke wilayah tenggara Azerbaijan, tepatnya di kawasan Pegunungan Talysh dan Dataran Rendah Lankaran. Hal ini diakui secara resmi oleh UNESCO pada tahun 2023 untuk melengkapi zona perlindungan ekosistem purba tersebut.
2. Sudah ada sejak zaman purba 25 hingga 50 juta tahun lalu

Menurut sejarah dan penelitian para ahli, Hyrcania sudah ada sejak 25 hingga 50 juta tahun yang lalu (Zaman Tersier). Pada masa purba tersebut, ekosistem hutan seperti sebenarnya sempat tumbuh subur dan menyelimuti sebagian besar wilayah beriklim sedang di Belahan Bumi Utara. Keberadaannya yang terus bertahan hingga hari ini menjadikannya sebagai salah satu saksi bisu perjalanan ekologi planet bumi yang sangat langka.
Keberadaan utama hutan purba ini adalah kemampuannya dalam menjaga kelangsungan hidup keanekaragaman hayati yang melimpah selama puluhan juta tahun. Dilansir laman UNESCO, kawasan ini tercatat ada lebih dari 3.200 spesies tumbuhan vascular, serta menjadi rumah bagi 180 spesies burung dan 58 spesies mamalia. Ekosistem purba ini bahkan masih terjaga sangat utuh karena masih dihuni oleh predator puncak alami seperti macan tutul, serigala, dan beruang cokelat.
3. Rumah bagi ribuan flora dan fauna langka

Dijuluki sebagai ibu dari hutan-hutan di Eropa, wilayah ini bertindak sebagai tempat perlindungan (refuge) krusial yang selamat dari hantaman Zaman Es jutaan tahun lalu. Berkat kelembapan tinggi dari Laut Kaspia, pohon-pohon purba di hutan prasejarah ini mampu tumbuh jauh lebih besar dan lebat dibandingkan wilayah lain, menjadikannya sebuah museum alam yang hidup sekaligus warisan dunia yang tak ternilai. Dilansir laman One Earth, sebagai benteng keanekaragaman hayati, hutan ini menjadi rumah yang aman bagi ribuan flora dan fauna langka.
Di sinilah habitat penting bagi predator puncak yang terancam punah seperti macan tutul persia yang legendaris, serta mamalia besar lainnya seperti beruang cokelat, serigala, dan rusa merah. Selain itu, vegetasi di dalamnya sangat unik, dipenuhi oleh pohon-pohon peninggalan pasca glasiasi yang langka seperti persian Ironwood (pohon besi persia) dan persian silk tree (pohon sutra persia).
4. Alasan di balik nama 'Hyrcania' yang estetik hingga warisan dunia UNESCO

Hyrcania merupakan nama kuno dari wilayah Gorgan di Iran yang diadaptasi oleh peradaban Yunani Kuno. Nama aslinya, Varkan atau Varkāna, tercatat resmi sejak era Kekaisaran Achaemenid dan memiliki arti yang sangat ikonik, yaitu “Tanah Para Serigala.” Dikutip laman Persia Advisor, seiring berjalannya waktu dan pergantian dinasti, nama ini berevolusi secara fonetis menjadi Jorjan hingga akhirnya dikenal sebagai Kota Gorgan di masa modern.
Karena nilai sejarah dan kekayaan alamnya yang tak ternilai, Hutan Hyrcania resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada Juli 2019 dalam sidang di Baku. Pengakuan internasional ini menobatkan kawasan hijau tersebut sebagai situs ke-24 sekaligus keajaiban alam kedua milik Iran. Warisan ini menjadi bukti nyata bagaimana sebuah wilayah mampu mempertahankan pesona alam kunonya di tengah perubahan iklim dan zaman.
Menjelajahi Hutan Hyrcania bukan sekadar berjalan di antara pepohonan rimbun, melainkan sebuah perjalanan melintasi waktu. Sebagai “fosil hidup” yang berhasil selamat dari Zaman Es, hutan purba ini menjadi pengingat berharga akan keajaiban ketahanan alam semesta. Keberadaannya yang terus bertahan selama jutaan tahun membuktikan betapa tangguhnya ekosistem ini dalam menghadapi perubahan zaman, sekaligus menjadikannya sebagai warisan berharga bagi ilmu pengetahuan dan keanekaragaman hayati.















![[QUIZ] Dari Jenis Bintang Favoritmu, Ini Cara Kamu Menghadapi Tantangan](https://image.idntimes.com/post/20250519/reign-abarintos-ckxtsjwu-i-unsplash-4c4e0935346233c8fec14261a45ff371-007b40cbd707b51771f718b1af252a2c.jpg)


