Nutrisi dan kelangsungan hidup: Belalang sembah betina memiliki kebutuhan energi yang meningkat untuk telur-telur mereka. Dengan memangsa belalang sembah jantan, mereka memperoleh asupan nutrisi yang optimal sehingga mendorong produksi telur yang baik.
Belalang terlalu stres karena lapar: Ketika belalang sembah betina hidup di lingkungan yang buruk dan minim sumber makanan, mereka bisa saja mengalami kelaparan ekstrem yang kemungkinan terjadinya kanibalisme seksual meningkat. Di mana jantan yang terlalu dekat dengan betina bisa disalahartikan sebagai mangsa.
Strategi evolusi: Adanya kanibalisme seksual memungkinkan keuntungan adaptif, yakni dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup keturunan.
Pengaruh spesies: Tidak semua spesies belalang sembah melakukan kanibalisme seksual, khususnya di wilayah tropis yang menunjukkan tingkat perilaku ini yang lebih rendah.
5 Fakta Unik Belalang Sembah, Benarkah Kanibal Sejati?

- Belalang sembah dikenal sebagai predator ahli kamuflase dengan kemampuan mengubah warna tubuh dan memutar kepala hingga 180° untuk berburu serta menghindari predator.
- Serangga ini memiliki penglihatan tiga dimensi unik yang membantu mendeteksi mangsa bergerak, menjadikannya satu-satunya serangga dengan kemampuan visual seperti itu.
- Belalang sembah menunjukkan perilaku kanibalisme seksual, di mana betina dapat memakan jantan saat kawin, serta memiliki kekerabatan evolusioner dekat dengan kecoa dan rayap.
Belalang sembah adalah serangga yang persebarannya sangat luas. Mereka tampil dengan keunikannya tersendiri, yang menarik adalah mereka ternyata punya sifat kanibal. Ukuran tubuhnya tidak terlalu besar, namun belalang sembah dengan tega menyantap saudaranya sendiri.
Tidak hanya sebatas itu, belalang sembah rupanya menyimpan rahasia mengejutkan, di mana mereka ternyata masih satu saudara dengan kecoa dan rayap. Penasaran bagaimana kehidupan sosial belalang sembah dan keunikannya? Berikut lima fakta unik seputar belalang sembah!
1. Ahlinya berkamuflase

Belalang sembah atau belalang sentadu merupakan spesies belalang yang mahir dalam penyamaran. Layaknya serangga pada umumnya, belalang sembah akan menggunakan penampilan samar mereka untuk menyatu dengan lingkungan.
Bagi belalang sembah, berkamuflase adalah bagian dari pertahanan hidup. Mereka mengubah tampilan tubuhnya demi menghindari serangan predator, karena belalang sembah adalah incaran bagi burung, katak, kadal, dan mamalia kecil lainnya. Selain itu, belalang sembah adalah predator rakus yang harus menyelinap demi mendekati mangsanya. Dengan penyamaran yang sempurna, keberadaan belalang sembah sulit dideteksi oleh mangsa.
Perubahan warna setelah berganti kulit ini merupakan proses yang dikenal sebagai perubahan warna fisiologis atau perwarnaan pasca pergantian kulit. Perubahan warna pada belalang sembah terjadi karena pembaruan eksoskeleton selama proses pergantian kulit.
Tepat sebelum berganti kulit, belalang sembah mengeluarkan eksoskeleton baru yang lembut di bawah eksoskeleton lamanya. Setelah eksoskeleton lama terlepas, belalang sembah muncul dengan eksoskeleton baru yang lebih segar dan lentur.
2. Satu-satunya serangga yang memiliki penglihatan 3 dimensi

Belalang sembah ialah satu-satunya serangga yang mampu melihat dalam tiga dimensi untuk mendeteksi mangsa dengan akurat. Kemampuan ini hanya aktif ketika objek yang mereka amati sedang bergerak.
Dilansir Science.org, dibuktikan melalui penelitian dalam jurnal Current Biology, di mana para ilmuwan memasangkan kacamata 3D mini pada 20 ekor belalang sembah untuk melihat respons mereka terhadap simulasi mangsa berupa titik-titik bergerak.
Hasilnya menunjukkan bahwa belalang sembah tetap mencoba menangkap mangsa yang terlibat dalam jarak serang mereka, meskipun tampilan visual yang diterima oleh masing-masing mata sangat berbeda satu sama lain.
3. Kanibalisme seksual

Salah satu yang menarik perhatian dari belalang sembah adalah kenyataan bahwa mereka sangat bermusuhan satu sama lain. Belalang sembah tidak bisa ditempatkan dalam satu wadah bersama belalang sembah lainnya, atau salah satunya akan dimakan dalam waktu singkat.
Fenomena ini biasanya terjadi pada anak belalang sembah yang baru menetas. Begitu keluar dari ootheca, belalang sembah sudah siap dan tanpa ragu menyantap saudaranya sendiri. Tidak hanya itu, perilaku ini juga terjadi saat masa perkawinan, di mana betina akan memakan jantan saat proses kawin berlangsung.
Beberapa faktor memengaruhi terjadinya kanibalisme seksual pada belalang sembah, antara lain:
Kanibalisme seksual terdengar sangat kejam, namun hal ini sebenarnya menguntungkan bagi pejantan. Artinya, praktik ini menjadi kesempatan bagi pejantan untuk memperkuat keturunannya dan dengan demikian meningkatkan peluangnya untuk mewariskan gen.
Proses kanibalisme seksual dimulai dari belalang jantan yang mendekati betina dengan hati-hati. Mereka sering menunjukkan perilaku pacaran, mengandalkan kaki bersendi dan antena untuk menenangkan dan menarik perhatian betina. Belalang jantan akan naik ke atas betina dan menggunakan organ kopulasi miliknya untuk menyuburkan telurnya. Selama proses ini terjadi, betina akan menggigit kapsul kepala jantan.
4. Masih berkerabat dengan kecoa dan rayap

Data ilmiah mengungkap bahwa rayap adalah 'kecoa sosial' yang memiliki silsilah keluarga yang sama dengan kecoa dan belalang sembah. Berbeda dengan semut yang merupakan keturunan lebah dan tawon, rayap justru memisahkan diri dari ordo kecoa sejak 130 juta tahun lalu.
Data ini diperkuat dengan adanya penemuan fosil tertua yang menunjukkan bahwa nenek moyang rayap purba memiliki bentuk fisik yang menyerupai gabungan antara kecoa dan belalang sembah. Oleh karena itu, para ahli menyimpulkan bahwa ketiga serangga tersebut berada di cabang pohon keluarga yang sama, artinya rayap, kecoa, dan belalang sembah adalah kerabat dekat dalam evolusi serangga.
Belalang sembah, rayap, dan kecoa berkerabat karena semuanya termasuk dalam superordo yang sama, yaitu Dictyoptera, dan mereka berasal dari nenek moyang yang sama. Terdapat ciri fisiologis dalam ketiga serangga tersebut, yaitu adanya produksi oothecae, lempeng subgenital yang membesar, tentorium sefalik yang berlubang, dan proventrikulus yang bergigi. Mereka juga memiliki bagian mulut untuk mengunyah, sayap seperti kulit, dan kemampuan betina untuk membawa telur di perutnya.
5. Bisa memutar kepala 180°

Leher belalang sembah didesain beruas yang memberikan mobilitas periskopik, memungkinkan belalang sembah untuk memutar kepala dan mengamati lingkungan sekitar dengan fleksibilitas dan presisi yang luar biasa. Fitur ini sangat penting karena merupakan bagian dari strategi berburu, menghindari predator, dan kesadaran situasional secara keseluruhan.
Leher belalang sembah sangat fleksibel dan terdiri dari serangkaian segmen kecil yang saling berhubungan, yang memungkinkan terjadinya berbagai gerakan. Adanya sendi artikulasi ini memungkinkan belalang sembah untuk memutar kepala ke berbagai arah, termasuk ke samping, ke atas, dan ke bawah, bahkan dengan mudah memutar kepalanya hingga 180°.
Serangga kecil yang satu ini ternyata menyimpan banyak keajaiban yang tidak dimiliki hewan lain, mulai dari penglihatan 3D, kanibalisme seksual, penyamaran yang unggul, hingga kemampuan memutar kepalanya.

















