Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Koala Memiliki Sidik Jari Persis Seperti Manusia?

Benarkah Koala Memiliki Sidik Jari Persis Seperti Manusia?
Koala (pexels.com/Flip)
Intinya Sih
  • Sidik jari terbentuk sejak janin berusia 8 minggu dan bersifat permanen, dengan pola dasar lingkaran, pusaran, serta lengkung yang unik pada setiap individu.
  • Koala memiliki sidik jari sangat mirip manusia hingga sulit dibedakan di bawah mikroskop, ditemukan pertama kali oleh antropolog Maciej Henneberg pada 1990-an.
  • Kemiripan sidik jari koala dan manusia terjadi karena evolusi konvergen, membantu keduanya menggenggam kuat serta meningkatkan sensitivitas saat memanjat atau memegang benda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa sangka kalau kita ternyata punya kemiripan dengan koala! Yup, kamu tidak salah baca. Bukan dari wajah dan perilakunya, melainkan sidik jari antara koala dan manusia benar-benar sangat mirip!

Saking miripnya, bahkan di bawah alat canggih mikroskop pun masih bisa tertukar antara sidik jari manusia dan koala. Wah, bagaimana bisa semirip itu, ya? Adanya artikel ini akan dibahas lebih lanjut seputar sidik jari, mulai dari jenis-jenisnya, proses terbentuknya sidik jari, dan jawaban kenapa sidik jari koala dan manusia sama persis.

1. Apa itu sidik jari?

Sidik jari manusia
Sidik jari manusia (pexels.com/Angela)

Dilansir Medical News Today, sidik jari merupakan pola garis-garis atau dermatoglif yang muncul di kulit tangan dan kaki. Polanya bisa berbentuk melengkung, melingkar, atau berputar, tetapi pola pastinya berbeda dari orang ke orang. Sir Francis Galton, seorang ilmuwan dan pendukung eugentika yang meneliti sidik jari pada akhir abad ke-19. Menetapkan adanya tiga tipe dasar ujung jari, antara lain:

  1. Lingkaran, yang berputar kembali ke dirinya sendiri.
  2. Pusaran, yang berbentuk lingkaran.
  3. Lengkungan, yang tidak membentuk lingkaran atau lingkaran penuh tetapi membentuk garis melengkung.

Sejak saat itu, para peneliti telah mengidentifikasi lebih banyak jenis dan variasi. Di mana sebuah studi pada tahun 2019 di Nepal menemukan bahwa 15,28% peserta memiliki pola komposit, artinya mereka memiliki unsur dari beberapa jenis sidik jari. Jenis lain yang diidentifikasi antara lain:

  1. Lingkaran radial, yang terbuka ke arah ibu jari.
  2. Lengkungan ulnar, yang terbuka ke arah jari kelingking.
  3. Pusaran konsentris, yang terdiri dari lingkaran konsentris.
  4. Pusaran spiral, yang menyerupai pusaran atau spiral.

2. Bagaimana sidik jari terbentuk?

Sidik jari manusia
Sidik jari manusia (pexels.com/Towfiqu)

Tahukah kamu kalau sidik jari manusia mulai terbentuk sejak dalam kandungan. Tepatnya pada usia kehamilan 8 minggu, manusia mulai menumbuhkan tunas-tunas kecil yang akan menjadi sidik jari. Saat manusia berkembang di dalam rahim ibu, jari-jarinya sedang tumbuh bersentuhan dengan area sekitar.

Pada tahap kehidupan ini, lingkungan terdekat manusia adalah kantung amnion, yang berisi cairan dan mengelilingi janin di dalam rahim. Pada dasarnya manusia sebagai janin mengembang di dalam balon air. Dan seperti balon, kantung amnion memiliki membran tipis yang lentur berisi cairan bertekanan.

Saat jari-jari manusia terkena tekanan dari cairan di sekitar dan saat menyentuh kantung dinding amnion, kulit lembut yang sedang berkembang di ujung jari akan menekuk dan berkerut membentuk alur gesekan atau pusaran garis-garis sidik jari. Sidik jari di telapak tangan dan kaki juga terbentuk dengan cara ini.

Sidik jari memiliki tiga pola dasar, yaitu lingkaran, pusaran, dan lengkung. Lingkaran adalah yang paling umum dan mencakup 60% dari semua sidik jari, lengkung adalah yang paling jarang dan mencakup 5% dari semua jenis pola.

Sidik jari bersifat permanen. Bahkan ketika sidik jari rusak, kulit baru akan tumbuh kembali dengan pola yang sama persis seperti yang terbentuk dalam rahim. Artinya, sidik jari kita mengikuti kita dari lahir sampai meninggal.

3. Mengapa sidik jari koala identik dengan sidik jari manusia?

Koala (commons.wikimedia/Till Niermann)
Koala (commons.wikimedia/Till Niermann)

Dilansir Earth.com, pada pertengahan tahun 1990, antropolog biologi Maciej Henneberg dari Universitas Adelaide membuat penemuan mengejutkan saat mempelajari koala di Australia. Telapak kaki mereka memiliki pola melingkar dan berpilin yang rumit, persis seperti sidik jari manusia.

Saking miripnya, di bawah alat mikroskop, sidik jari mereka sangat mirip dengan sidik jari manusia. Sehingga, para peneliti bisa saja salah mengira.

Para ilmuwan percaya, bahwa sidik jari mampu meningkatkan daya cengkram. Sidik jari tampak sempurna untuk memegang perkakas atau memanjat.

Pada tahun 2009, ahli biologi Roland Ennos, dalam sebuah studi menunjukkan bahwa, meskipun sidik jari mungkin tidak menghasilkan gesekan sendiri, namun sidik jari dapat membantu mempertahankan daya cengkram dengan bekerja bersama kelenjar keringat.

Para peneliti menemukan bahwa ketika bersentuhan dengan permukaan yang keras dan kedap air, jari-jari kita melepaskan kelembapan. Kelembapan tersebut meningkatkan gesekan dengan melembutkan kulit di ujung jari kita, dengan bantuan alur-alur kecil pada sidik jari, yang mengarahkan cairan sedemikian rupa sehingga memungkinkan penguapan maksimal.

Sidik jari juga mampu memberikan sensitivitas penting pada ujung jari manusia. Hal ini diperkuat dengan adanya penelitian dari para Fisikawan di Ecole Normale Superieure di Paris, menemukan bahwa alur sidik jari dapat memperkuat getaran yang dihasilkan oleh gesekan ujung jari pada permukaan yang kasar, dan mengirimkan getaran tersebut ke ujung saraf jari.

Dilansir dari PBS.com, nenek moyang kita dan koala sudah terpisah sangat jauh, namun uniknya kita punya kemiripan tertentu. Hal ini terjadi karena adanya evolusi konvergen, yakni kondisi di mana makhluk hidup yang tidak bersaudara secara alami mengembangkan ciri yang serupa untuk bertahan hidup di lingkungan mereka.

Hanya ada beberapa cara bagi hewan untuk hidup di tebing, memanjat pohon, bergerak di bawah air, dan melakukan kegiatan spesifik lainnya. Fenomena evolusi konvergen ini bisa dilihat pada sayap kelelawar dan burung yang berevolusi secara terpisah.

Kemudian ada hiu dan lumba-lumba yang berasal dari garis keturunan yang berpisah ratusan juta tahun lalu, tetapi keduanya mengembangkan kulit halus dan sirip tajam untuk membantu mereka mengejar mangsa.

Selanjutnya ada koala, yang dikenal sebagai hewan yang sangat pilih-pilih dalam hal makanan dan mereka mencari daun eucalyptus sebagai makanan favoritnya. Dalam hal ini koala juga perlu menggenggam dengan cara yang mirip dengan manusia.

Tidak hanya itu, koala juga perlu memanjat secara vertikal ke cabang-cabang kecil pohon eucalyptus, menjangkau, menggenggam daun, dan memasukkannya ke dalam mulut. Jadi, secara keseluruhan, dapat dikatakan kalau sidik jari koala pasti berasal sebagai adaptasi untuk tugas-tugas tersebut.

Perlu diketahui, bahwa wombat dan kanguru adalah sepupu koala. Namun, keduanya tidak memiliki sidik jari seperti koala karena tidak melakukan tugas-tugas seperti yang dilakukan koala.

Adanya gesekan dan sensitivitas yang diberikan sidik jari dapat membantu koala secara bersamaan untuk berpegangan pada pohon dan memetik daun.

Sebagai penutup, benar bahwa koala memiliki sidik jari persis seperti manusia. Hal ini karena koala memiliki tugas-tugas yang spesifik seperti yang dilakukan manusia, mulai dari memanjat pohon secara vertikal, memetik daun, menggenggam daun, dan menjangkau cabang-cabang pohon.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More