Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Wu Zetian, Satu-satunya Perempuan Kaisar dalam Sejarah Cina

5 Fakta Wu Zetian, Satu-satunya Perempuan Kaisar dalam Sejarah Cina
Ilustrasi Wu Zetian (commons.wikimedia.org/Unknown author)
Intinya Sih
  • Wu Zetian menjadi satu-satunya perempuan yang secara resmi menyandang gelar kaisar dalam sejarah Tiongkok, memerintah pada masa Dinasti Tang antara tahun 690-705 M.

  • Ia memulai karier politik sebagai selir Kaisar Taizong, lalu memperkuat pengaruhnya melalui pernikahan dengan Kaisar Gaozong hingga akhirnya mengambil alih kekuasaan setelah sang kaisar wafat.

  • Sebagai kaisar Dinasti Zhou, Wu Zetian menerapkan berbagai reformasi yang membawa stabilitas dan kemakmuran bagi kekaisaran sebelum akhirnya turun takhta pada tahun 705 M.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Wu Zetian merupakan salah satu tokoh paling terkenal dalam sejarah Tiongkok. Sosok yang hidup pada abad ketujuh ini dikenal karena berhasil mencapai posisi tertinggi dalam sistem kekaisaran yang selama berabad abad didominasi laki laki. Menurut World History Encyclopedia, Wu Zetian memerintah sebagai kaisar pada periode 690-704 M.

Keberadaan Wu Zetian menarik perhatian karena ia menjadi satu satunya perempuan yang secara resmi menyandang gelar kaisar dalam sejarah Kekaisaran Tiongkok. Namanya juga kerap dikaitkan dengan berbagai reformasi dan perubahan politik pada masa Dinasti Tang. Sejumlah fakta tentang perjalanan hidup dan pemerintahannya menunjukkan mengapa tokoh ini terus dibahas hingga sekarang.

1. Menjadi satu-satunya kaisar perempuan dalam sejarah Tiongkok

Ilustrasi Wu Zetian
Ilustrasi Wu Zetian (commons.wikimedia.org/Gary Todd)

Menurut World History Encyclopedia, Wu Zetian merupakan satu satunya perempuan yang pernah memerintah sebagai kaisar di Tiongkok kekaisaran. Ia berkuasa pada masa Dinasti Tang. Sumber tersebut juga menyebutnya sebagai salah satu penguasa paling efektif sekaligus kontroversial dalam sejarah Tiongkok.

Dilansir dari National Geographic, Wu Zetian tercatat sebagai satu satunya perempuan yang berhasil menduduki posisi kaisar dalam sejarah dinasti Tiongkok. Pencapaian tersebut membuat namanya menonjol di antara para penguasa Tiongkok lainnya. Karena itu, Wu Zetian tetap menjadi salah satu tokoh sejarah yang paling banyak dibahas hingga kini.

2. Memulai karier politik dari lingkungan istana

Peta Dinasti Tang
Peta Dinasti Tang (commons.wikimedia.org/naturalearthdata)

Berdasarkan penjelasan World History Encyclopedia, Wu Zetian memasuki lingkungan istana sebagai selir Kaisar Taizong ketika berusia sekitar 14 tahun. Setelah Taizong wafat, ia kembali ke istana dan menjadi pasangan Kaisar Gaozong. Dari posisi tersebut, Wu kemudian diangkat sebagai permaisuri.

Perjalanan itu membuat pengaruh politik Wu Zetian semakin besar. Menurut World History Encyclopedia, ia menjadi sosok yang berada di balik kekuasaan Gaozong dalam banyak urusan pemerintahan. Perannya terus menguat hingga akhirnya menjadi tokoh paling berpengaruh di lingkungan istana.

3. Mengambil kendali kekuasaan setelah wafatnya Gaozong

Ilustrasi Kaisar Gaozong
Ilustrasi Kaisar Gaozong (commons.wikimedia.org/Chinese Artist)

Menurut World History Encyclopedia, setelah Kaisar Gaozong meninggal pada 683 M, Wu Zetian mengambil alih pemerintahan sebagai permaisuri janda. Ia menempatkan dua putranya di atas takhta sambil tetap mempertahankan kendali politik yang kuat. Pada periode ini, kekuasaan sebenarnya berada di tangan Wu Zetian.

Bahkan, Wu menjadi penguasa de facto sejak wafatnya Gaozong hingga tahun 690 M. Setelah beberapa tahun memerintah dari balik takhta, ia secara terbuka memproklamasikan dirinya sebagai kaisar. Peristiwa tersebut menjadikannya perempuan pertama dan satu satunya yang memegang gelar kaisar dalam sejarah Tiongkok kekaisaran.

4. Mendirikan Dinasti Zhou

Peta Dinasti Zhou
Peta Dinasti Zhou (commons.wikimedia.org/SY)

Melansir World History Encyclopedia, Wu Zetian mengubah nama negara dari Tang menjadi Zhou setelah mengukuhkan dirinya sebagai kaisar. Langkah tersebut mengikuti tradisi pergantian dinasti yang menandai awal pemerintahan baru. Perubahan nama itu juga digunakan untuk menegaskan lahirnya era kekuasaan yang berbeda.

Menurut China Highlights, Wu Zetian memerintah sebagai kaisar dalam Dinasti Zhou yang berlangsung dari 690-705 M. Dinasti tersebut hadir di antara periode pemerintahan Dinasti Tang. Berdirinya Dinasti Zhou menunjukkan upaya Wu Zetian untuk membangun legitimasi pemerintahannya sendiri.

5. Pemerintahannya dikenal dengan reformasi dan stabilitas

Bendera Dinasti Tang
Bendera Dinasti Tang (commons.wikimedia.org/Virgil Guo)

Dilansir dari National Geographic, Wu Zetian memerintah sebagai kaisar selama 15 tahun sejak 690-705 M. Selama masa pemerintahannya, ia menerapkan berbagai reformasi. Wu Zetian akhirnya dipaksa turun takhta pada 705 M.

Menurut China Highlights, masa pemerintahan Wu Zetian berlangsung ketika kekaisaran berada dalam kondisi yang relatif stabil, damai, kuat, dan makmur. Sumber tersebut menjelaskan bahwa berbagai kebijakan dan reformasi yang diterapkannya turut memperkuat negara. Pada masa itu, perekonomian dan pemerintahan berkembang dengan baik di bawah kepemimpinannya.

Wu Zetian merupakan tokoh yang meninggalkan jejak unik dalam sejarah Tiongkok. Dari awal kehidupannya sebagai penghuni istana hingga menjadi satu satunya perempuan yang menyandang gelar kaisar, perjalanan politiknya menunjukkan perubahan besar dalam struktur kekuasaan pada zamannya. Keberhasilannya mendirikan Dinasti Zhou, hingga menerapkan berbagai reformasi membuat namanya tetap menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah Tiongkok.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More