Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Unik Ular Tangga, Bergerak Sekitar 100 Meter Tiap Hari

5 Fakta Unik Ular Tangga, Bergerak Sekitar 100 Meter Tiap Hari
ular tangga (commons.wikimedia.org/Bouke ten Cate)
Intinya Sih
  • Ular tangga atau Zamenis scalaris adalah spesies ular Eropa berukuran kecil, tidak berbisa, dan pemakan utama hewan pengerat seperti tikus serta mamalia kecil lainnya.
  • Reptil ini memiliki panjang rata-rata 1,2 meter dengan pola tubuh mirip tangga saat muda, aktif bergerak sejauh 100 meter per hari, dan hidup soliter di siang hari.
  • Habitatnya berada di ketinggian 700–2.200 mdpl di wilayah barat Eropa serta mampu bertelur hingga 24 butir dengan masa inkubasi sekitar 5–12 minggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah dengar nama ular tangga? Pasti kamu akan menganggap nama tersebut sebagai sebuah permainan papan (board game) yang dimainkan bersama-sama menggunakan dadu. Uniknya, nama tersebut juga disematkan pada satu spesies ular dari Eropa yang punya nama ilmiah Zamenis scalaris.

Ular tangga sendiri merupakan spesies berukuran kecil yang tidak berbahaya bagi manusia. Ia adalah pemakan hewan pengerat, gerakannya gesit, dan bisa hidup di dataran tinggi yang bersuhu dingin. Penasaran dengan ular tersebut dan mau tahu berbagai fakta uniknya? Yuk, kita ulik di artikel berikut.

1. Sebagian besar makanannya adalah hewan pengerat

ular tangga
ular tangga (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Dilansir Wild Sides Holidays, makanan utama ular tangga adalah mamalia kecil seperti tikus, celurut, kelinci, dan hewan pengerat lain. Karena pilihan makanannya tersebut, ular tangga diklasifikasikan sebagai rat snake atau ular tikus. Lebih lanjut, mamalia kecil dan hewan pengerat mencakup sekitar 75 persen dari total makanan reptil ini. Sisanya (25 persen) adalah invertebrata seperti serangga, unggas, telur, dan kadal. Namun, hewan kecil seperti kadal dan serangga biasanya lebih sering disantap oleh individu muda.

2. Panjang maksimal ular tangga sekitar 1,6 meter

ular tangga
ular tangga (commons.wikimedia.org/Benny Trapp)

Laman JungleDragon menerangkan bahwa panjang rata-rata ular tangga ada di angka 1,2 meter. Namun, ada juga individu yang bisa tumbuh hingga mencapai panjang 1,6 meter. Salah satu ciri utama dari ular tangga adalah moncongnya yang meruncing. Individu muda punya corak kotak berwarna hitam yang beraturan. Nah, corak tersebut mirip dengan pola tangga dan mengilhami penamaan reptil ini. Ketika menginjak usia dewasa, corak tangga tersebut akan berubah menjadi corak garis hitam yang lurus.

3. Ular tangga bergerak sejauh 100 meter setiap hari

ular tangga
ular tangga (commons.wikimedia.org/Crispi.pp)

Ular tangga merupakan spesies ular yang cukup aktif dan kerap berkelana. Dilansir Animalia, dalam satu hari ular ini bisa berkelana hingga sejauh 100 meter. Wilayah jelajahanya juga cukup luas, bahkan mencapai 4500 meter persegi. Ular tangga merupakan hewan soliter yang hidup menyendiri. Tak seperti ular lain yang merupakan hewan nokturnal, ular tangga justru termasuk hewan diurnal yang sangat aktif pada siang hari. Namun, saat memasuki musim panas ia akan berubah menjadi hewan nokturnal demi menghindari suhu panas yang menyengat.

4. Hidup di elevasi sekitar 700 hingga 2000 mdpl

ular tangga
ular tangga (commons.wikimedia.org/CREAC Calafell)

Distribusi ular tangga mencakup wilayah Eropa, khususnya di Eropa barat seperti Spanyol, Portugal, dan Prancis. Habitatnya sendiri cukup beragam, bahkan ia bisa hidup di dataran tinggi, lho. Melansir laman EOL, elevasi tertinggi yang bisa dihuni oleh reptil ini berada di ketinggian 2.200 mdpl. Namun, habitat utamanya adalah daerah dengan ketinggian 700 mdpl yang mana juga termasuk dataran tinggi. Ia sangat mudah ditemukan di semak-semak, area berbatu, dan daerah dengan vegetasi yang tidak terlalu rapat.

5. Ular tangga bisa menghasilkan 24 butir telur

ular tangga
ular tangga (commons.wikimedia.org/FOTO-ARDEIDAS)

Seperti spesies lain, ular tangga merupakan hewan ovipar yang bereproduksi dengan cara bertelur. Laman iNaturalist mengungkap fakta bahwa ular ini bisa menghasilkan hingga 24 butir telur. Menariknya, kopulasi atau kegiatan kawinnya bisa berlangsung cukup lama, yaitu mencapai 1 jam. Sekitar 3-6 minggu setelah kawin barulah ular ini akan bertelur. Masa inkubasi telurnya berkisar antara 5-12 minggu. Setelah menetas, anakan ular tangga sepanjang 20 centimeter akan langsung hidup mandiri.

Ular tangga punya banyak perbedaan dengan berbagai spesies ular yang bisa ditemukan di Indonesia. Ia tak besar, bukan merupakan hewan arboreal, bahkan tak suka hidup di hutan. Hal tersebut menunjukkan bahwa ular tangga tidak dirancang untuk hidup di daerah tropis. Sebaliknya, ular tidak berbisa tersebut sangat cocok untuk hidup di wilayah Eropa yang merupakan daerah subtropis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More