Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Bunga yang Punya Makna Mendalam dalam Sejarah Konflik Dunia!
Makam pejuang Perang Dunia I (commons.wikimedia.org/Redvers)
  • Lima jenis bunga seperti poppy merah, mawar putih, anyelir merah, lotus, dan sakura memiliki makna mendalam dalam sejarah konflik serta perjuangan di berbagai negara.
  • Poppy merah dan mawar putih menjadi simbol penghormatan korban perang serta perlawanan terhadap tirani pada masa Perang Dunia I dan II.
  • Anyelir merah, lotus, dan sakura melambangkan revolusi damai, keteguhan rakyat menghadapi kolonialisme, serta harapan baru Jepang pascaperang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bunga identik dengan ketenangan dan keindahan alam. Meski demikian, sejarah dunia pernah mencatat sejumlah bunga yang berubah makna di tengah konflik besar dan pergolakan politik. Kelopaknya hadir dalam aksi protes, upacara duka, sampai gerakan anti-penindasan di berbagai negara.

Menariknya, simbol perlawanan tidak selalu lahir lewat senjata atau pidato keras. Ada kalanya pesan paling kuat justru datang dari hal sederhana yang mudah dipahami banyak orang. Nah, berikut lima bunga yang punya kaitan erat dengan sejarah perang dan gerakan perlawanan dunia.

1. Poppy merah, lambang duka korban Perang Dunia I

Bunga poppy merah (pexels.com/Genadi Yakovlev)

Bunga poppy merah mulai populer sesudah Perang Dunia I berakhir. Dilansir Imperial War Museums, bunga ini terinspirasi dari puisi In Flanders Fields karya John McCrae yang menggambarkan poppy tumbuh di area bekas medan tempur Belgia. Warna merahnya diasosiasikan dengan darah para tentara yang gugur selama perang berlangsung.

Sejak periode itu, poppy dipakai dalam berbagai upacara penghormatan veteran perang. Tradisi mengenakan bunga ini berkembang luas di Inggris, Kanada, Australia, dan negara Persemakmuran lainnya. Sampai sekarang, bunga poppy terus muncul di setiap peringatan Remembrance Day pada bulan November. Popularitasnya bahkan menjadikan poppy sebagai salah satu simbol perdamaian paling terkenal di dunia.

2. Mawar putih, simbol perlawanan anti-Nazi

Mawar putih (pixabay.com/jwang3246)

Pada era Perang Dunia II, mawar putih digunakan oleh kelompok mahasiswa Jerman bernama White Rose dalam gerakan menentang rezim Nazi. Kelompok ini menyebarkan sekitar 15.000 selebaran berisi kritik terhadap Adolf Hitler dan kekerasan pemerintahan Nazi. Aktivitas tersebut dilakukan diam-diam di tengah pengawasan ketat aparat negara.

Walau banyak anggotanya akhirnya dijatuhi hukuman mati, gerakan White Rose tetap dikenang sebagai bentuk keberanian sipil melawan tirani. Kisah mereka kemudian dipelajari luas dalam sejarah modern Jerman serta pendidikan hak asasi manusia. Dari bunga putih ini, lahir pesan kuat mengenai pentingnya melawan ketidakadilan.

3. Anyelir merah dalam Revolusi Portugal

Anyelir merah (unsplash.com/Townsend Walton)

Anyelir merah lekat dengan Revolusi Anyelir di Portugal pada 1974. Dilansir Britannica, revolusi ini mengakhiri rezim diktator Estado Novo yang telah berkuasa puluhan tahun. Dalam aksi tersebut, warga sipil menyelipkan bunga anyelir merah ke laras senjata tentara. Momen yang terekam sebagai simbol revolusi damai tanpa pertumpahan darah besar.

Foto tentara membawa senapan berhias bunga menyebar luas ke berbagai negara Eropa. Seiring waktu, anyelir merah identik dengan semangat kebebasan dan gerakan anti-otoritarian. Masyarakat Portugal pun rutin memperingati revolusi itu setiap tanggal 25 April.

4. Lotus, lambang ketahanan rakyat Vietnam

Bunga teratai (pexels.com/Võ Văn Tiến)

Lotus atau bunga teratai memiliki ikatan erat dengan identitas budaya Vietnam. Lotus dianggap melambangkan keteguhan lantaran tetap mekar bersih meski tumbuh dari lumpur. Filosofi itu sering dikaitkan dengan perjuangan rakyat Vietnam menghadapi perang dan kolonialisme. Tidak heran bila bunga ini kerap hadir dalam karya seni maupun poster propaganda era konflik.

Dalam tradisi Buddhisme Vietnam, lotus juga dimaknai dengan kesucian dan harapan hidup baru. Dilansir Culture Trip, simbol lotus hadir luas dalam budaya populer Vietnam, mulai dari festival budaya, lukisan tradisional, hingga arsitektur kuil. Nilainya pun berkembang jauh melampaui sekadar tanaman air biasa.

5. Sakura, simbol harapan Jepang pasca perang

Bunga sakura (pexels.com/Kristina Paukshtite)

Sakura punya hubungan panjang dengan sejarah Jepang, terutama pada masa Perang Dunia II. Dilansir National Geographic, pemerintah Jepang kala itu memakai sakura sebagai simbol pengorbanan prajurit di medan perang, termasuk pilot kamikaze. Kelopak yang cepat gugur diyakini menggambarkan singkatnya kehidupan para tentara.

Setelah perang usai, makna sakura perlahan berubah. Simbol yang dulu lekat dengan pengorbanan militer kemudian lebih dimaknai sebagai lambang perdamaian, harapan, dan awal yang baru. Perubahan ini terlihat dalam tradisi Hanami, ketika masyarakat Jepang berkumpul untuk menikmati mekarnya bunga sakura bersama keluarga dan teman.

Pada akhirnya, bunga-bunga ini membuktikan bahwa simbol sederhana pun bisa membawa makna sejarah yang begitu besar. Di balik kelopaknya yang indah, tersimpan cerita tentang keberanian, kehilangan, harapan, dan perjuangan manusia melawan ketidakadilan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team