Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Hewan yang Melakukan Brumasi, Apa Saja?

7 Hewan yang Melakukan Brumasi, Apa Saja?
Red-eared slider (commons.wikimedia.org/Greg Hume)
  • Brumasi adalah proses fisiologis alami pada beberapa reptil, mirip dengan hibernasi pada mamalia
  • Ular jagung, Monster Gila, Aligator Amerika, Red-eared slider, Piton Burma, Tokek rumah, dan Boomslang adalah beberapa reptil yang melakukan brumasi
  • Brumasi dilakukan sebagai respons terhadap perubahan suhu dan siklus cahaya untuk menghemat energi selama musim dingin
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Brumasi ialah proses fisiologis alami yang terjadi pada beberapa reptil. Brumasi mirip dengan hibernasi pada mamalia. Selama brumasi, reptil memasuki masa dormansi, di mana mereka menjadi kurang aktif, mengurangi asupan makanan, dan beristirahat dalam waktu lama. 

Biasanya, brumasi dilakukan sebagai respons terhadap perubahan suhu dan siklus cahaya. Brumasi terjadi pada bulan-bulan yang dingin untuk membantu reptil menghemat energi sementara laju metabolisme mereka menurun tajam. 

Brumasi merupakan bagian dari siklus alami reptil di alam liar, dan dapat terjadi di penangkaran jika kondisi lingkungan memungkinkan. Yuk, kita lihat apa saja hewan yang melakukan brumasi.

  1. 1. Ular jagung

    Ular jagung (commons.wikimedia.org/Mike Wesemann)
    Ular jagung (commons.wikimedia.org/Mike Wesemann)

    Ular jagung atau corn snake adalah spesies ular tikus Amerika Utara. Mereka adalah ular yang jinak dan jarang menggigit.

    Sifatnya yang jinak ditambah dengan pola kulitnya yang unik membuat ular jagung banyak dipelihara oleh pecinta reptil. Diterangkan Rodent Pro, ular jagung biasanya melakukan brumasi di sarangnya sambil sesekali minum air. Jika kamu memelihara ular jagung, kamu bisa mendukung proses brumasi dengan menempatkannya di area dengan suhu rendah antara 5 sampai 15 derajat Celcius selama kurang lebih tiga bulan. Sediakan banyak air dan jangan ganggu reptil ini selama masa brumasi.

  2. 2. Monster Gila

    Monster Gila (commons.wikimedia.org/Theo Kruse)
    Monster Gila (commons.wikimedia.org/Theo Kruse)

    Monster Gila atau yang memiliki nama ilmiah Heloderma suspectum adalah kadal berbisa yang bergerak lambat. Mereka adalah kadal terbesar yang berasal dari Amerika Utara di utara perbatasan Meksiko. Meskipun berbisa, sebenarnya Monster Gila tidak berbahaya dan sangat jarang menimbulkan ancaman bagi manusia. Namun, reputasi mereka yang menakutkan menyebabkan mereka terkadang dibunuh, meskipun spesies tersebut dilindungi oleh undang-undang negara bagian di Arizona.

    Menurut Nevada Department of Wildlife, Monster Gila memasuki masa brumasi dari November hingga Maret dan paling sering terlihat di luar liangnya pada bulan Mei.

  3. 3. Aligator Amerika

    ilustrasi aligator (commons.wikimedia.org/Lanare sevi)
    ilustrasi aligator (commons.wikimedia.org/Lanare sevi)

    Aligator Amerika adalah reptil berukuran besar yang berasal dari Amerika Serikat bagian Tenggara. Reptil bernama ilmiah Alligator mississippiensis ini adalah hewan diurnal dan nokturnal. Pada siang hari, mereka sering berjemur di pantai.

    Aligator Amerika melakukan brumasi selama musim dingin, ketika air mulai membeku. Dijelaskan Animalia, selama brumasi, aligator Amerika akan menempelkan moncongnya ke permukaan, yang memungkinkan mereka bernapas di atas es, dan mereka dapat tetap dalam keadaan ini selama beberapa hari.

  4. 4. Red-eared slider

    Red-eared slider (commons.wikimedia.org/Greg Hume)
    Red-eared slider (commons.wikimedia.org/Greg Hume)

    Red-eared slider adalah salah satu spesies kura-kura yang banyak dipelihara. Reptil ini melakukan brumasi setiap kali suhu rendah, biasanya dimulai pada bulan Oktober ketika suhu mulai turun secara teratur di bawah 10 derajat Celcius.

    Di Amerika Serikat, Red-eared slider umumnya ditemukan di berbagai habitat perairan, menyesuaikan kebiasaan brumasinya dengan kondisi lokal. Dijelaskan All Turtles, kura-kura ini biasanya melakukan brumasi di tunggul berlubang, bebatuan, dan di bawah tepian badan air. 

  5. 5. Piton Burma

    ilustrasi ular (wikipedia.org/U.S. Fish and Wildlife Service Headquarters)
    ilustrasi ular (wikipedia.org/U.S. Fish and Wildlife Service Headquarters)

    Piton Burma merupakan salah satu spesies ular terbesar di dunia. Di alam liar, reptil ini rata-rata memiliki panjang 3,7 meter, tetapi bisa mencapai hingga 5,8 meter. Beratnya bisa mencapai 90 kg. Dalam kondisi yang baik, piton Burma dapat hidup hingga usia lebih dari 25 tahun.

    Dijelaskan Riverview Park & Zoo, piton Burma menghabiskan sebagian besar waktunya bersembunyi di semak-semak. Piton burma yang tinggal di bagian utara mungkin melakukan brumasi selama beberapa bulan ketika musim dingin. Selama brumasi, piton Burma akan bersembunyi di lubang pohon, lubang di tepi sungai, atau di bawah batu. 

  6. 6. Tokek rumah biasa

    Tokek rumah biasa (commons.wikimedia.org/Basile Morin)
    Tokek rumah biasa (commons.wikimedia.org/Basile Morin)

    Tokek rumah biasa atau Hemidactylus frenatus adalah kadal kecil yang berasal dari Asia Tenggara. Dinamakan demikian karena mereka sering terlihat memanjat dinding rumah dan bangunan lain. 

    Tokek rumahan memiliki kulit yang ditutupi dengan bintik-bintik kecil dan warnanya bervariasi dari kuning pucat hingga putih keabu-abuan. Tokek rumah biasa adalah makhluk soliter dan teritorial. Dalam kondisi terdesak, mereka bisa memutuskan ekornya untuk menyelamatkan diri. 

    Selama bulan-bulan dingin, tokek rumahan memasuki kondisi brumasi. Dijelaskan Animalia, tokek ini tidak berbisa dan tidak berbahaya bagi manusia. Namun, jika merasa terancam, mereka bisa menggigit. Hanya saja, gigitan tokek ini tidak berbahaya.

  7. 7. Boomslang

    Boomslang (commons.wikimedia.org/William Warby)
    Boomslang (commons.wikimedia.org/William Warby)

    Dalam bahasa Afrika dan Belanda, boomslang berarti ular pohon. Boomslang adalah salah satu ular berbisa paling umum di Afrika. Siapa pun yang digigit oleh boomslang harus segera dibawa ke rumah sakit karena gigitan ular ini bisa mengakibatkan kematian.

    Boomslang utamanya hidup di daerah beriklim hangat. Mereka akan menemukan sarang burung untuk melakukan brumasi selama bulan-bulan dingin dalam setahun. Selama priode brumasi, boomslang bisa bertahan tanpa makanan dalam waktu lama.

    Demikianlah beberapa hewan yang melakukan brumasi. Jika kamu memelihara reptil yang melakukan brumasi, penting untuk menyediakan kondisi yang tepat untuk brumasi dan memantau kesehatan hewa-hewan tersebut selama masa brumasi.

    FAQ Seputar Hewan yang Melakukan Brumasi

    Apa perbedaan utama antara brumasi dan hibernasi?

    Hibernasi dilakukan oleh mamalia (darah panas) yang tertidur total, sedangkan brumasi dilakukan oleh reptil (darah dingin) yang tetap setengah sadar dan sesekali bangun untuk minum air.

    Apa saja tanda-tanda reptil peliharaan akan memasuki masa brumasi?

    Tanda utamanya meliputi nafsu makan yang menurun drastis, tubuh menjadi sangat pasif/lemas, serta sering bersembunyi atau menggali di area kandang yang paling dingin.

    Mengapa reptil yang sedang brumasi tidak boleh dipaksa makan?

    Karena laju metabolisme mereka menurun tajam; jika dipaksa makan, makanan tidak akan tercerna dengan baik dan justru bisa membusuk di dalam perut mereka, yang berakibat fatal.

    Apakah semua jenis reptil peliharaan wajib melakukan brumasi setiap tahun?

    Tidak selalu. Di penangkaran atau kandang peliharaan, brumasi bisa dicegah jika pemilik tetap menjaga suhu kandang dan siklus lampu penghangat tetap stabil serta hangat sepanjang tahun.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More