3 Perbedaan Salju dengan Embun Upas Dieng, Mirip tapi Tak Sama

- Embun upas di Dieng sering disangka salju karena tampak putih, padahal terbentuk di permukaan saat suhu turun hingga 0°C, bukan presipitasi seperti salju yang berasal dari awan.
- Embun upas muncul pada malam cerah dan tenang di musim kemarau, sedangkan salju butuh awan bersuhu sangat dingin agar kristal es bisa terbentuk dan jatuh ke permukaan.
- Embun upas dapat terjadi di dataran tinggi tropis seperti Dieng, sementara salju hanya muncul di wilayah beriklim dingin dengan suhu udara tetap di bawah titik beku.
Fenomena embun upas kembali menyelimuti kawasan Dieng dan beberapa daerah pegunungan lainnya di Indonesia saat musim kemarau. Pemandangan rumput yang memutih akibat lapisan kristal es pun ramai dibagikan di media sosial karena sekilas tampak seperti hamparan salju. Tak sedikit orang yang menyebut fenomena ini sebagai "salju tropis" karena tampilannya yang memang terlihat mirip.
Padahal, meski sama-sama berwarna putih dan terbentuk saat cuaca dingin, embun upas dan salju merupakan dua fenomena alam yang berbeda. Perbedaannya tidak hanya terletak pada cara terbentuk, tetapi juga kondisi cuaca yang dibutuhkan hingga wilayah kemunculannya. Lalu, apa saja perbedaan embun upas dan salju menurut penjelasan ilmiah? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!
1. Embun upas terbentuk di permukaan, salju terbentuk di awan

Meski sama-sama tampak berwarna putih, embun upas dan salju terbentuk melalui proses yang berbeda. Dilansir Britannica, embun upas (frost) muncul ketika suhu permukaan tanah, rumput, atau daun turun hingga 0 derajat Celsius atau lebih rendah, sehingga uap air di sekitarnya langsung berubah menjadi kristal es. Karena terbentuk di permukaan, embun upas hanya melapisi benda-benda yang berada di tanah dan tidak turun dari langit.
Berbeda dengan embun upas, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menjelaskan bahwa salju terbentuk di dalam awan ketika uap air membeku menjadi kristal es. Titik-titik es tersebut kemudian bergabung dan jatuh ke Bumi sebagai kepingan salju. Jadi, salju merupakan bentuk presipitasi atau hujan es, sedangkan embun upas bukan. Perbedaan proses pembentukan ini menjadi alasan mengapa embun upas bisa muncul di Dieng, tetapi tidak berarti wilayah tersebut mengalami hujan salju.
1. Embun upas dan salju muncul dalam kondisi cuaca yang berbeda

Embun upas dan salju juga membutuhkan kondisi cuaca yang berbeda untuk bisa terbentuk. Embun upas umumnya muncul pada malam yang cerah dan tenang ketika permukaan tanah kehilangan panas dengan cepat hingga suhunya turun mencapai 0 derajat Celsius atau lebih rendah. Sementara itu, salju memerlukan awan yang mengandung kristal es serta suhu udara yang sangat dingin di atmosfer agar dapat terbentuk dan turun ke permukaan.
Langit yang cerah saat musim kemarau justru menjadi kondisi yang ideal bagi embun upas untuk terbentuk. Sebaliknya, salju lebih sering terjadi saat cuaca berawan karena proses pembentukannya berlangsung di dalam awan. Inilah sebabnya embun upas dapat muncul di Dieng pada musim kemarau, sedangkan hujan salju hampir tidak mungkin terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia.
3. Perbedaan wilayah terbentuknya embun upas dan salju

Perbedaan lainnya terletak pada wilayah tempat kedua fenomena ini muncul. Menurut BMKG, embun upas dapat terbentuk di dataran tinggi Indonesia, seperti Dieng, ketika suhu permukaan turun hingga sekitar 0 derajat Celsius atau lebih rendah pada musim kemarau. Sementara itu, National Snow and Ice Data Center (NSIDC) menjelaskan bahwa salju umumnya hanya terjadi di wilayah beriklim dingin karena membutuhkan lapisan udara yang tetap berada di bawah titik beku sejak terbentuk di awan hingga mencapai permukaan Bumi.
Kondisi tersebut sulit terjadi di Indonesia yang beriklim tropis dan memiliki suhu udara relatif hangat sepanjang tahun. Itulah sebabnya embun upas masih bisa dijumpai di beberapa kawasan pegunungan Indonesia, sedangkan hujan salju hampir tidak pernah terjadi. Perbedaan wilayah kemunculan ini menjadi salah satu ciri paling mudah untuk membedakan embun upas dan salju.
Meski sekilas terlihat mirip, embun upas dan salju merupakan dua fenomena alam yang terbentuk melalui proses yang berbeda. Memahami perbedaannya membantu kita mengenali keunikan fenomena alam yang terjadi di Indonesia. So, apakah kamu salah satu orang yang pernah merasakan sensasi embun upas di Dieng?













![[QUIZ] Kami Tahu Karakteristikmu Sesungguhnya dari Pilihan Kupu-Kupu Ini](https://image.idntimes.com/post/20230612/calvin-mano-cxs27rrjobq-unsplash-3765a2ed700524a47ed3d5ef7882581b.jpg)






