Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Sumba Hornbill, Burung Endemik Eksotis Kebanggaan Pulau Sumba

5 Fakta Sumba Hornbill, Burung Endemik Eksotis Kebanggaan Pulau Sumba
sumba hornbill (ebird.org/Lars Petersson | My World of Bird Photography)
Share Article

Pulau Sumba menyimpan banyak kekayaan hayati yang sulit ditemukan di tempat lain, salah satunya adalah sumba hornbill. Burung dengan nama ilmiah Rhyticeros everetti ini menjadi salah satu satwa endemik yang hanya hidup secara alami di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Penampilannya yang elegan dipadukan dengan peran pentingnya di hutan membuat spesies ini menjadi kebanggaan sekaligus aset berharga bagi keanekaragaman hayati Indonesia.

Keberadaan sumba hornbill juga menjadi penanda bahwa ekosistem hutan di Pulau Sumba masih memiliki nilai ekologis yang tinggi. Meski begitu, tekanan terhadap habitat alaminya membuat populasi burung ini menghadapi berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Supaya semakin mengenal satwa endemik yang luar biasa ini, yuk simak lima fakta menarik tentang sumba hornbill.

1. Memiliki ukuran besar dengan paruh bercula yang khas

Burung julang sumba terbang di langit biru dengan sayap terbentang lebar, menampilkan warna bulu hitam, oranye, dan biru di lehernya.
sumba hornbill (ebird.org/James Eaton)

Sumba hornbill termasuk burung berukuran besar dengan panjang tubuh sekitar 70–79 cm. Tubuhnya didominasi bulu hitam mengilap, sedangkan ekornya berwarna putih dengan pita hitam melintang yang mudah dikenali. Ciri paling mencolok tentu berada pada paruh besar berwarna kekuningan yang dilengkapi cula atau casque di bagian atas.

Burung jantan memiliki kepala dan leher berwarna cokelat kekuningan, sedangkan betina memperlihatkan warna hitam yang lebih dominan pada bagian tersebut. Kantong tenggorokan jantan juga berwarna kuning cerah sehingga tampak kontras saat terkena cahaya matahari. Perbedaan penampilan tersebut membuat jantan dan betina relatif mudah dibedakan ketika berada di alam liar.

2. Hanya hidup di hutan Pulau Sumba

Burung julang sumba dengan paruh besar dan bulu berwarna biru serta cokelat bertengger di dahan pohon di tengah dedaunan hijau.
sumba hornbill (ebird.org/Andy Walker - Birding Ecotours)

Sesuai namanya, sumba hornbill merupakan burung endemik yang penyebarannya terbatas di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Habitat utamanya berupa hutan hujan dataran rendah, hutan musim, hingga kawasan hutan primer dan sekunder yang masih memiliki pepohonan besar. Burung ini juga lebih sering dijumpai pada kawasan dengan ketinggian mulai dari permukaan laut hingga sekitar 950 meter.

Pepohonan berukuran besar sangat penting bagi kehidupan sumba hornbill karena digunakan sebagai tempat bersarang dan mencari makan. Buah-buahan hutan, terutama buah ara atau fig, menjadi sumber makanan utama meski sesekali juga memakan serangga serta hewan kecil. Hilangnya tutupan hutan secara langsung dapat mempersempit jangkauan hidup spesies endemik ini.

3. Memiliki perilaku berkembang biak yang unik

Sepasang rangkong Sumba bertengger di dahan pohon kering dengan latar belakang langit biru dan dedaunan hijau.
sumba hornbill (ebird.org/Erik Jansen)

Seperti anggota keluarga rangkong lainnya, sumba hornbill mempunyai cara berkembang biak yang sangat menarik. Saat musim bertelur tiba, betina akan masuk ke dalam lubang pohon besar, kemudian pintu masuknya ditutup menggunakan campuran lumpur, sisa makanan, dan kotoran hingga hanya menyisakan celah sempit. Celah tersebut menjadi jalan bagi pejantan untuk mengantarkan makanan selama proses pengeraman berlangsung.

Betina akan tetap berada di dalam lubang selama beberapa minggu sampai telur menetas dan anak burung mulai tumbuh. Selama masa tersebut, seluruh kebutuhan makanan bergantung pada pejantan yang terus mencari pakan setiap hari. Strategi ini membantu melindungi telur dan anak burung dari ancaman predator yang berkeliaran di sekitar hutan.

4. Berperan penting sebagai penyebar biji hutan

Burung julang sumba dengan paruh besar berwarna kuning dan kepala cokelat kemerahan bertengger di lubang pohon di bawah langit biru.
sumba hornbill (ebird.org/Pitta Tours)

Sumba hornbill mempunyai peran ekologis yang sangat besar bagi kelestarian hutan Pulau Sumba. Burung ini memakan berbagai jenis buah, kemudian menyebarkan bijinya ke berbagai lokasi melalui kotoran setelah terbang dalam jarak yang cukup jauh. Proses tersebut membantu regenerasi pepohonan secara alami tanpa campur tangan manusia.

Karena alasan tersebut, sumba hornbill sering disebut sebagai penyebar biji yang sangat efektif di habitatnya. Keberadaannya ikut menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung pertumbuhan vegetasi baru di dalam hutan. Jika populasi burung ini terus menurun, proses regenerasi berbagai jenis tumbuhan juga dapat ikut terdampak.

5. Berstatus rentan menurut IUCN dengan populasi yang terus menurun

Dua ekor rangkong Sumba bertengger di cabang pohon kering dengan latar langit biru dan dedaunan di Pulau Sumba.
sumba hornbill (ebird.org/Erik Jansen)

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), sumba hornbill berstatus Endangered atau terancam punah. Ancaman terbesar berasal dari hilangnya habitat akibat pembukaan lahan, penebangan hutan, serta gangguan lain yang mengurangi ketersediaan pohon-pohon besar untuk bersarang. Kondisi tersebut membuat tren populasinya terus mengalami penurunan dalam beberapa dekade terakhir.

Perkiraan populasi dewasa sumba hornbill di alam liar saat ini berada pada kisaran sekitar 1.000—2.000 individu, dengan kecenderungan terus menurun apabila perlindungan habitat gak semakin diperkuat. Berbagai kawasan konservasi di Pulau Sumba menjadi harapan penting bagi kelangsungan hidup spesies endemik ini pada masa mendatang. Upaya menjaga hutan alami dan mengurangi gangguan terhadap habitat menjadi langkah utama agar burung eksotis ini tetap lestari.

Sumba hornbill bukan hanya memiliki penampilan yang memukau, tetapi juga memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan Pulau Sumba. Keunikan bentuk tubuh, perilaku berkembang biak, serta statusnya sebagai satwa endemik menjadikan burung ini layak memperoleh perhatian lebih besar. Dengan menjaga habitat alaminya, keberadaan Rhyticeros everetti diharapkan tetap menjadi kebanggaan Pulau Sumba untuk generasi yang akan datang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

5 Fakta Kiwikiu, Burung Endemik Hawaii yang Berada di Ambang Kepunahan

10 Jul 2026, 14:49 WIBScience
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More