Sering Dikira Bayan, Ini 5 Fakta Burung Beo yang Orang Gak Tahu

- Burung beo berbeda dari burung bayan karena berasal dari keluarga jalak (Sturnidae), bukan Psittaciformes seperti paruh bengkok berwarna-warni yang sering disalahartikan masyarakat.
- Indonesia menjadi habitat penting bagi beberapa spesies burung beo asli, termasuk beo biasa, beo nias, dan beo nusa tenggara yang kini berstatus dilindungi.
- Burung beo dikenal dengan bulu hitam mengilap, gelambir emas mencolok, serta kemampuan vokal luar biasa meniru suara manusia yang sayangnya membuatnya sering dieksploitasi.
Mendengar nama burung beo, burung seperti apa yang melintas di benakmu? Apakah burung warna-warni berparuh bengkok? Ataukah burung hitam dengan gelambir emas? Kalau jawabanmu burung hitam dengan gelambir emas, kamu benar! Burung beo itu sebenarnya bewarna hitam dan bergelambir emas.
Banyak orang Indonesia yang masih keliru menggunakan nama "burung beo" untuk menyebut berbagai jenis burung bayan. Padahal, burung beo itu beda banget dari burung bayan ataupun burung betet dan burung nuri. Lantas, burung beo itu jenis burung apa? Kenapa orang Indonesia sering salah menyebutnya? Yuk, cari tahu lewat fakta burung beo yang jarang orang tahu berikut ini!
1. Beda dari bayan, burung beo aslinya dari keluarga burung jalak

Kebanyakan orang Indonesia suka menggunakan nama "burung beo" untuk menyebut berbagai jenis burung bayan atau burung betet. Padahal, ini kurang tepat. Burung beo dan burung bayan itu sebenarnya dua jenis burung yang sangat berbeda.
Burung beo merupakan salah satu jenis burung dari ordo burung pengicau (Passeriformes). Burung beo itu sebenarnya bagian dari keluarga burung jalak atau Sturnidae. Hal ini terlihat dari ukuran tubuhnya yang sedang, postur tubuh yang gagah, serta paruh tajam lurus khas burung jalak.
Sebaliknya, burung bayan atau burung betet (parrot) itu dikelompokkan dalam ordo Psittaciformes. Mereka bertubuh tegak, warna-warni, dan berparuh bengkok. Beberapa bahkan ada yang berjambul. Ordo ini juga mencakup burung kakatua, burung cinta, parkit, makaw, sampai kakapo. Jadi, burung beo dan burung bayan sama sekali gak berkerabat, apalagi sama. Jangan sampai salah lagi, ya!
2. Indonesia punya beberapa jenis burung beo asli

Burung beo itu tinggalnya di mana? Menurut laman BioDB, burung beo tersebar di hutan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Beberapa jenis burung beo tinggal di Indonesia. Tiga di antaranya bahkan termasuk jenis burung yang dilindungi, yaitu burung beo biasa (Gracula religiosa), burung beo nias (G. robusta), dan burung beo nusa tenggara (G. venerata).
Sebenarnya ada burung beo enggano (G. enganensis) asli pulau Enggano, Sumatra, juga. Namun, pembagian spesies burung beo masih jadi perdebatan. Spesies dari Nias dan Enggano sering dianggap sebagai subspesies dari burung beo biasa. Namun yang pasti, hutan Indonesia jadi salah satu rumah bagi berbagai spesies burung beo.
3. Bulunya bisa berkilau warna-warni
Burung beo punya tampilan yang khas dan dekat dengan hati orang Indonesia. Warnanya hitam-emas yang kontras apik. Bulu hitamnya itu mengkilap. Kalau pencahayaannya tepat, bulunya itu bisa berkilau biru atau ungu.
Burung beo juga punya gelambir kuning emas yang unik. Bentuk dan posisi gelambir ini berbeda-beda di tiap spesies. Paruhnya dan kakinya juga berwarna senada: kuning-oranye yang mencolok.
Gak sampai di situ, burung beo juga punya bercak putih besar pada sayapnya. Pernah lihat, gak? Bercak ini cuma kelihatan jelas kalau si burung lagi terbang. Menurut penjelasan laman Birds of the World, bercak putih itu bantu burung beo saling kontak dengan pasangan atau anggota kelompok lainnya tanpa mengeluarkan suara.
4. Sebenarnya gak bisa hidup sendiri

Mungkin selama ini kamu hanya memerhatikan burung beo yang tinggal di sangkar saja. Namun, seperti apa kehidupan asli burung beo di alam liar? Burung beo sebenarnya hidup di hutan. Burung ini paling sering terlihat di area kanopi.
Di hutan, burung beo gak hidup sendirian. Sejatinya, ia burung berjiwa sosial yang suka bersosialisasi. Oleh karena itu, burung beo sering terlihat berpasangan atau dalam kelompok kecil. Bahkan ia juga gak masalah berkumpul dengan banyak jenis burung lain di pohon yang sama.
Di alam liar, burung beo suka makan buah, nektar, sampai serangga. Kalau lagi bertengger, burung beo sering melompat-lompat kecil di sepanjang dahan pohon untuk bergeser. Burung ini memang dilengkapi kaki dan cakar kuat khusus untuk hidupnya di pohon.
5. Kemampuan vokal bikin digandrungi banyak orang

Kalau ada satu hal yang sama-sama dimiliki burung beo dan burung bayan, hal itu adalah kemampuan berceloteh. Ya, burung beo sangat pintar meniru suara-suara, termasuk suara manusia dengan akurasi dan kejelasan menakjubkan. Bahkan, menurut laman Animalia, kemampuan vokal burung beo biasa setara dengan burung nuri abu-abu afrika atau African grey parrot (Psittacus erithacus). Kemungkinan karena sama-sama pandai meniru suara, kita jadi sering salah menyebut burung bayan sebagai burung beo.
Gak cuma itu, kemampuan vokalnya bikin burung beo biasa jadi spesies burung beo yang paling banyak dikenal dan populer dijadikan burung sangkar. Sayangnya, popularitas ini bikin burung beo biasa banyak dieksploitasi. Anak-anak burung beo banyak ditangkap di alam liar dan diperdagangkan ke sana kemari. Mengutip laman Birds of the World, ekspoitasi seperti ini sudah mengakibatkan penurunan populasi yang cepat dan kepunahan lokal di banyak daerah, khususnya di Indonesia.
Nah, semoga fakta-fakta ini bisa meluruskan kekeliruan tentang penyebutan burung beo, ya. Dengan begini, kita bisa mengenal burung beo yang asli dan sadar akan perlunya pelestarian burung beo di Indonesia. Karena bagaimanapun juga, tempat terbaik bagi burung beo adalah di hutan, bukan di dalam sangkar.













![[QUIZ] Kami Tahu Karakteristikmu Sesungguhnya dari Pilihan Kupu-Kupu Ini](https://image.idntimes.com/post/20230612/calvin-mano-cxs27rrjobq-unsplash-3765a2ed700524a47ed3d5ef7882581b.jpg)






