Burung woodcock (commons.wikimedia.org/JJ Harrison )
Meski bidang pandangnya sangat luas, posisi mata woodcock tetap menimbulkan keterbatasan tertentu. Salah satunya terdapat pada area yang sangat dekat dengan bagian depan paruh. Ketika kepala berada dalam posisi mencari makan, ujung paruh dan sebagian area tepat di depannya dapat berada di luar jangkauan penglihatan.
Keterbatasan tersebut tidak menjadi masalah besar karena woodcock memiliki cara lain untuk menemukan mangsa. Saat paruhnya masuk ke dalam tanah, reseptor pada bagian ujung paruh membantu burung mendeteksi hewan kecil yang berada di dalam substrat. Artinya, sistem pencarian makanan woodcock tidak hanya mengandalkan mata, tetapi juga melibatkan kerja beberapa organ sensorik sekaligus.
Rupanya, kabar burung woodcock punya mata di belakang kepala sedikit keliru. Woodcock memang tidak memiliki mata yang benar-benar tumbuh di belakang kepala, tetapi posisi matanya yang sangat tinggi dan jauh ke belakang membuat burung ini memiliki kemampuan visual yang tidak biasa. Keistimewaan tersebut menjadi semakin menarik ketika dipadukan dengan paruh sensorik yang membantunya menemukan makanan di dalam tanah.