Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Burung Woodcock Punya Mata di Belakang Kepala?
Burung woodcock (commons.wikimedia.org/Rhododendrites)

Woodcock dikenal sebagai salah satu burung dengan bentuk kepala yang paling tidak biasa. Matanya terlihat sangat besar dan menonjol dari kedua sisi kepala, sedangkan paruhnya yang panjang membuat wajah burung ini tampak semakin berbeda ketika diamati dari dekat.

Keunikan itu membuat woodcock menarik bukan hanya untuk diamati, tetapi juga untuk dipelajari dari sisi anatomi dan perilakunya. Jadi, sebenarnya seperti apa kemampuan penglihatannya dan benarkah burung woodcock punya mata di belakang kepala? Yuk, simak faktanya!

1. Mata woodcock terletak sangat tinggi di sisi kepala

Burung woodcock (commons.wikimedia.org/guizmo_68)

Mata woodcock memang memiliki posisi yang tidak lazim jika dibandingkan dengan sebagian besar burung. Pada American woodcock (Scolopax minor), kedua mata berada sangat tinggi di sisi kepala dan posisinya relatif jauh ke belakang. Secara anatomi, susunan ini membuat mata berada dekat bagian atas tengkorak, bukan mengarah ke depan seperti pada manusia.

Posisi tersebut berkaitan dengan luasnya bidang penglihatan yang dimiliki woodcock. Kedua mata bekerja dengan bidang pandang yang sangat lebar sehingga burung ini mampu mengamati area di sekitar tubuhnya tanpa harus terus memutar kepala. Penempatan mata di bagian atas juga memungkinkan woodcock tetap mendapatkan informasi visual ketika kepalanya berada dekat dengan permukaan tanah.

2. Bidang pandang luas berguna saat woodcock mencari makan

Burung woodcock (commons.wikimedia.org/Blondinrikard Fröberg)

Woodcock merupakan burung yang banyak mencari makanan di tanah, terutama pada tanah lembap yang menjadi habitat berbagai hewan kecil. Burung ini menggunakan paruh panjangnya untuk menembus permukaan tanah dan menemukan cacing tanah serta invertebrata lainnya. Aktivitas tersebut membuat kepala woodcock sering berada dalam posisi menunduk selama mencari makan.

Kemampuan mencari makan woodcock juga tidak sepenuhnya bergantung pada penglihatan. Bagian ujung paruhnya memiliki reseptor sensorik yang membantu mendeteksi keberadaan mangsa di dalam tanah. Kombinasi antara bidang pandang yang luas dan kemampuan sensorik pada paruh membuat woodcock dapat mencari makanan dalam kondisi ketika penglihatan langsung terhadap mangsa sangat terbatas.

3. Woodcock tetap memiliki titik buta

Burung woodcock (commons.wikimedia.org/JJ Harrison )

Meski bidang pandangnya sangat luas, posisi mata woodcock tetap menimbulkan keterbatasan tertentu. Salah satunya terdapat pada area yang sangat dekat dengan bagian depan paruh. Ketika kepala berada dalam posisi mencari makan, ujung paruh dan sebagian area tepat di depannya dapat berada di luar jangkauan penglihatan.

Keterbatasan tersebut tidak menjadi masalah besar karena woodcock memiliki cara lain untuk menemukan mangsa. Saat paruhnya masuk ke dalam tanah, reseptor pada bagian ujung paruh membantu burung mendeteksi hewan kecil yang berada di dalam substrat. Artinya, sistem pencarian makanan woodcock tidak hanya mengandalkan mata, tetapi juga melibatkan kerja beberapa organ sensorik sekaligus.

Rupanya, kabar burung woodcock punya mata di belakang kepala sedikit keliru. Woodcock memang tidak memiliki mata yang benar-benar tumbuh di belakang kepala, tetapi posisi matanya yang sangat tinggi dan jauh ke belakang membuat burung ini memiliki kemampuan visual yang tidak biasa. Keistimewaan tersebut menjadi semakin menarik ketika dipadukan dengan paruh sensorik yang membantunya menemukan makanan di dalam tanah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article