Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Erupsi Gunung Etna Tidak seperti Gunung di Indonesia?

Kenapa Erupsi Gunung Etna Tidak seperti Gunung di Indonesia?
Erupsi Gunung Etna pada 2002. (dok. NASA)
Share Article

Gunung Etna di Sisilia, Italia, kembali menjadi perhatian setelah mengalami erupsi yang memuntahkan lava dan material vulkanik. Pemandangan lava yang mengalir dari lereng gunung api ini mungkin terlihat berbeda dari erupsi yang sering diberitakan di negara kita. Di Indonesia, beberapa gunung api dapat mengalami letusan eksplosif yang menghasilkan kolom abu tinggi dan lontaran material vulkanik.

Sementara itu, Etna dikenal dengan aktivitas vulkaniknya yang kerap menghasilkan aliran lava dan letusan yang lebih kecil, tetapi berulang. Perbedaan ini bukan sekadar karena Etna berada di Italia dan gunung api Indonesia berada di wilayah tropis. Lantas, apa yang membuat karakter erupsi Etna bisa berbeda dari banyak gunung api di Indonesia? Yuk, bahas lebih lanjut di bawah ini!

  1. 1. Etna dan gunung api Indonesia berada di lingkungan tektonik yang berbeda

    Gunung Etna
    Gunung Etna (pixabay.com/Johnny_Fotografico)

    Perbedaan karakter erupsi Gunung Etna dan gunung api di Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh kondisi lempeng bumi di bawah masing-masing. Dilansir Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi (INGV) Italia, Etna berada di wilayah pertemuan dan pergerakan Lempeng Afrika dan Eurasia yang memiliki kondisi geologi cukup kompleks. Pergerakan lempeng di kawasan tersebut memungkinkan magma dari dalam bumi naik melalui celah dan struktur di sekitar Etna.

    Sementara itu, mengutip dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), banyak gunung api di Indonesia terbentuk di zona subduksi, ketika Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Sunda. Proses tersebut memengaruhi pembentukan magma yang kemudian naik ke permukaan dan membentuk rangkaian gunung api di Indonesia. Perbedaan proses geologi inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa erupsi Etna tidak selalu memiliki karakter yang sama dengan gunung api di Indonesia.

  2. 2. Magma Etna lebih cair sehingga erupsinya bisa berbeda

    Erupsi Gunung Etna pada 2021.
    Erupsi Gunung Etna pada 2021. (commons.wikimedia.org/Official U.S. Navy Page)

    Salah satu perbedaan penting antara Etna dan sejumlah gunung api di Indonesia ada pada sifat magma masing-masing. Magma Etna umumnya berupa magma basaltik yang relatif cair sehingga lava lebih mudah bergerak dan mengalir keluar dari kawah. Kendati demikian, Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi (INGV) Italia menjelaskan bahwa meski magma basaltik Etna cenderung lebih cair, gunung ini tetap bisa menghasilkan letusan eksplosif ketika gas di dalam magma terlepas serta memecah magma menjadi abu maupun material vulkanik.

    Di sisi lain, beberapa gunung api Indonesia dapat memiliki magma yang lebih kental sehingga gas lebih sulit keluar dan tekanan dapat menumpuk di dalam gunung. Sifat magma, kandungan gas, suhu, dan jumlah kristal di dalam magma juga ikut menentukan bagaimana sebuah gunung api meletus. Jadi, Etna yang sering terlihat mengeluarkan lava bukan berarti gunung tersebut hanya bisa mengalami erupsi dengan aliran lava.

  3. 3. Bukan berarti Etna tidak bisa meletus eksplosif

    Gunung Etna
    Gunung Etna (pixabay.com/H. Hach)

    Gunung Etna juga dapat mengalami letusan eksplosif meski aktivitasnya sering disertai aliran lava. Mengutip dari Smithsonian Global Volcanism Program, aktivitas Etna pada 2024 mencakup ledakan strombolian, semburan lava, aliran lava, dan emisi abu. Bahkan, semburan lava dari Etna dapat berlangsung sangat kuat dan melontarkan material vulkanik hingga ratusan meter di atas kawah.

    Namun, letusan eksplosif Etna tidak selalu berupa ledakan besar seperti yang mungkin dibayangkan ketika mendengar istilah erupsi eksplosif. Karena itu, perbedaan Etna dengan banyak gunung api di Indonesia bukan sekadar Etna mengalirkan lava, sedangkan gunung Indonesia meledak. Karakter erupsi setiap gunung dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sifat magma, kandungan gas, serta kondisi saluran dan sistem vulkanik di dalam gunung.

    Erupsi Gunung Etna pada 2026 memperlihatkan aktivitas yang beragam, mulai dari aliran lava hingga semburan abu vulkanik. Aktivitas tersebut dapat berubah dari waktu ke waktu, tergantung pada kondisi di dalam sistem vulkaniknya. Kalau kamu berada di sekitar gunung api, aktivitas seperti apa yang menurutmu paling bikin khawatir?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More