Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Ternak Ikan Guppy agar Burayak Tumbuh Sehat
ilustrasi ikan guppy (commons.wikimedia.org/Amy E. Deacon)
  • Guppy berkembang biak melalui pembuahan internal; pilih indukan sehat, pahami betina dapat menyimpan sperma, dan catat riwayat perkawinan untuk mengendalikan keturunan.
  • Masa kebuntingan umumnya tiga hingga empat minggu; siapkan lingkungan tenang dan stabil, lalu pisahkan atau sediakan tanaman air agar burayak tidak dimangsa ikan dewasa.
  • Burayak membutuhkan pakan berukuran kecil, porsi terkontrol, serta air berkualitas melalui filtrasi, pembersihan sisa pakan, dan penggantian air berkala untuk mendukung pertumbuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ikan guppy (Poecilia reticulata) termasuk ikan hias air tawar yang relatif mudah berkembang biak di akuarium. Meski begitu, ikan yang rajin melahirkan belum tentu menghasilkan banyak anakan yang bertahan hidup hingga dewasa. Ada proses biologis yang memengaruhi keberhasilan perkembangbiakannya, mulai dari pembuahan di dalam tubuh induk hingga kemampuan burayak bertahan setelah dilahirkan.

Guppy memiliki cara berkembang biak yang berbeda dari ikan yang meletakkan telur di luar tubuh. Burayak lahir dalam keadaan sudah terbentuk dan bisa berenang, tetapi tetap membutuhkan makanan serta lingkungan yang mendukung pertumbuhannya. Kalau ingin membudidayakan ikan ini di rumah, penting untuk memahami cara kerja tubuh guppy sekaligus menyesuaikan perawatannya dengan kebutuhan biologisnya.

1. Pilih indukan dengan memahami cara reproduksi guppy

ilustrasi ikan guppy (commons.wikimedia.org/Marrabbio2)

Guppy berkembang biak melalui pembuahan internal, yaitu ketika sperma pejantan membuahi sel telur di dalam tubuh betina. Embrio kemudian berkembang di dalam ovarium hingga siap dilahirkan. Karena itu, kamu tidak perlu menyiapkan tempat untuk menempelkan telur seperti saat memelihara ikan yang bertelur di luar tubuh. Pilih indukan yang aktif berenang, memiliki sirip utuh, dan tidak menunjukkan tanda penyakit agar proses pemeliharaan dapat dimulai dari ikan yang kondisinya baik.

Hal menariknya, guppy betina dapat menyimpan sperma setelah perkawinan dan menggunakannya untuk membuahi sel telur pada siklus berikutnya. Artinya, betina masih mungkin melahirkan beberapa kali meskipun sudah dipisahkan dari pejantan. Jika ingin mengendalikan perkawinan atau mempertahankan karakter warna tertentu, pisahkan indukan berdasarkan garis keturunannya dan catat riwayat perkawinannya. Memisahkan betina setelah satu kali melahirkan saja belum menjamin bahwa anakan berikutnya berasal dari perkawinan yang baru direncanakan.

2. Kenali perkembangan embrio sebelum induk melahirkan

ilustrasi ikan guppy (commons.wikimedia.org/Holger Krisp)

Embrio guppy mengalami perkembangan bertahap di dalam tubuh induk. Sel hasil pembuahan membelah, membentuk jaringan, lalu berkembang menjadi organ dan bagian tubuh seperti mata, jantung, otot, serta sirip. Selama proses ini, embrio memperoleh nutrisi terutama dari kuning telur yang tersimpan di dalam telur. Jadi, meskipun guppy melahirkan anak hidup, cara embrionya mendapatkan nutrisi berbeda dari janin mamalia yang memperoleh nutrisi melalui plasenta.

Masa kebuntingan guppy umumnya berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu, tetapi waktunya dapat berubah sesuai suhu dan kondisi induk. Betina yang mendekati waktu melahirkan bisa menunjukkan perut membesar dan bagian belakang perut yang tampak lebih berisi. Namun, bentuk perut saja tidak selalu bisa memastikan kapan kelahiran terjadi. Siapkan tempat yang tenang dengan kondisi air stabil agar induk tidak mengalami tekanan tambahan selama masa tersebut.

3. Lindungi burayak dari risiko dimangsa induknya sendiri

ilustrasi burayak guppy (commons.wikimedia.org/Sevan76)

Burayak guppy sudah dapat berenang setelah lahir, tetapi ukurannya yang kecil membuatnya rentan dimangsa ikan dewasa. Guppy tidak memiliki pola pengasuhan anak seperti beberapa spesies ikan lain, sehingga induknya tidak selalu membedakan burayak sebagai anak yang perlu dilindungi. Perilaku memakan individu dari spesies yang sama disebut kanibalisme. Dalam akuarium yang berisi banyak ikan dewasa, burayak yang berenang di ruang terbuka berisiko menjadi mangsa.

Untuk mengurangi risiko tersebut, gunakan akuarium pembesaran terpisah atau sediakan tanaman air berdaun halus sebagai tempat berlindung. Setelah induk selesai melahirkan, pindahkan kembali induk ke akuarium utama jika burayak dipelihara di wadah khusus. Pastikan wadah pembesaran tetap memiliki sirkulasi air yang baik dan tidak terlalu padat. Pemisahan ini membantu mengurangi risiko pemangsaan, tetapi burayak tetap perlu dipantau karena kondisi air dan ketersediaan pakan juga menentukan kelangsungan hidupnya.

4. Berikan pakan yang sesuai dengan ukuran burayak

ilustrasi ikan guppy (commons.wikimedia.org/Chris.sherlock)

Setelah lahir, burayak harus mulai memperoleh makanan dari lingkungan karena tidak lagi bergantung pada cadangan kuning telur selama perkembangan embrio. Ukuran pakan menjadi penting: makanan yang terlalu besar sulit ditelan, sedangkan pakan yang sesuai membantu burayak memperoleh energi dan protein untuk membentuk jaringan tubuh. Kamu bisa menggunakan pakan khusus burayak yang halus atau pakan hidup berukuran kecil, seperti Artemia yang baru menetas, sesuai ketersediaan dan ukuran ikan.

Berikan pakan dalam porsi kecil dan perhatikan apakah makanan benar-benar habis. Pakan yang tersisa akan terurai dan menambah beban limbah di akuarium. Penguraian bahan organik dapat meningkatkan kadar amonia, senyawa yang berbahaya bagi ikan jika menumpuk. Karena itu, burayak tidak cukup hanya diberi makan secara rutin; sisa pakan juga harus dibersihkan supaya kebutuhan nutrisinya terpenuhi tanpa membuat kualitas air memburuk.

5. Jaga kualitas air untuk mendukung pertumbuhan burayak

ilustrasi ikan guppy (commons.wikimedia.org/JNF.02)

Insang guppy berfungsi mengambil oksigen terlarut dari air sekaligus membantu mengatur keseimbangan ion di dalam tubuh. Jika kadar oksigen terlalu rendah atau amonia menumpuk, fungsi insang dapat terganggu dan ikan mengalami stres. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas, kemampuan makan, dan pertumbuhan burayak. Itulah sebabnya air yang tampak jernih belum tentu memiliki kualitas yang baik; zat terlarut yang tidak terlihat tetap dapat memengaruhi kesehatan ikan.

Gunakan filtrasi yang sesuai dengan jumlah ikan, bersihkan sisa pakan, dan ganti sebagian air secara berkala dengan air yang sudah dinetralkan dari klorin serta memiliki suhu mendekati air akuarium. Hindari perubahan kondisi air secara mendadak karena ikan perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Ikan juga perlu dikendalikan agar limbah tidak menumpuk. Jika tersedia, alat uji air dapat membantu memantau pH dan amonia sehingga masalah bisa diketahui sebelum kondisi ikan terlihat memburuk.

Keberhasilan ternak guppy tidak hanya ditentukan oleh jumlah burayak yang lahir, tetapi juga oleh kemampuannya bertahan dan tumbuh setelah kelahiran. Pemahaman tentang reproduksi hingga kualitas air membantu kamu menentukan perawatan yang sesuai pada setiap tahap kehidupannya. Dengan begitu, budidaya guppy bisa dilakukan berdasarkan kebutuhan biologis ikan, bukan sekadar mencoba berbagai cara tanpa memahami penyebab dan dampaknya.

Referensi:

"A Beginner's Guide to Breeding Guppies: Tips and Techniques for Success." Jungle Aquatics. Diakses pada Oktober 2026

"How to Care for Guppies: Care, Diet, and Breeding." Buce Plant. Diakses pada Oktober 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article