Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Pineapplefish, Ikan Laut Unik Endemik Australia

5 min read
5 Fakta Pineapplefish, Ikan Laut Unik Endemik Australia
Pineapplefish (commons.wikimedia.org/Hectonichus)
  • Pineapplefish (Cleidopus gloriamaris) merupakan ikan endemik Australia yang hidup di terumbu karang, teluk, pelabuhan, dan pesisir pada kedalaman sekitar 3–150 meter.
  • Tubuhnya berukuran hingga 25 cm, bersisik kuning berpola hitam seperti nanas, dengan lempeng tulang dan duri tajam sebagai perlindungan dari predator.
  • Ikan nokturnal ini berenang lambat, memakai cahaya bioluminesen dari bakteri untuk mencari udang kecil dan berkomunikasi, serta dapat hidup hingga 10 tahun di akuarium.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lautan yang luas memberikan kehidupan bagi beragam makhluk yang menghuninya, tiada lain yaitu dari jenis ikan. Keberadaannya dapat diketahui dari penampilan, baik bentuk, ukuran, warna hingga menyerupai benda-benda yang ada di daratan. Hal ini menyita perhatian, terutama bagi mereka yang belum mengetahuinya. Selain itu, jenis-jenis ikan tertentu hanya dapat ditemukan pada habitat tertentu pula atau yang biasa disebut endemik.

Salah satunya, terdapat ikan endemik dari perairan Australia yang disebut pineapplefish atau ikan nanas. Dari sebutannya ini, sudah pasti jenis ikan ini punya tampilan mirip benda di daratan yaitu buah nanas. Ikan dengan nama ilmiah Cleidopus gloriamaris ini punya sisik tebal yang mengeras seperti lempengan tulang yang dilengkapi duri tajam. Bagian ini tampak mirip buah nanas, karena warnanya pun kuning cerah dengan pola anyaman bertekstur kasar. Sehingga, disebut mirip kulit luar pada buah nanas. Lalu, bagaimana kehidupan pineapplefish di perairan Australia? Untuk lebih mengenalnya, simak ulasan sebagai berikut.

  1. 1. Ikan endemik Australia

    Habitat pineapplefish
    Habitat pineapplefish (commons.wikimedia.org/rosiekstein)

    Spesies ikan dalam genus Cleidopus, keluarga Monocentridae yang umum disebut pineapplefish ini adalah endemik Australia. Biasanya mereka ada di terumbu karang. Dilansir Fishes of Australia, mereka menghuni perairan subtropis dan iklim sedang yang ada di Australia. Juga ditemukan di teluk, pelabuhan serta sepanjang pantai dengan kedalaman sekitar 3-150 m. Mereka akan berlindung di gua-gua dalam dan di bawah tepian tebing. Serta ikan ini terdistribusi pada wilayah Indo-Pasifik. Termasuk di pantai lepas Australia (New South Wales dan Queensland selatan).

  2. 2. Tampilan mirip buah nanas

    Spesies ikan yang mirip buah nanas
    Spesies ikan yang mirip buah nanas (commons.wikimedia.org/FakirNL)

    Keunikan lainnya pada pineapplefish yaitu pada tampilanya yang mirip buah nanas. Dilansir Two Ocean Aquarium, ikan dengan nama ilmiah Cleidopus gloriamaris punya sisik berwarna kuning dan pola hitam pada tepiannya. Pola tersebut seperti anyaman bergaris yang mirip kulit luar buah nanas. Sisik berwarna kuning ini terlihat mirip dengan tonjolan pada buah nanas yang sebenernya disebut sisik tulang atau lempeng tulang. Tampilan ini merupakan salah satu perlindungan sebagai perisai diri pada ikan. Terutama dalam hal melindungi diri dari predator seperti gurita dan ikan hiu karang. Sehingga, pineapplefish juga disebut ikan dengan baju zirah yang kuat.

    Sedangkan ukurannya memiliki paniang maksimal sekitar 25 cm. Pineapplefish punya sirip yang mengarah ke belakang. Serta berujung duri tajam yang dapat dikunci untuk memcegah adanya serangan dari belakang. Bagian bibir, dagu dan sebagian rahang berwarna hitam.

  3. 3. Kedua sisi rahang bawah bisa menyala

    Pineapplefish bisa menghasilkan cahaya
    Pineapplefish bisa menghasilkan cahaya (commons.wikimedia.org/Mfield)

    Selain memiliki julukan ikan dengan baju zirah yang kuat, pineapplefish juga disebut ikan lampu navigasi kapal. Hal ini karena rahangnya yang bisa menyala (bioluminesen) yang memberikan efek bercahaya. Dilansir iNaturalist, cahaya ini bisa terjadi karena adanya simbiosis dengan bakteri Vibrio fischeri dalam fotofornya. Bakteri tersebut ditemukan berenang bebas pada air laut dan secara alami dilepaskan dari fotofor ikan nanas. Akan tetapi, pendaran cahaya itu akan meredup setelah dilepaskan. Cahaya yang dihasilkan ini digunakannya untuk menerangi ketika mencari makanannya seperti udang kecil. Selain itu, juga digunakannya dalam berkomunikasi dengan sesama spesies.

    Bakteri bioluminesen tersebut ada dalam dua kantung pada sekitar mulut. Dan pineapplefish mengembangkan kemampuan kemampuan untuk mengendalikan bakteri tersebut. Yaitu mengubah cahaya biru kehijauan ketika berburu, warna oranye ketika berkamuflase di siang hari.

  4. 4. Tergolong ikan perenang yang lemah

    Pineapplefish perenang yang lambat
    Pineapplefish perenang yang lambat (commons.wikimedia.org/Sylke Rohrlach)

    Ikan nanas atau pineapplefish hidup di perairan dalam, mereka juga dikenal sebagai ikan pemalas. Hal ini berkaitan dengan gerakannya saat berenang yang cukup lemah atau lambat. Dilansir Reefs, mereka cenderung malas untuk berpindah tempat, jarang menyimpang dari satu tepian tertentu. Spesies ikan ini mengklaim dan mempertahankan wilayahnya. Sehingga, mereka pun lebih mudah diganggu oleh spesies ikan lain yang agresif. Selain itu, mereka adalah ikan nokturnal, karena sulit beradaptasi dengan pencahayaan terang dan lingkungan terumbu karang pada umumnya. Oleh karena itu sebagai hewan nokturnal, mereka akan sembunyi di malam hari. Di dalam gua karang atau di bawah celah bebatuan. Dan biasanya mereka akan keluar ke area pasir terbuka saat malam hari untuk berburu.

  5. 5. Salah satu ikan hias yang punya hidup panjang dalam akuarium

    Pineapplefish punya umur lebih panjang di akuarium
    Pineapplefish punya umur lebih panjang di akuarium penangkaran (commons.wikimedia.org/Peter Southwood)

    Pineapplefish juga disebut sebagai ikan predator nokturnal, maka mereka punya peran dalam ekologis. Hal ini berkaitan dalam mengendalikan populasi mangsa pada habitat terumbu karang lokal. Karakteristik fisik unik dan kebiasaannya punya kontribusi pada keanekaragaman dalam ekosistem terumbu karang. Selain itu, spesies ikan ini juga menarik untuk di pelihara sebagai ikan hias.

    Namun, karena tergolong ikan perairan dalam dan juga tertutup, perawatannya pun harus khusus. Seperti pada akuarium harus dilengkapi dengan tempat persembunyian berbatu dan makanan hidup. Ikan ini hanya dikenal dari spesimen yang terdampat pada pantai akibat badai. Juga tertangkap sebagai hasil sampingan oleh kapal pukat komersial. Keberadaannya di alam liar mungkin hanya memiliki umur pendek, sedangkan di penangkaran bisa mencapai 10 tahun. Dan keberadaannya masih dikenal oleh penggemar akuarium ikan, melansir iNaturalist.

    Keberadaan satwa di perairan begitu beragam disamping keunikan yang ada padanya. Seperti pineapplefish yang menarik untuk diketahui. Habitat tempatnya berada begitu mendukung kehidupan spesies ikan ini. Maka, untuk menjaga populasinya di perairan, perlu upaya untuk tidak melakukan aktivitas yang merusak. Selain itu, proses penangkapan ikan juga perlu dikendalikan supaya mengurangi tangkapan sampingan, terutama bagi pineapplefish ini. Semoga bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More