Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Daftar Situs Megalit Dunia yang Dibangun Sebelum Piramida Mesir

4 min read
5 Daftar Situs Megalit Dunia yang Dibangun Sebelum Piramida Mesir
Ggantija (unsplash.com/Eva Darron)
  • Göbekli Tepe di Turki, dibangun sekitar 9600–8200 SM oleh pemburu-pengumpul, menjadi bukti awal kemampuan membangun struktur monumental untuk kegiatan komunal dan ritual.

  • Cairn de Barnenez di Prancis, West Kennet Long Barrow di Inggris, dan Newgrange di Irlandia merupakan makam prasejarah berlorong yang dibangun jauh sebelum Piramida Giza.

  • Kuil megalitik Malta, bersama kelima situs tersebut, memperlihatkan masyarakat prasejarah mampu memindahkan batu besar, merancang bangunan kompleks, serta mengembangkan tradisi pemakaman dan ritual.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jauh sebelum Piramida Mesir berdiri, masyarakat prasejarah di berbagai wilayah dunia telah membangun monumen dari batu berukuran besar. Situs megalit ini memiliki bentuk beragam, mulai dari makam berlorong hingga kompleks batu yang diduga digunakan untuk kegiatan ritual. Pembangunannya menunjukkan kemampuan manusia pada masa itu dalam merancang struktur yang bertahan selama ribuan tahun.

Sebagian situs tersebut dibangun ketika peralatan logam belum digunakan secara luas. Dengan teknologi yang tersedia saat itu, masyarakat pra sejarah mampu memindahkan dan menyusun batu dalam jumlah besar. Bahkan, beberapa monumen diperkirakan berusia lebih tua daripada Piramida Agung Giza yang dibangun sekitar 2600-2500 SM.

  1. 1. Göbekli Tepe, Turki

    Göbekli Tepe
    Göbekli Tepe (unsplash.com/Frank Samol)

    Göbekli Tepe terletak di wilayah Şanlıurfa, Turki, dan dikenal sebagai situs arsitektur monumental yang sangat tua. Menurut UNESCO, struktur batu ini dibangun oleh kelompok pemburu-pengumpul sekitar 9600-8200 SM. Bangunannya berupa ruang bundar atau oval dan persegi panjang yang dikelilingi pilar batu kapur berbentuk huruf T.

    Sebagian pilar dihiasi ukiran hewan liar yang memberi petunjuk tentang kehidupan masyarakat saat itu. Fungsinya belum diketahui secara pasti, tetapi situs ini kemungkinan digunakan untuk kegiatan komunal dan ritual. Keberadaannya menunjukkan bahwa masyarakat pemburu peramu sudah mampu membangun struktur besar jauh sebelum Piramida Mesir.

  2. 2. Cairn de Barnenez, Prancis

    Cairn de Barnenez
    Cairn de Barnenez (commons.wikimedia.org/Florent Ls)

    Cairn de Barnenez terletak di Bretagne, Prancis, dan merupakan makam monumental dari zaman Neolitikum. Ministere de la Culture menyebut pembangunannya berlangsung sekitar 4500-3500 SM, jauh mendahului Piramida Mesir. Gundukan batu ini menutupi beberapa ruang makam yang dihubungkan oleh lorong.

    Barnenez memperlihatkan keterampilan konstruksi masyarakat prasejarah, termasuk cara menyusun batu untuk membentuk atap ruang makam. Beberapa ruang memakai kubah semu, yaitu lapisan batu yang makin menjorok ke dalam hingga membentuk penutup. Ukuran dan kerumitan bangunan ini menjadi bukti bahwa komunitas Neolitikum mampu mengerjakan proyek bersama dalam skala besar.

  3. 3. West Kennet Long Barrow, Inggris

    West Kennet Long Barrow
    West Kennet Long Barrow (commons.wikimedia.org/HeritageDaily)

    Di Wiltshire, Inggris, West Kennet Long Barrow merupakan makam berlorong yang dibangun sekitar 3650 SM. Menurut English Heritage, situs ini termasuk makam batu terbesar di Inggris, dengan gundukan panjang yang menutupi ruang pemakaman. Lorong utama mengarah ke lima ruang di bagian dalam, sementara batu besar membentuk bagian depan pintu masuk.

    Situs ini digunakan untuk pemakaman dan sisa-sisa hampir 50 orang ditemukan di dalamnya sebelum ruang makam ditutup. Temuan lain mencakup tembikar, manik-manik, dan perkakas batu yang membantu arkeolog memahami praktik pemakaman Neolitikum. West Kennet menunjukkan tradisi pembangunan monumen batu di Eropa yang telah berkembang sebelum piramida Mesir.

  4. 4. Newgrange, Irlandia

    Newgrange
    Newgrange (unsplash.com/Adrien Olichon)

    Newgrange berada di Lembah Boyne, Irlandia, dan merupakan makam lorong prasejarah yang diperkirakan dibangun sekitar 3200 SM. Bangunan ini tertutup gundukan bundar besar, dengan lorong dan ruang dalam yang tersusun dari lempengan batu tanpa perekat. Batu-batu besar yang dipasang tegak mengelilingi dasar gundukan.

    Ciri khas Newgrange adalah bukaan di atas pintu masuk yang memungkinkan cahaya matahari musim dingin mencapai ruang dalam saat matahari terbit. Hal ini menunjukkan perhatian pembangunnya terhadap pergerakan matahari, meski makna lengkapnya masih diteliti. Situs ini mendahului piramida besar Giza selama berabad-abad dan memperlihatkan rancangan makam prasejarah yang cermat.

  5. 5. Kuil Megalit Malta

    Ggantija
    Ggantija (commons.wikimedia.org/BoneA)

    Kuil megalitik Malta tersebar di pulau Malta dan Gozo, di Laut Tengah, dan dibangun pada milenium keempat serta ketiga SM. UNESCO mencatat kompleks ini mencakup Ġgantija, Ħaġar Qim, Mnajdra, Skorba, Ta’ Ħaġrat, dan Tarxien. Bangunannya memakai balok batu besar dengan bentuk dan hiasan beragam.

    Kuil Ġgantija di Gozo termasuk bagian tertua kompleks tersebut, dengan pembangunan awal sekitar 3600 SM. Susunan ruangnya menunjukkan tradisi arsitektur yang berkembang sebelum piramida Mesir dibangun. Fungsi setiap bangunan belum dapat dipastikan secara rinci, tetapi ukuran monumental dan pola arsitekturnya mendukung penafsiran bahwa tempat ini berkaitan dengan kegiatan ritual masyarakat prasejarah.

    Kelima situs prasejarah ini menunjukkan bahwa pembangunan monumen batu sudah berkembang jauh sebelum Piramida Mesir. Meski bentuk dan fungsinya beragam, mulai dari makam hingga tempat ritual, bangunan tersebut memperlihatkan kemampuan masyarakat prasejarah dalam merancang struktur besar serta memberi petunjuk tentang kehidupan sosial dan kepercayaan mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More