Dari Mana Asal Gambaran Alien yang Populer di Internet?

Citra alien abu-abu berasal dari laporan UFO awal, seperti Roswell dan Kenneth Arnold.
Film dan serial, seperti Close Encounters serta The X-Files, memperkuat bentuk alien abu-abu.
Cerita penculikan, seperti Betty dan Barney Hill, membuat gambaran itu jadi standar.
Oke, saatnya kuis! Jika menyebut alien, gambar apa yang terlintas di benak kamu? Beberapa dari kamu mungkin membayangkan monster tentakel antargalaksi mirip Cthulhu yang keluar dari portal ruang angkasa atau semacamnya. Namun, kebanyakan dari kamu mungkin akan membayangkan sosok makhluk hijau kecil dari Mars atau makhluk abu-abu kecil dengan kepala besar. Makhluk itu mungkin setinggi 1,5 meter dan jangkung. Mereka punya jari-jari panjang, kepala besar, mulut yang hampir tidak terlihat, dan mata besar yang berwarna hitam pekat. Mereka tidak berbicara, tapi punya kemampuan telepati, menculik orang dari kamar saat tengah malam, dan tidak suka direkam dengan video HD. Lantas, dari mana gambaran alien yang populer ini berasal, ya?
Gambaran visual alien abu-abu alias Greys, Roswell Greys, Zeta Reticulans, dll. berkembang pesat dari waktu ke waktu setelah dugaan kecelakaan UFO pada 1947 di Roswell, New Mexico. Seperti dilansir laman Today I Found Out, citra alien abu-abu tersebut menginspirasi para korban penculikan pada 1960-an, kemudian dipopulerkan melalui film seperti Close Encounters of the Third Kind (1977) dan serial The X-Files. Bagaimana penjelasan lengkapnya?
1. Kecelakaan balon cuaca di Roswell yang dianggap sebagai puing-puing UFO

Insiden Roswell, New Mexico, memang tidak memberi bukti tentang keberadaan alien. Namun, insiden itu membentuk pilar utama dari seluruh mitos UFO saat ini. Nah, secara langsung, itu mengarah pada gambaran tentang alien abu-abu.
Alhasil, insiden Roswell diceritakan berulang kali dari mulut ke mulut, terutama di kalangan masyarakat AS. Itulah kenapa Sky at Night Magazine kembali menceritakan kisah ini dengan bumbu-bumbu aliennya. Lantas, kisah ini pertama kali muncul di media pada 24 Juni 1947.
Saat itu, pilot bernama Kenneth Arnold melihat sembilan benda berbentuk bulan sabit misterius yang terbang dengan kecepatan sekitar Mach 1,5 (sekitar 1.200 mph). Sebagai catatan, Charles Yeager alias Chuck baru secara resmi menembus kecepatan suara beberapa bulan kemudian pada tahun itu, tepatnya pada 14 Oktober, seperti yang dijelaskan oleh National Air and Space Museum. Banyak yang menduga kalau pesawat yang dilihat Arnold merupakan pesawat jet yang dikemudikan Chuck.
Menurut Sky at Night Magazine, Kenneth Arnold menyatakan kalau pesawat-pesawat itu bergoyang-goyang dengan aneh, mirip seperti piring terbang yang dilemparkan di atas air. Surat kabar kemudian mengangkat kisah tersebut dan menggunakan istilah yang sangat familiar saat ini. Yap, yang dimaksud adalah piring terbang.
Hanya beberapa minggu kemudian, pada 7 Juli 1947, peternak New Mexico bernama WW Brazel alias Mac muncul dan mengeklaim telah menemukan puing-puing logam yang tersebar di sekitar halamannya. Roswell Daily Record, sebuah surat kabar lokal, menerbitkan sebuah cerita kalau Brazel menemukan piring terbang yang jatuh. Catatan resmi FBI menyatakan bahwa objek tersebut ialah cakram heksagonal yang digantung dengan tali dari balon cuaca. Jadi, itu bukan puing-puing UFO. Namun, mau bagaimana lagi, demam UFO sedang melanda AS saat itu.
2. Gambaran alien dipopulerkan lewat film-film

Dugaan jatuhnya pesawat ruang angkasa alien di Roswell, New Mexico, terjadi pada 1947, beberapa tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II dan pada awal Perang Dingin Amerika Serikat yang berlangsung selama beberapa dekade dengan Rusia. Seperti yang dibahas The Guardian, insiden Roswell mendefinisikan ketakutan dan kekhawatiran pada masa itu. Yap, ada ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh kekuatan asing, persaingan untuk keunggulan teknologi, dan paranoia tentang identitas serta agenda tersembunyi.
Dalam waktu singkat, Hollywood memproduksi film demi film yang menggambarkan kontak alien sebagai pertempuran militer yang mirip dengan perang terestrial antara negara-negara. Film-film tersebut antara lain The Thing from Another World (1951), The War of the Worlds (1953), Earth vs. The Flying Saucers (1955), dan masih banyak lagi. Dari semua film ini, The Day the Earth Stood Still (1951), yang difilmkan dalam format hitam putih, lebih menonjol karena alien humanoid Klaatu digambarkan berpakaian abu-abu, robot Gort berwarna abu-abu, dan piring terbang abu-abu. Itu artinya, banyak sekali warna abu-abu yang mendefinisikan gambaran alien.
Jauh sebelum itu, cerita pendek HG Wells berjudul "Man of the Year Million" (1893) memberi gambaran untuk alien modern yang meresap ke dalam kesadaran masyarakat dunia dari waktu ke waktu. Hal ini diperkuat lagi dengan gambaran dari film-film seperti The Day the Earth Stood Still. Dalam ceritanya, yang sebagian bisa kamu baca di JSTOR, Wells menggambarkan umat manusia masa depan punya fisik yang lemah dengan tubuh kecil tipis, tanpa telinga, mulut mini, kepala besar, wajah "seperti bulan purnama", dan mata besar serta berkilau.
3. Kisah Betty dan Barney Hill yang memunculkan definisi alien

Pada 1961, pasangan Betty dan Barney Hill memanfaatkan gelombang antusiasme UFO serta menyusun kerangka cerita yang sudah menjadi perbincangan: kisah penculikan alien. Sepasang suami istri berkendara sendirian pada malam hari di sepanjang jalan pedesaan yang terpencil? Benar. Cahaya aneh di kejauhan? Benar. Terisap ke dalam pesawat ruang angkasa alien? Benar. Penculik alien telepatik, botak, dan berkulit abu-abu? Benar.
Inilah tepatnya yang diklaim Betty dan Barney Hill, yang terjadi pada mereka di New Hampshire. Meski begitu, awalnya Barney, yang merupakan seorang veteran Perang Dunia II, mengeklaim alien tersebut berpakaian seperti Nazi. Sementara, Betty mengeklaim alien tersebut memiliki hidung yang besar.
Betty juga mengatakan bahwa alien tersebut menunjukkan kepadanya tentang peta bintang dari sistem bintang biner asal mereka, Zeta Reticuli, 39,2 tahun cahaya dari Bumi. Zeta Reticuli merupakan sistem yang nyata, tetapi apa yang dijelaskan Betty tidak masuk akal. Pasangan itu pun tenar. Merekalah yang menginspirasi serangkaian cerita penculikan dengan mengulang alur cerita yang sama.
Profesor Sosiologi di Universitas Chapman, Christopher Bader, menulis bahwa deskripsi fisik alien masih bervariasi pada saat itu. Yap, ada alien bertubuh tinggi, berambut pirang, Arya, hingga sosok hitam tanpa kepala dengan kaki berselaput. Namun, komunitas UFO telah muncul dan citra alien ditetapkan dengan munculnya film Close Encounters of the Third Kind.
4. Kepercayaan tentang alien masih melekat hingga kini

Film Steven Spielberg yang berjudul Close Encounters of the Third Kind secara permanen mengukuhkan citra alien abu-abu di benak publik, terutama adegan penutupnya ketika protagonis Roy Neary meninggalkan Bumi. Ini kemudian diikuti oleh E.T. the Extra-Terrestrial (1982). Lalu, muncul pula Communion (1989) yang dibintangi Christopher Walken dan mengangkat tema alien abu-abu. Ada pula Fire in the Sky (1993) yang sangat mengganggu. Kemudian, ada serial The X-Files, yang ditayangkan dari 1993 hingga 2002.
Saat ini, seperti yang dilaporkan laman Today I Found Out, 43 persen dari korban dugaan penculikan alien di AS menggambarkan kalau mereka diculik oleh manusia kecil abu-abu. Di Australia, angkanya mencapai 50 persen dan di Kanada mencapai 90 persen. Namun, bagi orang yang belum pernah mendengar satu pun laporan penculikan, mereka sama sekali tidak percaya pada kehidupan ekstraterestrial. Ditambah lagi, jika bukan penggemar film fiksi ilmiah klasik, pasti tidak akan percaya dengan kehadiran alien kecil berwarna abu-abu.
Saat ini, kepercayaan pada alien lebih kuat dari sebelumnya. Menurut laman YouGov, 34 persen dari mereka yang pernah melihat UFO percaya bahwa itu adalah pesawat ruang angkasa alien. Sementara itu, pemerintah AS merilis 1.500 halaman dokumen terkait UFO pada 2022 dan mulai mengubah citra UFO menjadi unidentified anomalous phenomena (UAP) alias 'fenomena anomali tak dikenal'. Pengakuan tentang alien juga diperkuat oleh kesaksian mantan perwira intelijen Angkatan Udara AS, David Grusch, di hadapan Kongres AS. Ia menyatakan bahwa pemerintah AS menyimpan material biologis nonmanusia. Belum lama ini, mantan peneliti yang didanai CIA, Dr. Hal Puthoff, juga mengeklaim bahwa pemerintah Amerika Serikat mengevakuasi empat spesies entitas nonmanusia (alien) dari puing-puing UFO yang jatuh.
Kebenaran tentang kehidupan dan penampakan alien masih belum diketahui. Namun, seperti kutipan dalam serial The X-Files, "Kebenaran ada di luar sana." Yap, kamu sendiri percaya, gak, dengan keberadaan alien dan UFO?


















