Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Fakta Burung Madu, Permata Hutan Indonesia yang Dikira Kolibri

7 Fakta Burung Madu, Permata Hutan Indonesia yang Dikira Kolibri
tampak dekat burung madu (commons.wikimedia.org/Charles J Sharp)
Intinya Sih
  • Burung madu adalah burung kecil di Asia dan Afrika yang sering dikira kolibri karena bentuk serta cara makan mereka yang mirip.

  • Meski mirip, burung madu bukan kolibri dan keduanya tidak berkerabat, melainkan hasil evolusi konvergen.

  • Burung madu memiliki peran penting dalam penyerbukan dan beberapa spesies mereka di Indonesia dilindungi karena terancam.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Tahu burung konin? Burung konin digemari banyak pencinta burung karena kicauan mereka yang lantang dan punya warna yang memukau. Tahukah kamu, meski dijuluki "kolibri ninja", burung konin sebenarnya bukan burung kolibri? Ya, mereka itu sejenis burung madu.

Burung madu merupakan burung kecil berwarna mencolok. Mereka punya banyak ciri khas yang mengingatkan kita pada burung kolibri. Padahal, keduanya jenis burung yang berbeda dan gak berkerabat. Lantas, kenapa burung madu bisa mirip burung kolibri? Kalau bukan kolibri, siapa kerabat dekat burung madu? Yuk, cari tahu lewat tujuh fakta unik burung madu yang wajib kamu tahu berikut ini!

1. Burung mungil yang umum di hutan Indonesia

Burung konin atau burung madu pengantin sedang bertengger.
Burung konin atau burung madu pengantin sedang bertengger. (commons.wikimedia.org/X Barredo)

Burung madu merupakan burung kecil berparuh panjang melengkung dan berwarna cantik yang mengingatkan kita pada burung kolibri. Burung ini hidup di hutan-hutan tropis Afrika dan Asia, termasuk hutan Indonesia. Burung madu dikelompokkan dalam famili Nectariniidae. Dalam famili ini, burung madu ditemani oleh burung pijantung (spiderhunter) yang berwarna lebih sederhana.

2. Jenis burung yang berbeda dari burung kolibri

Burung madu ungu sedang menikmati nektar bunga.
Burung madu ungu sedang menikmati nektar bunga. (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Meski sangat mirip, burung madu merupakan jenis burung yang sangat berbeda dari burung kolibri. Burung madu atau sunbird berasal dari famili Nectariniidae dan hidup di Afrika dan Asia. Sementara itu, burung kolibri atau hummingbird berasal dari famili Trochilidae dan hanya ada di Benua Amerika.

Eits, burung kecil penikmat nektar bukan cuma mereka berdua, lho. Ada juga burung pengisap madu atau honeyeater dari famili Meliphagidae dan asli Australia. Beberapa spesies juga ada di bagian timur Indonesia. Ketiga jenis burung ini sangat mirip dari segi bentuk tubuh dan perilaku, tapi tidak memiliki kekerabatan satu sama lain.

3. Punya adaptasi khusus untuk makan nektar

Burung madu sriganti di Sulawesi Utara ini menjulurkan lidahnya.
Burung madu sriganti di Sulawesi Utara ini menjulurkan lidahnya. (commons.wikimedia.org/Ariefrahman)

Burung madu utamanya memang makan nektar. Mereka punya paruh panjang tipis khusus untuk menikmati nektar. Namun, mereka juga makan serangga, terutama saat memberi makan anakan. Buah juga jadi salah satu menu makanan favorit beberapa spesies.

Seperti kolibri, burung madu dilengkapi paruh panjang melengkung untuk meraih nektar bunga. Mereka juga punya lidah berbentuk tabung dengan ujung berupa sikat. Bentuk paruh dan lidah ini merupakan adaptasi khusus untuk makan nektar yang dimiliki burung madu, burung kolibri, dan burung pengisap madu.

4. Dijuluki permata karena keindahan bulu mereka

Burung madu sedang bertengger di tangkai bunga.
Burung madu sedang bertengger di tangkai bunga. (commons.wikimedia.org/Charles J Sharp)

Ciri lain yang dimiliki burung madu yang membuat mereka mirip kolibri ialah dimorfisme seksual yang mencolok. Burung jantan dan betina punya perbedaan tampilan yang sangat kentara. Burung madu betina berwarna simpel, sementara burung madu jantan sangat berwarna-warni dan berkilau.

Menurut laman Carolina Birds, efek warna ini muncul akibat fenomena iridesensi yang bikin burung madu terlihat berwarna-warni tergantung pencahayaan. Dari sini pulalah, asal-usul nama burung madu dalam bahasa Inggris berasal: sunbird. Laman Creagrus menyebut burung madu sebagai permata kecil di daerah tropis Dunia Lama karena banyak spesies mereka berwarna-warni berkilauan yang memantulkan cahaya.

5. Bisa terbang mengambang layaknya burung kolibri

Palestine sunbird atau burung madu palestina memakan nektar.
Palestine sunbird atau burung madu palestina memakan nektar. (commons.wikimedia.org/Charles J Sharp)

Sama seperti burung kolibri, burung madu juga bisa terbang mengambang (hovering) di udara. Namun, menurut penjelasan laman Birds of the World, burung madu gak memiliki manuver dan tingkat stabilitas seapik burung kolibri. Burung madu juga gak punya kemampuan terbang mundur seperti yang dimiliki burung kolibri. Secara keseluruhan, perilaku terbang mereka lebih sederhana dibandingkan dengan burung kolibri.

Meski bisa terbang mengambang, sebagian besar burung madu lebih suka bertengger kalau makan. Mereka sering terlihat bertengger di tangkai bunga sambil menyesap nektar. Oleh karena itu, bunga yang diserbuki burung madu biasanya lebih kokoh untuk menyediakan tempat bertengger dan mendarat yang sesuai. Dengan begitu, mereka bisa makan.

6. Kemiripan dengan burung kolibri akibat evolusi konvergen

Burung madu berkerah bertengger di atas bunga.
Burung madu berkerah bertengger di atas bunga. (commons.wikimedia.org/Charles J Sharp)

Lantas, kenapa burung madu dan burung kolibri bisa sangat mirip? Kemiripan fisik dan perilaku antara kedua jenis burung yang berbeda dan tidak berkerabat ini tercapai akibat evolusi konvergen. Evolusi konvergen terjadi ketika organisme yang tidak berkerabat sama sekali memiliki ciri khas dan perilaku yang sama. Sering kali, munculnya ciri dan perilaku ini merupakan solusi untuk masalah yang sama.

Kemiripan burung madu, burung kolibri, dan burung pengisap madu muncul karena kemiripan gaya hidup makan nektar yang serupa. Hal ini bisa terlihat dari burung pijantung yang berasal dari keluarga yang sama dengan burung madu. Mereka berbeda dari segi tampilan, lebih besar dan berwarna cokelat, karena lebih suka makan serangga.

Burung madu dan burung kolibri juga tidak memiliki hubungan kekerabatan. Menurut informasi dari UC Museum of Paleontology Berkeley University of California, burung kolibri justru berkerabat dekat dengan burung walet, sementara burung madu berkerabat dekat dengan burung gagak. Jadi, kemiripan di antara keduanya dicapai lewat evolusi konvergen.

7. Beberapa spesies burung madu dilindungi di Indonesia

Burung madu sepah raja sedang bertengger.
Burung madu sepah raja sedang bertengger. (commons.wikimedia.org/Charles J Sharp)

Pusat distribusi burung madu ada di wilayah tropis Afrika dan hutan-hutan Asia Tenggara. Burung konin atau burung madu pengantin (Leptocoma sperata) merupakan salah satu jenis burung madu yang bisa dijumpai di hutan Indonesia. Selain itu, ada burung madu sepah-raja (Aethopyga siparaja) yang berwarna merah mencolok dan dapat dijumpai di Taman Nasional Way Kambas, Sumatra, serta di beberapa cagar alam di Kalimantan.

Di antara banyaknya burung madu di Indonesia, ada beberapa spesies yang dilindungi hukum. Burung madu yang dilindungi undang-undang di Indonesia di antaranya burung madu sangihe (Aethopyga duyvenbodei), burung madu jawa (A. mystacalis), burung madu sepah-raja (A. siparaja), burung madu leher-merah (Anthreptes rhodolaemus), dan burung madu sumba (Cinnyris buettikoferi). Keberadaan burung madu terancam oleh hilangnya hutan akibat penebangan hutan dan konversi hutan menjadi lahan pertanian.

Burung madu berperan penting dalam penyerbukan flora asli di hutan-hutan Indonesia. Meski ada yang tidak dilindungi hukum, semua jenis burung madu tetap wajib dilestarikan. Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung madu atau sunbird?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More