Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Bunga Paling Beracun di Dunia yang Cantik Tapi Ngeri

bunga lily laba-laba merah
ilustrasi taman bunga lily laba-laba merah (Lycoris radiata) (flickr.com/Daniel Ruyle)
Intinya sih...
  • Bunga Oleander merupakan tanaman paling mematikan di dunia, mengandung senyawa beracun yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan irama jantung tidak teratur.
  • Bunga Melati Kuning termasuk dalam kelompok tanaman anggur dan mengandung senyawa beracun yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan bahkan kematian bagi lebah madu.
  • Bunga Helm Iblis mengandung neurotoksin dan kardiotoksin kuat yang dapat menyebabkan diare, kejang, hingga kematian, hidup di kawasan pegunungan belahan bumi utara.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kata cantik sering dikaitkan dengan bunga, utamanya mereka yang memiliki warna mahkota mencolok atau bentuk yang unik. Sejatinya, warna-warna yang mencolok biasa digunakan untuk menarik hewan seperti serangga sehingga dapat membantu proses penyerbukan pada tumbuhan. Namun, hal tersebut juga bisa menjadi penanda tentang bahaya yang dimiliki oleh si bunga.

Tak hanya hewan, kita pun dapat mudah tertipu dengan penampilan bunga-bunga cantik ini. Sepuluh bunga berikut terkenal memiliki racun paling mematikan di dunia. Bahkan, beberapa jenis tercatat dalam sejarah telah bertanggung jawab atas kematian manusia dalam skala besar. Penasaran? Berikut ulasannya. 

Table of Content

1. Bunga Oleander

1. Bunga Oleander

Oleander salah satu bunga paling beracun di dunia
ilustrasi bunga oleander (Nerium oleander) (commons.wikimedia.org/Alvesgaspar)

Bunga cantik ini tercatat menduduki peringkat teratas sebagai tanaman paling mematikan di dunia. Bunga Oleander umumnya hidup dalam bentuk semak setinggi 2-6 meter di daerah beriklim sedang dan subtropis. Mereka kerap dibudidayakan secara luas untuk digunakan sebagai tanaman hias atau lansekap. Bunga ini toleran terhadap kekeringan dan genangan air, tetapi rentan terhadap suhu dingin yang berkepanjangan

Bunga oleander mengandung beberapa senyawa beracun di dalam getah bunganya di antaranya senyawa glikosida. Menelan bunga ini dalam jumlah besar dapat menyebabkan mual, muntah, air liur berlebih, diare berdarah hingga irama jantung tidak teratur. Kontak yang terlalu lama juga dapat menyebabkan iritasi kulit, radang mata, dan dermatitis. Di Afrika, bunga ini kerap digunakan oleh masyarakat sebagai racun panah.

2. Bunga Melati Kuning

Melati Kuning salah satu bunga paling beracun di dunia
ilustrasi bunga melati kuning (Gelsemium sempervirens) (commons.wikimedia.org/Jim Evans)

Bunga cantik berwarna kuning terang ini tergolong dalam kelompok tanaman anggur (Gelsemiaceae). Bunga ini umumnya hidup di wilayah benua Amerika beriklim subtropis dan tropis. Bahkan, ia dinobatkan menjadi bunga nasional untuk negara bagian Carolina Selatan. 

Semua bagian tanaman ini mengandung strychnine seperti alkaloid gelsemine dan gelseminine yang sangat beracun dan tidak boleh dikonsumsi. Bila terkena kulit, getahnya dapat menyebabkan iritasi. bahkan, nektar dari bunga ini dapat menyebabkan kematian bagi lebah madu. Terlepas dari bahayanya, bunga ini populer dimanfaatkan untuk menutupi dinding seperti di negara Inggris. 

3. Bunga Helm Iblis

bunga helm setan salah satu bunga paling beracun di dunia
ilustrasi bunga helm setan (Aconitum variegatum) (commons.wikimedia.org/Bernd Haynold)

Tidak salah bila bunga dengan nama latin Aconitum sp. ini dijuluki bunga helm iblis. Mereka mengandung senyawa aconitine dalam jumlah besar khususnya di bagian akar dan umbi. Senyawa aconitine adalah neurotoksin dan kardiotoksin kuat yang dapat menyebabkan diare, kejang, aritmia ventrikel, kelumpuhan pusat pernapasan, hingga kematian. Hal tersebut diikuti oleh sensasi terbakar, kesemutan, dan mati rasa di mulut, wajah, dan perut.

Sebagian besar bunga ini hidup di kawasan pegunungan belahan bumi utara seperti Amerika Utara, Eropa, dan Asia Utara. Mereka berbentuk herba dengan lebih dari 250 spesies. Bunga ini tumbuh subur di padang rumput pegunungan dengan suhu dingin berkepanjangan.

4. Bunga Lily Laba-laba Merah

bunga lily laba-laba merah salah satu bunga paling beracun di dunia
ilustrasi bunga lily laba-laba merah (unsplash.com/S. Tsuchiya)

Bunga berwarna merah menyala dengan bentuk unik ini berasal dari daerah Nepal, Cina. Kemudian mereka diperkenalkan ke Jepang dan menjadi populer di negara tersebut lalu dibawa ke berbagai negara lainnya. Bunga yang berasal dari famili Amaryllidaceae ini berbunga di akhir musim panas atau musim gugur, utamanya setelah lahan tersebut diguyur hujan deras.

Bunga yang diberi nama Higanbana (彼岸花) oleh penduduk Jepang ini mengandung racun yaitu lycorine. Bila tertelan secara tidak sengaja dapat menyebabkan masalah pencernaan, termasuk muntah dan diare. Bila dikonsumsi dalam jumlah besar dapat mengakibatkan kelumpuhan saraf pusat. Di Jepang, bunga ini kerap digunakan untuk mengelilingi sawah dan rumah sebagai pengusir hama dan tikus.

5. Bunga Kalmia

Tumbuhan ini berbentuk semak setinggi 0,2–5 meter dan sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Mereka berasal dari Amerika Utara dan Kuba. Bunga ini dapat beradaptasi dengan tanah atau rawa asam basah dan tanah kering berpasir. Bunganya berwarna putih, merah muda atau ungu, dengan diameter 1-3 cm dan kelopak berbentuk seperti bintang lima.

Bagian nektar yang dihasilkan dari bunga tersebut dan daun banyak mengandung senyawa neurotoksin yang disebut grayanotoxins. Senyawa tersebut dapat menyebabkan tekanan darah rendah, detak jantung melambat, muntah, pusing bahkan kematian. Hati-hati guys!

6. Bunga Kacang Manis

Berbeda jauh dengan namanya, bunga ini mengandung senyawa toksik yang berbahaya terutama di dalam bijinya. Bunga ini tergolong dalam famili Fabaceae dan berasal dari wilayah Sisilia, Italia selatan, dan Kepulauan Aegean. Tanaman ini tumbuh memanjat hingga ketinggian 1-2 meter per tahun. Di samping itu, bunga kacang manis biasanya beraroma kuat.

Ketika biji tanaman ini dikonsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan gejala toksisitas yang disebut lathyrism. Efek lathyrism erat kaitannya dengan sistem saraf. racun yang dimiliki tumbuhan ini terbukti mengakibatkan kekakuan otot, kelumpuhan otot-otot kaki, detak jantung yang lemah, pernapasan menurun, dan kematian.

7. Bunga Wisteria

Bunga Wisteria salah satu bunga paling beracun di dunia
ilustrasi bunga wisteria (unsplash.com/Owen Yin)

Bunga yang dominan berwarna keunguan ini termasuk dalam famili Fabaceae atau polong-polongan. Mereka adalah tumbuhan merambat berkayu yang berasal dari Cina, Jepang, Korea, Vietnam, Kanada Selatan, Amerika Serikat Timur, dan Iran utara. Kemudian, bunga ini diperkenalkan ke Perancis, Jerman dan berbagai negara lain di Eropa. Bahkan, beberapa spesies menjadi tanaman hias populer di kawasan tersebut. 

Semua bagian tanaman ini dianggap beracun, terutama bijinya. Efek serius yang ditimbulkan dari mengonsumsi tanaman ini adalah rasa terbakar di mulut, sakit perut, diare, dan muntah. Di samping itu gejala pembekuan darah dan vertigo juga dapat terbentuk. Bahkan, paparan asap dari pembakaran tanaman ini diketahui dapat menyebabkan sakit kepala.

8. Bunga Bengkok

Tumbuhan dari genus ini menghasilkan alkaloid beracun dan glikosida jantung seperti k-strophanthin, dan e-strophanthin. Senyawa strophantine dapat menyebabkan peningkatan kerja jantung secara signifikan. Bila dibiarkan atau dikonsumsi dalam jumlah besar, efek tersebut dapat memicu terjadinya serangan jantung. Penduduk asli Benua Afrika sering menggunakan ekstrak biji bunga ini sebagai racun panah. 

Tanaman ini merupakan flora asli dari kawasan Afrika beriklim tropis lalu meluas ke Afrika Selatan hingga New Guinea dan Cina selatan. Nama genus bunga ini adalah gabungan dari kata Yunani (strophos) "bengkok" dan (anthos) "bunga". Hal tersebut mengacu pada bentuk mahkota bunga yang menyerupai pita bengkok di mana dapat mencapai panjang 30–35 cm.

9. Bunga Milkweed

Bunga Milkweed salah satu bunga paling beracun di dunia
ilustrasi bunga milkweed (Asclepias incarnata) (commons.wikimedia.org/R. A. Nonenmacher)

Bunga yang tergolong subfamili Asclepiadoideae  memiliki nama lain yaitu Asclepius yang berarti dewa penyembuh Yunani. Tanaman ini berbentuk herba dengan lebih dari 200 spesies. Sebagian besar spesies ini beracun bagi manusia terutama karena adanya glikosida jantung seperti senyawa kardenolida. 

Racun glikosida jantung tersebut dapat menghambat sel untuk mempertahankan gradien konsentrasi K+, Ca2+ secara tepat. Beberapa bunga tumbuhan ini juga dapat menyebabkan dermatitis ringan pada beberapa orang yang bersentuhan dengannya. Meskipun demikian, beberapa spesies dapat dimanfaatkan sebagai sumber lateks jika diproses dengan benar.

10. Bunga Cerbera

Bunga yang berwarna putih ini berbentuk pohon atau semak kecil yang selalu hijau. Mereka adalah tumbuhan asli dari Benua Australia, Madagaskar, dan berbagai pulau di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik bagian barat. Semua pohon mengandung lateks berwarna putih.

Semua bagian tumbuhan ini beracun karena mengandung senyawa cerberin. Senyawa tersebut tergolong dalam glikosida jantung, yaitu zat yang menghalangi impuls listrik dalam tubuh (termasuk detak jantung). Bahkan, asap dari pembakaran batang tumbuhan ini dapat menyebabkan keracunan yang mematikan.

 

Layaknya istilah "Don't judge the book by its cover", sepuluh bunga di atas sangat mewakili hal tersebut. Boleh kamu lihat tapi jangan asal pegang ya guys! Semoga bermanfaat.

FAQ seputar bunga paling beracun di dunia

Apa bunga yang dianggap paling mematikan bagi manusia?

Salah satu yang paling berbahaya adalah Oleander (Nerium oleander). Meski sering dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik, seluruh bagian tanaman ini mengandung racun oleandrin dan neriine yang bisa menyebabkan gagal jantung fatal hanya dengan mengonsumsi satu daun saja.

Apakah ada bunga beracun yang sering ditemukan di sekitar rumah (tanaman hias)?

Selain Oleander, ada Foxglove (Digitalis) dan Hydrangea. Foxglove mengandung bahan kimia yang digunakan dalam obat jantung, namun dalam dosis yang salah bisa sangat mematikan. Sementara Hydrangea mengandung sedikit sianida yang bisa menyebabkan sesak napas jika tertelan dalam jumlah banyak.

Apa yang harus dilakukan jika tidak sengaja menyentuh atau menelan bunga beracun?

Jika menyentuh: Segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.Jika tertelan: Jangan mencoba memaksakan muntah sendiri. Segera bawa ke unit gawat darurat (UGD) atau hubungi pusat bantuan keracunan terdekat dengan membawa sampel tanaman tersebut untuk identifikasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
Retno Rahayu
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

Studi: Spesies Lumut Ini Mungkin Bisa Bertahan di Mars

26 Jan 2026, 07:15 WIBScience