5 Fakta Angsa Bersayap Biru, Si Cantik Penuh Misteri dari Etiopia

- Angsa bersayap biru adalah spesies endemik Etiopia dengan ciri sayap depan berwarna biru muda dan bulu tebal mirip mamalia sebagai adaptasi terhadap suhu dingin dataran tinggi.
- Spesies ini satu-satunya dalam genus Cyanochen, memiliki hubungan evolusi yang masih misterius dengan beberapa jenis bebek Afrika seperti Hartlaub, namun belum dipastikan secara genetik.
- Meski dilindungi oleh kepercayaan lokal dari perburuan, angsa bersayap biru tetap berstatus rentan karena kerusakan habitat akibat pertanian dan penggembalaan di Dataran Tinggi Etiopia.
Tahukah kamu kalau Etiopia punya angsa asli yang gak cuma cantik, tapi juga misterius?Angsa ini punya banyak hal yang membedakannya dari angsa lainnya. Namanya adalah angsa bersayap biru.
Angsa bersayap biru atau blue-winged goose merupakan sejenis angsa berleher pendek asli Dataran Tinggi Etiopia. Habitatnya di dataran tinggi membuat angsa bersayap biru punya adaptasi unik. Percaya, gak, kalau angsa ini punya bulu yang lebih mirip bulu mamalia daripada bulu burung? Kira-kira apa yang membuat angsa ini misterius, ya? Yuk, simak 5 fakta unik angsa bersayap biru atau blue-winged goose berikut ini!
1. Angsa gemuk bersayap cantik

Angsa bersayap biru atau blue-winged goose (Cyanochen cyanoptera) merupakan sejenis angsa berleher pendek yang berukuran sedang. Dicatat oleh laman Animalia, panjang angsa bersayap biru sekitar 70 sentimeter. Angsa ini berwarna abu-abu kecokelatan. Ciri khasnya adalah sayap bagian depan berwarna biru muda yang jadi asal-muasal namanya.
Sayap biru ini digunakan angsa jantan untuk menarik perhatian betina. Saat musim kawin, jantan mondar-mandir di dekat betina dengan kepala ditekuk ke punggung dan paruh dihadapkan ke langit sambil bersiul rendah. Postur ini memamerkan bercak biru indah pada sayapnya ke arah betina incaran.
2. Bulunya mirip bulu mamalia!

Angsa bersayap biru cuma ada di Etiopia. Kamu bisa menjumpai angsa cantik ini di berbagai habitat di Dataran Tinggi Etiopia, mulai dari padang rumput sampai lahan bersemak. Ia biasanya gak jauh-jauh dari sungai, danau, atau rawa-rawa.
Menariknya, nih, angsa bersayap biru punya bulu yang unik. Bulunya sangat tebal dan longgar. Bahkan, bisa dibilang bulunya lebih mirip bulu mamalia daripada bulu burung. Bukan tanpa alasan. Bulu unik ini merupakan bentuk adaptasinya terhadap suhu dingin di dataran tinggi Etiopia. Jadi, angsa ini nyaman-nyaman saja kalau lagi musim dingin.
3. Hubungan kekerabatannya masih jadi misteri

Angsa bersayap biru merupakan spesies yang unik di keluarga Anatidae. Ia satu-satunya spesies dalam genus Cyanochen. Wilayah jelajahnya juga cuma terbatas di Dataran Tinggi Etiopia. Hubungan kekerabatannya dalam keluarga Anatidae pun terbilang misterius.
Menurut informasi dari Washington Wetland Centre, angsa bersayap biru diduga dekat dengan bebek umukia atau shelduck (genus Tadorna) bila dilihat dari kacamata morfologi. Kalau dilihat dari tampilan kawinnya, ia dekat dengan soang lurik atau sheldgoose (genus Chloephaga). Namun, analisis genetik mengatakan kalau angsa bersayap biru gak berkerabat dekat dengan keduanya.
Mengutip laman The Guardian, angsa bersayap biru kemungkinan tergolong dalam klad yang sangat berbeda. Lebih tepatnya, ia berada dalam satu klad kuno yang sama dengan bebek Hartlaub (Pteronetta hartlaubii). Keduanya sama-sama menetap di Afrika. Keduanya punya kekerabatan yang belum bisa dipastikan. Keduanya juga punya sayap depan berwarna biru muda yang khas. Sayap biru ini menjadi indikator morfologi hubungan evolusi di antara keduanya.
4. Angsa nokturnal yang bersuara lembut

Pernah dengar angsa nokturnal? Well, angsa bersayap biru sifatnya nokturnal. Burung ini sebagian besar aktif merumput di malam hari, sementara siang harinya dihabiskan dengan selonjoran. Ia lebih sering menghabiskan waktunya di tanah daripada di air atau di udara, meskipun ia jago terbang dan berenang.
Eits, keunikan angsa bersayap biru gak sampai di situ saja. Gak seperti angsa dan soang, angsa bersayap biru temperamennya terbilang tenang dan mudah didekati. Burung ini juga gak banyak bersuara. Kalau berkomunikasi, ia mengeluarkan suara siulan yang lembut dan rendah.
5. Keberadaannya dilindungi oleh kepercayaan setempat
Tempat tinggal angsa bersayap biru yang cuma ada di Dataran Tinggi Etiopia membuat spesies ini rentan punah. Namun, kepercayaan setempat secara historis telah melindungi angsa bersayap biru dari perburuan. Seperti yang diungkapkan oleh laman Birds of the World, angsa bersayap biru tidak terancam oleh perburuan karena kepercayaan setempat mencegah perburuan terhadap burung ini.
Sayangnya, status konservasi angsa bersayap biru tetap memprihatinkan. IUCN menetapkan angsa bersayap biru sebagai spesies rentan atau vulnerable. Angsa bersayap biru memang tidak diburu, tapi habitat di Dataran Tinggi Etiopia sudah banyak yang rusak akibat pertanian yang mengeringkan lahan basah, peternakan yang mengikis lahan, dan hewan gembala yang merumput.
Semoga saja keberadaan angsa bersayap biru dan habitatnya bisa lebih terjaga, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang angsa bersayap biru atau blue-winged goose? Fakta unik mana yang paling membuatmu terkesan?


















