Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Fakta Batu Pelangi di Mars, NASA Unggah Foto Terbarunya!

3 min read
3 Fakta Batu Pelangi di Mars, NASA Unggah Foto Terbarunya!
citra bebatuan dasar purba warna-warni di Mars (dok. NASA/JPL-Caltech/University of Arizona)

Pernah membayangkan ada pelangi di Mars? Pemandangan unik ini ternyata bukan berasal dari fenomena alam seperti pelangi yang biasa kita lihat di Bumi, melainkan dari bebatuan dengan warna yang beragam. Baru-baru ini, NASA mengunggah foto terbaru yang memperlihatkan pemandangan tersebut di permukaan Mars.

Meski terlihat menarik, foto ini bukan menandai penemuan baru, melainkan publikasi terbaru dari citra yang memperlihatkan lanskap Mars. Gambar tersebut berhasil menarik perhatian karena menampilkan bebatuan dengan warna yang tampak kontras dan tidak biasa. Pemandangan ini pun membuat permukaan Mars terlihat seperti memiliki hamparan pelangi tersendiri. Namun, apa yang membuat bebatuan di planet tetangga Bumi ini tampak begitu berwarna? Yuk, simak fakta-fakta menariknya berikut!

  1. 1. Bukan pelangi sungguhan, warna batu Mars dibuat lebih kontras

    citra terbaru "batu pelangi" di dataran tinggi selatan Mars
    citra terbaru "batu pelangi" di dataran tinggi selatan Mars (dok. NASA/JPL-Caltech/UArizona)

    Foto bebatuan Mars yang terlihat seperti pelangi ternyata bukan menampilkan warna aslinya. Mengutip dari Space, gambar tersebut merupakan citra color-enhanced yang diambil menggunakan kamera HiRISE pada wahana Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA. Teknik ini digunakan untuk memperkuat perbedaan warna yang sulit dikenali dalam pengamatan biasa.

    NASA menjelaskan bahwa kamera HiRISE menggabungkan data dari beberapa kanal spektrum, termasuk inframerah dekat, untuk menghasilkan citra berwarna. Hasil pengolahan tersebut membantu para ilmuwan mengamati variasi material dan mineral di permukaan Mars dengan lebih jelas. Jadi, bebatuan yang tampak seperti pelangi itu bukan benar-benar berwarna seperti yang terlihat dalam foto, melainkan representasi visual dari data pengamatan ilmiah.

  2. 2. Perbedaan warna bebatuan menunjukkan kandungan mineral

    sisa-sisa dasar sungai kuno di Mars yang memuat batu pelangi atau bebatuan warna-warni
    sisa-sisa dasar sungai kuno di Mars yang memuat batu pelangi atau bebatuan warna-warni (dok. NASA/JPL-Caltech/MSSS)

    Warna-warni pada bebatuan Mars bukan sekadar tampilan visual yang menarik, tetapi juga menyimpan petunjuk tentang kandungan mineral di dalamnya. Lunar and Planetary Laboratory (LPL), University of Arizona, melalui proyek "HiRISE" menjelaskan bahwa batuan biru dan hijau diduga kaya akan mineral pyroxene dan olivine. Kedua mineral tersebut merupakan bagian dari material batuan Mars yang relatif belum banyak mengalami perubahan.

    Sementara itu, bercak berwarna kuning, oranye, dan merah kemungkinan menunjukkan keberadaan mineral yang telah mengalami perubahan akibat interaksi dengan air. Penjelasan ini sejalan dengan informasi NASA yang menunjukkan bahwa perbedaan warna pada citra HiRISE dapat membantu ilmuwan mengenali variasi mineral di permukaan Mars. Dengan mengamati warna-warna tersebut, para ilmuwan bisa memperoleh petunjuk tentang komposisi batuan dan proses geologi yang pernah berlangsung di Planet Merah.

  3. 3. Jejak air purba yang tersimpan dalam bebatuan Mars

    ilustrasi bebatuan warna-warni di Mars
    ilustrasi bebatuan warna-warni di Mars (dok. NASA/JPL-Caltech)

    Warna-warni yang tampak pada bebatuan Mars ternyata juga menyimpan petunjuk tentang keberadaan air pada masa lampau. Menurut LPL University of Arizona melalui proyek "HiRISE", beberapa bercak berwarna kuning, oranye, dan merah diduga berasal dari mineral yang mengalami perubahan akibat interaksi dengan air. Proses ini dikenal sebagai aqueous alteration.

    Sederhananya, proses tersebut merupakan perubahan komposisi mineral setelah bersentuhan dengan air. Fenomena serupa juga ditemukan di wilayah Mawrth Vallis, Mars. NASA menjelaskan bahwa wilayah tersebut memiliki kandungan mineral lempung yang terbentuk melalui interaksi batuan dengan air.

    Temuan mineral seperti ini membantu ilmuwan mempelajari kondisi lingkungan Mars pada masa purba. Namun, warna-warni dalam foto terbaru ini belum cukup untuk memastikan bentuk atau jumlah air yang pernah ada di lokasi tersebut. Setidaknya, bebatuan itu memberikan petunjuk tambahan untuk mengungkap sejarah air Mars.

    Bebatuan di Mars menampilkan perpaduan warna yang tak kalah menarik dari pelangi di Bumi. Di balik tampilannya, tersimpan petunjuk tentang kandungan mineral dan sejarah air di planet merah. Menurutmu, fakta apa lagi yang menarik untuk diungkap dari permukaan Mars?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More