5 Fakta Menton, Kota Lemon Prancis dengan Nuansa Italia

- Menton di French Riviera, dekat Monako dan perbatasan Italia, mewarisi perpaduan budaya Prancis-Italia dari sejarahnya sebagai permukiman Liguria, Republik Genoa, hingga kekuasaan Grimaldi.
- Lemon menjadi identitas dan penggerak ekonomi historis Menton; Citron de Menton berciri lonjong, beraroma kuat, berasam lembut, serta memperoleh perlindungan Indikasi Geografis Uni Eropa pada 2015.
- Kota ini menggelar Festival Lemon tahunan dengan parade dan dekorasi sitrus, serta menawarkan kota tua bergaya Barok dan iklim hangat yang mendukung taman subtropis serta pariwisata musim dingin.
Menton merupakan kota pesisir yang terletak di wilayah Alpes-Maritimes, bagian tenggara Prancis, tepatnya di kawasan French Riviera yang menghadap Laut Mediterania. Kota ini berada tidak jauh dari Monako dan perbatasan Italia, sehingga memiliki suasana yang memperlihatkan perpaduan budaya Prancis dan Italia. Menton juga dikenal dengan bangunan berwarna pastel, kawasan kota tua yang menawan, serta perkebunan lemon yang menjadi salah satu ciri khasnya.
Selain keindahan pesisirnya, Menton juga memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perdagangan, pertanian, dan perkembangan pariwisata. Kota ini bahkan pernah dikenal sebagai salah satu pusat produksi lemon terpenting di Eropa sebelum berkembang menjadi destinasi wisata yang populer. Yuk, kita simak lima fakta menarik Menton, kota lemon Prancis dengan nuansa Italia ini!
1. Berada di dekat perbatasan Prancis dan Italia

kota Menton di Prancis (commons.wikimedia.org/IndigoMertel) Menton terletak di bagian paling tenggara Prancis, tepatnya di antara Monako dan perbatasan Italia. Posisi geografis tersebut membuat kota ini menjadi salah satu wilayah Prancis yang paling dekat dengan Italia. Kedekatannya dengan kawasan Liguria di Italia turut memberikan pengaruh terhadap perkembangan budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat setempat selama berabad-abad.
Sejarah Menton juga memperlihatkan hubungan panjang dengan wilayah Italia. Dilansir Visit Menton, kota ini pada awalnya berkembang sebagai permukiman Liguria, kemudian menjadi bagian dari Republik Genoa pada abad ke-13 sebelum berada di bawah kekuasaan keluarga Grimaldi pada 1346. Pengaruh sejarah tersebut masih terasa melalui karakter arsitektur, kuliner, dan suasana kota yang memperlihatkan perpaduan unsur Prancis serta Italia hingga sekarang.
2. Dikenal sebagai penghasil lemon berkualitas

lemon Menton di festival lemon (commons.wikimedia.org/Shesmax) Lemon merupakan salah satu bagian terpenting dari identitas Menton dan telah dibudidayakan di kawasan ini selama berabad-abad. Perkembangan budidaya jeruk di Menton mulai terlihat sejak abad ke-14, kemudian semakin berkembang pesat pada abad ke-17 dan ke-18. Pada masa kejayaannya, produksi lemon menjadi salah satu penggerak ekonomi kota, bahkan sekitar 35 juta buah lemon pernah diekspor setiap tahun ke berbagai wilayah, termasuk Inggris, Jerman, Rusia, dan Amerika Utara.
Ministry of Agriculture of France menyebutkan bahwa Citron de Menton memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari bentuknya yang cenderung lonjong, kulit berwarna kuning cerah, aroma yang kuat, hingga tingkat keasaman yang relatif lembut. Keunikan tersebut berkaitan dengan kondisi iklim setempat yang hangat serta karakter tanah di kawasan Menton. Pada Oktober 2015, lemon dari kawasan ini memperoleh status Indication Géographique Protégée (IGP) atau Indikasi Geografis Terlindungi dari Uni Eropa, sehingga nama Citron de Menton mendapatkan perlindungan resmi berdasarkan asal dan karakteristik produknya.
3. Memiliki festival lemon yang mendunia

festival lemon (commons.wikimedia.org/Rémih) Salah satu acara paling terkenal di Menton adalah Fête du Citron atau Festival Lemon yang diselenggarakan setiap tahun. Menton, Riviera & Merveilles menyebutkan bahwa festival ini pertama kali memperoleh nama resminya pada 1934, meskipun tradisi parade dan perayaan musim dingin di kota tersebut sudah berlangsung sejak abad ke-19. Pada awalnya, kegiatan tersebut dibuat untuk menghibur para wisatawan musim dingin yang datang menikmati iklim Menton yang relatif hangat.
Seiring perkembangannya, festival ini menjadi acara besar yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai negara. Berbagai kendaraan hias dihiasi dengan lemon dan jeruk, sementara taman Biovès dipenuhi patung serta dekorasi berukuran besar yang disusun menggunakan buah-buahan sitrus. Setiap penyelenggaraan biasanya mengangkat tema berbeda yang kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk parade, pertunjukan malam, dan instalasi dekoratif, sementara buah untuk dekorasi umumnya didatangkan dari luar Menton karena produksi lokal terlalu berharga untuk digunakan dalam jumlah besar.
4. Memiliki kota tua dengan arsitektur barok yang menawan
kota tua Menton (commons.wikimedia.org/Gilbert Bochenek) Kawasan kota tua Menton atau Vieille Ville menjadi salah satu bagian paling menarik untuk melihat warisan sejarah dan arsitektur kota. Bangunan-bangunan berwarna kuning, jingga, dan merah muda berdiri rapat di sepanjang jalan sempit yang berliku. Susunan bangunan tersebut menciptakan pemandangan khas kawasan Mediterania, terutama ketika dilihat dari tepian laut dengan latar belakang perbukitan.
Dilansir Ville de Menton, salah satu landmark utama di kawasan ini adalah Basilika Saint-Michel Archange yang dibangun pada abad ke-17 dan memiliki menara lonceng setinggi sekitar 53 meter. Bangunan bergaya Barok tersebut berdiri di atas kawasan kota tua dan dapat dicapai melalui tangga serta jalan berbatu yang menjadi ciri khas pusat bersejarah Menton. Di sekitar basilika juga terdapat Chapelle des Pénitents Blancs, yang bersama bangunan gereja membentuk salah satu kompleks arsitektur paling terkenal di kota ini.
5. Memiliki iklim hangat yang mendukung taman subtropis

kota Menton di Prancis (commons.wikimedia.org/Jorge Franganillo) Menton dikenal memiliki iklim Mediterania yang relatif hangat, dengan musim dingin yang lebih ringan dibandingkan banyak wilayah lain di Prancis. Letaknya di antara Laut Mediterania dan Pegunungan Alpen membantu menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan berbagai tanaman subtropis. Keadaan tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa lemon dan berbagai jenis tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di kawasan ini.
Kondisi alam tersebut turut mendorong perkembangan Menton sebagai destinasi wisata musim dingin sejak abad ke-19. Pada masa itu, banyak wisatawan dari Eropa utara datang untuk menikmati cuaca yang lebih bersahabat, sehingga kota ini kemudian dipenuhi vila, hotel, dan taman yang dirancang untuk memperlihatkan keindahan tanaman eksotis. Hingga sekarang, sejumlah taman bersejarah dan ruang hijau masih menjadi bagian penting dari daya tarik Menton, memperlihatkan hubungan erat antara iklim, alam, dan perkembangan pariwisata kota.
Menton memperlihatkan bagaimana kondisi alam dan perjalanan sejarah dapat membentuk identitas sebuah kota. Dari tradisi budidaya lemon yang telah berlangsung selama berabad-abad, festival buah sitrus yang terkenal, hingga kawasan kota tua dengan arsitektur Barok, setiap sudutnya menyimpan daya tarik tersendiri. Kedekatannya dengan Italia dan iklim Mediterania yang hangat semakin memperkuat karakter Menton sebagai kota pesisir Prancis yang penuh warna dan memiliki nuansa khas Italia.




![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Jadi Siapa Kamu di Upin & Ipin Kehidupan Sebelumnya?](https://image.idntimes.com/post/20250530/img-20250530-203717-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-d39800576cc5d4ebd91a012aa51130f5.jpg)
















