Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Fakta Ilmiah Gunung Kawi yang Jarang Diketahui, Skip Hal Mistis
ilustrasi Gunung Kawi (pixabay.com/AlfianNurAkmal)

Gunung Kawi di Kabupaten Malang kembali menjadi sorotan setelah viral di media sosial karena dikaitkan dengan dugaan praktik pesugihan. Beragam unggahan dan video yang beredar membuat nama gunung ini kembali ramai diperbincangkan publik. Di balik berbagai cerita yang berkembang, Gunung Kawi sejatinya menyimpan banyak fakta yang dapat dijelaskan melalui ilmu pengetahuan.

Mulai dari sejarah pembentukannya, bentang alam, hingga perannya bagi ekosistem, kawasan ini memiliki karakteristik yang menarik untuk dipelajari. Memahami sisi ilmiah Gunung Kawi juga dapat memberikan gambaran yang lebih utuh tentang kawasan pegunungan tersebut. Berikut ini beberapa fakta ilmiah yang membuat Gunung Kawi menarik untuk dikenal, tapi bukan soal pesugihan, ya!


1. Merupakan gunung api kembar dalam kompleks Kawi–Butak

ilustrasi Gunung Kawi (unsplash.com/Mario von Rotz)

Gunung Kawi ternyata bukan gunung api yang berdiri sendiri. Dilansir Smithsonian Global Volcanism Program (GVP), Gunung Kawi dan Gunung Butak merupakan bagian dari satu massa vulkanik luas yang dikenal sebagai Kawi-Butak. Gunung Kawi berada di bagian barat laut, sementara Gunung Butak terletak di sisi tenggaranya.

Keduanya membentuk bentang alam pegunungan yang saling berdekatan dan memiliki sejarah geologi yang berkaitan. Menurut GVP, kompleks Kawi-Butak tidak memiliki catatan letusan historis yang diketahui. Meski begitu, aktivitas vulkanik di kawasan ini tetap menjadi bagian dari sejarah pembentukan bentang alamnya.

Dengan kata lain, ketika membicarakan Gunung Kawi, kita tidak bisa sepenuhnya memisahkannya dari Gunung Butak dan sistem vulkanik Kawi-Butak yang lebih luas. Keduanya menjadi bagian dari satu bentang alam vulkanik yang terbentuk melalui proses geologi yang berlangsung dalam waktu sangat panjang.


2. Tidak memiliki catatan letusan historis

ilustrasi gunung meletus (pexels.com/Marek Piwnicki)

Gunung Kawi juga memiliki karakteristik lain yang menarik dari sisi vulkanologi. Smithsonian Global Volcanism Program (GVP) menjelaskan bahwa tidak ada catatan letusan historis yang diketahui dari Gunung Kawi maupun Gunung Butak. GVP juga  belum ada letusan Holosen yang diketahui dari kompleks Kawi-Butak.

Meski begitu, ketiadaan catatan letusan bukan berarti kawasan tersebut tidak memiliki sejarah aktivitas vulkanik. Kedua gunung tersebut terutama terbentuk pada masa Holosen (11.700 tahun lalu) dan termasuk dalam bentang alam vulkanik Kawi-Butak. Dengan demikian, Gunung Kawi tetap memiliki sejarah geologi sebagai bagian dari kawasan vulkanik, meski tidak tercatat mengalami erupsi dalam sejarah yang terdokumentasi.


3. Puncak Gunung Kawi dikelilingi vegetasi pegunungan

ilustrasi edelweiss (unsplash.com/Stéphane Mingot)

Puncak Gunung Kawi dikelilingi oleh vegetasi pegunungan yang khas. Berdasarkan buku "Eksplorasi Pendakian Lanskap Pegunungan Kawi-Butak" karya Izzati Farhatun Nisa, Alfi Sahrina, dan Agung Suprianto (2024), kawasan puncak Gunung Kawi dikelilingi bunga edelweis (Anaphalis longifolia) dan pohon cemara. Buku tersebut juga mencatat bahwa vegetasi Gunung Kawi berubah mengikuti kondisi dan ketinggian wilayah, mulai dari ladang dan hutan hujan tropis di bagian bawah hingga tumbuhan pegunungan di area yang lebih tinggi.

Perubahan vegetasi ini menunjukkan adanya perbedaan kondisi lingkungan sepanjang lereng menuju puncak. Karakter tersebut membuat lanskap Gunung Kawi tidak hanya berupa bentang alam vulkanik, tetapi juga memiliki ekosistem tumbuhan yang beragam. Dari puncaknya, pengunjung juga dapat melihat bentang pegunungan lain di sekitarnya, termasuk kompleks Arjuno-Welirang dan Anjasmoro.

Gunung Kawi kembali viral karena dugaan praktik pesugihan yang ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, di balik cerita tersebut, kawasan ini memiliki fakta ilmiah yang menarik untuk dipelajari, mulai dari sejarah vulkaniknya hingga vegetasi pegunungan yang mengelilinginya. Memahami sisi ilmiah Gunung Kawi dapat membantu kita melihat gunung ini tidak hanya dari cerita mistis yang berkembang, tetapi juga dari kekayaan alam dan proses geologi yang membentuknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article