Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Lele Listrik yang Mampu Menyetrum dengan Tegangan Besar

5 Fakta Lele Listrik yang Mampu Menyetrum dengan Tegangan Besar
ikan lele listrik yang dipelihara di Steinhart Aquarium, San Francisco, Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/Stan Shebs)

Lele listrik (genus Malapterurus) adalah kelompok lele yang hidup di berbagai sungai di Afrika. Mereka terdiri atas tiga spesies yang berbeda, tetapi lele listrik (Malapterurus electricus) jadi spesies yang paling populer. Spesies lele listrik yang satu ini diketahui ditemui di Sungai Nil dan Danau Chad saja.

Lele listrik memiliki ciri tubuh berbentuk silinder panjang yang menyerupai sosis dengan warna cokelat atau abu-abu dan beberapa bintik hitam di tubuhnya. Selain itu, lele ini tidak memiliki sirip punggung, tetapi memiliki tiga pasang sungut di mulutnya dan beberapa bagian sirip yang berbentuk bulat. Lele listrik mampu tumbuh dengan panjang 1,2 meter dan bobot 23 kg, lho.

Selain tubuhnya yang relatif besar untuk spesies lele, tentunya ada beberapa fakta menarik dari lele listrik. Pada poin tertentu, mereka bahkan punya ciri yang serupa dengan belut listrik yang ada di Sungai Amazon, lho. Penasaran, kan? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

1. Penglihatan lele listrik sangat buruk

Indra penglihatan lele listrik sangat buruk karena matanya yang sangat kecil. (commons.wikimedia.org/James Emery)
Indra penglihatan lele listrik sangat buruk karena matanya yang sangat kecil. (commons.wikimedia.org/James Emery)

Meski memiliki sepasang mata, bisa dibilang penglihatan dari lele listrik sangat buruk. Selain karena ukurannya yang terlalu kecil, Monaco Nature Encyclopedia menyebut bahwa habitat favorit mereka yang berada di aliran air yang tenang dan keruh membuat indra penglihatan sebenarnya tidak terlalu mereka butuhkan. Mereka justru lebih memanfaatkan indra lain agar bisa bernavigasi di air yang keruh.

Ketiga pasang sungut lele listrik adalah indra utama yang mereka andalkan untuk bergerak. Pasalnya, sungut-sungut ini punya fungsi sensorik yang mirip seperti jenis lele lain di dunia. Selain itu, mereka juga mengandalkan electric organ discharge (EOD) yang akan dijelaskan pada poin-poin berikutnya. 

2. Pemakan daging yang rakus

Lele listrik berukuran besar yang dipelihara di Aquarium tropical du Palais de la Porte Dorée, Paris, Prancis. (commons.wikimedia.org/Vassil)
Lele listrik berukuran besar yang dipelihara di Aquarium tropical du Palais de la Porte Dorée, Paris, Prancis. (commons.wikimedia.org/Vassil)

Lele listrik adalah predator nokturnal. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di tempat persembunyian pada siang hari dan baru beraktivitas pada malam hari. Umumnya, lele listrik paling aktif dalam rentang waktu 4—5 jam usai Matahari tenggelam.

Dilansir Animal Diversity, lele listrik merupakan pemburu yang oportunis. Mereka tak pilih-pilih makanan sehingga bisa memakan ikan apa pun yang ada di dekatnya jika ukurannya sesuai. Lele rakus ini diketahui bisa mengonsumsi ikan yang ukurannya setengah dari total panjang tubuhnya, lho. Untuk berburu, mereka juga sangat mengandalkan EOD untuk melumpuhkan mangsanya.

3. Mampu menghantarkan listrik bertegangan tinggi

Jaringan otot di sekitar kulit lele listrik mampu menghasilkan tegangan listrik yang kuat. (commons.wikimedia.org/Stan Shebs)
Jaringan otot di sekitar kulit lele listrik mampu menghasilkan tegangan listrik yang kuat. (commons.wikimedia.org/Stan Shebs)

Seperti yang sudah disebutkan dalam poin-poin sebelumnya, EOD punya peran yang sangat penting bagi lele listrik. Organ ini mereka manfaatkan untuk bernavigasi di air yang keruh, berburu mangsa, sampai mempertahankan diri atau teritorialnya dari makhluk lain yang mengancam. Sesuai dengan namanya, EOD ini adalah organ khusus dari lele listrik yang mampu menghasilkan listrik di sekujur tubuhnya.

Britannica melansir bahwa EOD ini terdiri atas jaringan otot yang telah dimodifikasi sehingga membentuk lapisan halus yang menyerupai agar-agar. Lapisan ini terletak tepat di bawah kulit mereka dan jumlahnya ada ribuan. Diketahui kalau tegangan maksimal yang bisa dihantarkan oleh lele listrik sebesar 450 volt. Tegangan ini hanya kalah dari belut listrik yang mampu menghasilkan tegangan sebesar 600 volt.

Uniknya, masing-masing tegangan yang dikeluarkan oleh lele listrik punya fungsinya masing-masing. Menurut Animal Diversity, setidaknya ada lima tipe tegangan berbeda yang dilakukan oleh lele listrik tergantung dengan situasi yang sedang mereka hadapi. Kelimanya adalah tegangan untuk menyetrum mangsa, perlindungan diri dari ancaman, bernavigasi di lingkungannya, mendeteksi keberadaan mangsa, dan penilaian intraspesifik.

4. Kebal sengatan listrik

Tubuh lele listrik kebal dari sengatan listrik sekalipun sumbernya berasal dari luar tubuhnya. (commons.wikimedia.org/Cedricguppy - Loury Cédric)
Tubuh lele listrik kebal dari sengatan listrik sekalipun sumbernya berasal dari luar tubuhnya. (commons.wikimedia.org/Cedricguppy - Loury Cédric)

Sebagai hewan yang mampu menghasilkan listrik sendiri, tegangan yang dikeluarkan oleh lele listrik jelas tidak mempengaruhi mereka. Menurut Monaco Nature Encyclopedia, lele listrik bisa kebal dengan sengatannya sendiri karena adanya lapisan di antara kulitnya yang mengisolasi tegangan listrik menuju organ dalamnya. Menariknya, dalam penelitian lain tampak kalau sebenarnya lele listrik juga kebal dari sengatan listrik eksternal, lho.

Dikutip dari Journal of Experimental Biology, dalam penelitian yang dilakukan Georg Welzel dan Stefan Schuster dari University of Bayreuth menunjukkan bahwa lele listrik sama sekali bergeming ketika diberi gelombang listrik dari sumber eksternal. Padahal, ikan mas yang jadi subjek pembanding menunjukkan tanda-tanda tersetrum ketika diberi setruman. Meski belum punya jawaban pasti, keduanya menduga kalau lele listrik kebal terhadap sengatan listrik karena lapisan isolasi di kulitnya atau memang pada dasarnya mereka kebal terhadap sengatan listrik dari sumber mana pun.

5. Tinggal secara berpasangan

Seekor lele listrik dipelihara di Hakone-en Aquarium, Jepang. (commons.wikimedia.org/ゆうき315)
Seekor lele listrik dipelihara di Hakone-en Aquarium, Jepang. (commons.wikimedia.org/ゆうき315)

Lele listrik ternyata bukan hewan yang hidup secara menyendiri. Mereka biasanya hidup berdampingan dengan pasangannya dalam habitat tertentu. Bahkan, si pejantan sebenarnya cukup teritorial dan tak segan untuk menyerang pasangan lele listrik lainnya yang mencoba menerobos wilayahnya.

Dilansir Animal Diversity, pasangan lele listrik biasanya tinggal di batang pohon yang tenggelam atau lubang yang terbuat dari tanah liat. Menariknya, tempat tinggal dari lele listrik ini bisa berada di kedalaman 3 meter. Di tempat ini pula, pasangan lele listrik bereproduksi dan menyimpan telur-telurnya hingga menetas.

Meski bisa menghantarkan arus listrik yang sangat kuat, ternyata lele listrik juga cukup populer untuk dipelihara di akuarium. Untuk merawat mereka, biasanya pehobi butuh beberapa penyesuaian di akuariumnya, terutama untuk ikan-ikan lain yang akan menemani si penyengat listrik ini. Kamu sendiri tertarik untuk memelihara lele yang satu ini? Tulis pesan dan kesanmu terhadap lele ini di kolom komentar, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bayu Nur Seto
Yudha ‎
Bayu Nur Seto
EditorBayu Nur Seto
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Science

See More

3 Fenomena Komet April 2026, Ini Waktu dan Cara Mengamati

04 Apr 2026, 21:44 WIBScience